BibTex Citation Data :
@article{JPWK82269, author = {Cantika Juita and Fahril Fanani and Iwan Aminto Ardi}, title = {Tipologi Morfologi Kawasan Permukiman dengan Metode Spasial Hibrida Cross-Sectional di Kapanewon Sleman Kabupaten Sleman}, journal = {Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota}, volume = {22}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Morfologi Permukiman; Night Time Light; Pola Spasial; Urbanisasi Fungsional; Kapanewon Sleman}, abstract = { Pemahaman konvensional mengenai morfologi kota sering kali terjebak pada analisis fisik statis yang gagal menangkap dinamika aktivitas manusia, terutama di kawasan peri-urban. Penelitian ini bertujuan merumuskan tipologi morfologi permukiman di Kapanewon Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna mengisi kekosongan metode kuantitatif dalam identifikasi kawasan transisi desa-kota. Pendekatan yang digunakan adalah metode spasial hibrida cross-sectional yang mengintegrasikan data raster intensitas cahaya malam (Night Time Light/NTL) dari satelit VIIRS-DNB (VNP46A4) sebagai proksi aktivitas antropogenik, dan data vektor tapak bangunan dari OpenStreetMap. Melalui analisis statistik spasial dan Multi-ring Buffer, penelitian ini mengungkap konfigurasi polarisasi spasial yang membentuk kontinuum desa-kota yang spesifik. Uji Goodness of Variance Fit (GVF = 0,89) memvalidasi pembagian wilayah studi ke dalam empat zona morfologi utama: (1) Zona Kota di Tridadi dengan karakter kompak-padat (rasio terbangun 14,06%) dan vitalitas ekonomi tinggi; (2) Zona Sub-Kota yang terbukti secara spasial mengalami perkembangan pita (ribbon development) agresif, di mana lebih dari 68% bangunan terkonsentrasi pada radius <200 meter dari koridor jalan utama; (3) Zona Pinggiran dengan pola permukiman terfragmentasi (leapfrog); dan (4) Zona Desa yang mempertahankan resistensi spasial dengan pola menyebar. Temuan ini memberikan justifikasi empiris bahwa integrasi matriks NTL-Vektor efektif mendeliniasi batas fungsional perkotaan tanpa bergantung pada data demografi tradisional. Studi ini merekomendasikan reorientasi kebijakan tata ruang, khususnya pengetatan zonasi dan disinsentif pajak di koridor transisi guna mencegah perembetan perkotaan yang tidak terkendali. }, issn = {2597-9272}, doi = {10.14710/jpwk.v22i3.82269}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/82269} }
Refworks Citation Data :
Pemahaman konvensional mengenai morfologi kota sering kali terjebak pada analisis fisik statis yang gagal menangkap dinamika aktivitas manusia, terutama di kawasan peri-urban. Penelitian ini bertujuan merumuskan tipologi morfologi permukiman di Kapanewon Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna mengisi kekosongan metode kuantitatif dalam identifikasi kawasan transisi desa-kota. Pendekatan yang digunakan adalah metode spasial hibrida cross-sectional yang mengintegrasikan data raster intensitas cahaya malam (Night Time Light/NTL) dari satelit VIIRS-DNB (VNP46A4) sebagai proksi aktivitas antropogenik, dan data vektor tapak bangunan dari OpenStreetMap. Melalui analisis statistik spasial dan Multi-ring Buffer, penelitian ini mengungkap konfigurasi polarisasi spasial yang membentuk kontinuum desa-kota yang spesifik. Uji Goodness of Variance Fit (GVF = 0,89) memvalidasi pembagian wilayah studi ke dalam empat zona morfologi utama: (1) Zona Kota di Tridadi dengan karakter kompak-padat (rasio terbangun 14,06%) dan vitalitas ekonomi tinggi; (2) Zona Sub-Kota yang terbukti secara spasial mengalami perkembangan pita (ribbon development) agresif, di mana lebih dari 68% bangunan terkonsentrasi pada radius <200 meter dari koridor jalan utama; (3) Zona Pinggiran dengan pola permukiman terfragmentasi (leapfrog); dan (4) Zona Desa yang mempertahankan resistensi spasial dengan pola menyebar. Temuan ini memberikan justifikasi empiris bahwa integrasi matriks NTL-Vektor efektif mendeliniasi batas fungsional perkotaan tanpa bergantung pada data demografi tradisional. Studi ini merekomendasikan reorientasi kebijakan tata ruang, khususnya pengetatan zonasi dan disinsentif pajak di koridor transisi guna mencegah perembetan perkotaan yang tidak terkendali.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-09-30 23:16:38
Authors who publish in the Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota (JPWK) retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
Telp. (024) 7640054