skip to main content

Tipologi Morfologi Kawasan Permukiman dengan Metode Spasial Hibrida Cross-Sectional di Kapanewon Sleman Kabupaten Sleman

Cantika Dwi Juita  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, Indonesia
*Fahril Fanani orcid  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, Indonesia
Iwan Aminto Ardi scopus  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pemahaman konvensional mengenai morfologi kota sering kali terjebak pada analisis fisik statis yang gagal menangkap dinamika aktivitas manusia, terutama di kawasan peri-urban. Penelitian ini bertujuan merumuskan tipologi morfologi permukiman di Kapanewon Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna mengisi kekosongan metode kuantitatif dalam identifikasi kawasan transisi desa-kota. Pendekatan yang digunakan adalah metode spasial hibrida cross-sectional yang mengintegrasikan data raster intensitas cahaya malam (Night Time Light/NTL) dari satelit VIIRS-DNB (VNP46A4) sebagai proksi aktivitas antropogenik, dan data vektor tapak bangunan dari OpenStreetMap. Melalui analisis statistik spasial dan Multi-ring Buffer, penelitian ini mengungkap konfigurasi polarisasi spasial yang membentuk kontinuum desa-kota yang spesifik. Uji Goodness of Variance Fit (GVF = 0,89) memvalidasi pembagian wilayah studi ke dalam empat zona morfologi utama: (1) Zona Kota di Tridadi dengan karakter kompak-padat (rasio terbangun 14,06%) dan vitalitas ekonomi tinggi; (2) Zona Sub-Kota yang terbukti secara spasial mengalami perkembangan pita (ribbon development) agresif, di mana lebih dari 68% bangunan terkonsentrasi pada radius <200 meter dari koridor jalan utama; (3) Zona Pinggiran dengan pola permukiman terfragmentasi (leapfrog); dan (4) Zona Desa yang mempertahankan resistensi spasial dengan pola menyebar. Temuan ini memberikan justifikasi empiris bahwa integrasi matriks NTL-Vektor efektif mendeliniasi batas fungsional perkotaan tanpa bergantung pada data demografi tradisional. Studi ini merekomendasikan reorientasi kebijakan tata ruang, khususnya pengetatan zonasi dan disinsentif pajak di koridor transisi guna mencegah perembetan perkotaan yang tidak terkendali.

Fulltext Email colleagues
Keywords: Morfologi Permukiman; Night Time Light; Pola Spasial; Urbanisasi Fungsional; Kapanewon Sleman

Article Metrics:

  1. Afrianto, F., & Graha, D. T. R. (2023). Morfologi Kota Malang: Sebuah Tinjauan dari Nighttime Light Satellite Imagery. Jurnal Plano Buana, 3(2), 68–76. https://doi.org/10.36456/jpb.v3i2.7002
  2. Ariyadi, B. (2014). Analisis Pola Morfologi Dan Interaksi Spasial Perkotaan Di Kota Yogyakarta Dengan Wahana Citra Landsat. Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  3. Ayudya, D., & Ikaputra, I. (2022). Memahami Perkembangan Kota Melalui Urban Morphology. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 18(3), 235–245. https://doi.org/10.14710/pwk.v18i3.36135
  4. Bintarto, R. (1989). Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya. Ghalia Indonesia
  5. Burgess, E. W. (1925). The Growth of the City: An Introduction. Chicago, USA: Sociedad Sociológica Mexicana
  6. Cahyani, A., & Giyarsih, S. R. (2024). Urban Sprawl in Yogyakarta: An Analysis of Urban Morphology in Sinduadi Village in 2021. Jurnal Kawistara, 14(1), 1. https://doi.org/10.22146/kawistara.76306
  7. Conzen, M. R. G. (1960). Alnwick, Northumberland: A Study in Town-Plan Analysis. Transactions and Papers (Institute of British Geographers), (27), iii. https://doi.org/10.2307/621094
  8. Danoedoro, P. (2012). Pengantar Penginderaan Jauh Digital (1st ed.). Penerbit Andi, Yogyakarta
  9. Dieleman, M. (2011). New Town Development in Indonesia: Renegotiating, Shaping and Replacing Institutions. Bijdragen Tot de Taal-, Land-En Volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 167(1), 60-85, 167(1), 60–85. https://doi.org/10.1163/22134379-90003602
  10. Elvidge, B. K., Zhizhin, M., Hsu, F. C., & Ghosh T, C. D. (2021). VIIRS night-time lights (1st ed.). In Remote sensing of night-time light (pp. 6-25). Routledge
  11. Elvidge, C.D., Baugh, K.E., Kihn, E.A., Kroehl, H.W., & Davis, E.R. (1997). Mapping City Lights with Nighttime Data from the DMSP Operational Linescan System. Photogrammetric Engineering and Remote Sensing, 63, 727-734. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:129800058
  12. Fanani, F. (2014). Kesiapan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman Dalam Penerapan Peraturan Zonasi Sebagai Instrumen Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Doctoral Dissertation, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  13. Fanani, F. (2026). Nakhoda Kota: Paradigma Kepemimpinan dalam Dinamika Perencanaan Wilayah dan Kota Kontemporer (1st ed., Vol. 1). Selat Media Patners
  14. Gauthier, P., & Gilliland, J. (2005). Mapping Urban Morphology: A Classification Scheme for Interpreting Contributions to the Study of Urban Form. Urban Morphology, 10(1), 41–50. https://doi.org/10.51347/jum.v10i1.3926
  15. Hermawan, A. D., & Rudiarto, I. (2023). Daya Dukung Permukiman dan Kesesuaian Pola Ruang Kawasan Permukiman di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 19(1), 48–63. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i1.23914
  16. Herold, M., Goldstein, N. C., & Clarke, K. C. (2003). The Spatiotemporal form of Urban Growth: Measurement, Analysis and Modeling. Remote Sensing of Environment, 86(3), 286–302. https://doi.org/10.1016/S0034-4257(03)00075-0
  17. Hoyt, H. (1939). The Structure and Growth of Residential Neighborhoods in American Cities. US Government Printing Office
  18. Hudalah, D., & Firman, T. (2012). Beyond property: Industrial estates and post-suburban transformation in Jakarta Metropolitan Region. Cities, 29(1), 40–48. https://doi.org/10.1016/j.cities.2011.07.003
  19. Kamal, M. R. S., Satria, R. A., Pasha, F. G., & Way, B. (2025). Pola dan Pemodelan Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Sleman Sebagai Wilayah Peri-urban. Desa-Kota, Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, Dan Permukiman, 7(1). https://doi.org/10.20961/desa-kota.v7i1.86128.44-58
  20. Krier, R., & Rowe, C. (1979). Urban Space (p. 17). London: Academy editions
  21. McGee, T. (1991). The Emergence of Desakota Regions in Asia: expanding a hypothesis. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:59884466
  22. Pahl, R. E. (1966). The Rural-Urban Continuum1. Sociologia Ruralis, 6: 299-329. https://doi.org/10.1111/j.1467-9523.1966.tb00537.x
  23. Prayoga, Y., Wulandari, A., & Nurhidayati, E. (2022). Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Sosial Terhadap Perubahan Tutupan Lahan Pada Kawasan Peri Urban. JeLAST: Jurnal Teknik Kelautan, PWK, Sipil, Dan Tambang, 9(3). https://doi.org/https://doi.org/10.26418/jelast.v9i3.57710
  24. Puspamika, S., Koesoemawati, D. J., Listyawati, R. N., & Alfiah, R. (2023). Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman Pada Kawasan Perdagangan dan Jasa Di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 19(3). https://doi.org/10.14710/pwk.v19i3.40322
  25. Rapoport, A. (1969). House Form and Culture. Prentice-Hall
  26. Rapoport, A. (1977). Human aspects of urban form: Towards a man–environment approach to urban form and design. Oxford: Pergamon Press
  27. Salsabila, N., & Purwohandoyo, J. (2020). Pengaruh Perkembangan Wilayah Pinggiran Kota Yogyakarta terhadap Perkembangan Desa Wisata Tanjung, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 16(2), 91-101. https://doi.org/10.14710/pwk.v16i2.24845
  28. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (2007)
  29. Un-Habitat. (2016). World cities report 2016: Urbanization and development-Emerging futures
  30. Warsono, A. (2006). Perkembangan Permukiman Pinggiran Kota Pada Koridor Jalan Kaliurang Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman. Doctoral Dissertasion, Universitas Diponegoro
  31. Wulandari, S., & Pradoto, W. (2018). Perubahan Morfologi Ruang pada Segmen I Koridor SIS Al-Jufri Kota Palu dan Faktor yang Mempengaruhinya.Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 14(2), 131. https://doi.org/10.14710/pwk.v14i2.17640
  32. Yunus, H. S. (2008). Dinamika wilayah peri-urban: determinan masa depan kota. Pustaka Pelajar

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-09-30 23:16:38

No citation recorded.