BibTex Citation Data :
@article{ROTASI22931, author = {Bambang Yunianto and Sumar Suryo and Dicky Oktavian}, title = {Uji Prestasi Air Heater pada Pelat Bergelombang Melintang dengan Variasi Kecepatan Udara Masuk}, journal = {ROTASI}, volume = {21}, number = {1}, year = {2019}, keywords = {Pelat datar; Pelat gelombang melintang; Kecepatan udara; Temperatur; Efisiensi}, abstract = { Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan non-konvensional yang tersedia secara bebas sebagai sumber energi yang memberikan simpanan bahan bakar bebas polusi. Cara yang paling sederhana dan paling efisien untuk memanfaatkan energi surya adalah mengubahnya menjadi energi termal untuk aplikasi pemanasan dengan menggunakan kolektor surya. Penelitian ini membahas tentang perbedaan efisiensi antara kolektor pelat dengan bentuk datar dan pelat dengan bentuk gelombang melintang. Modifikasi dari pelat penyerap panas tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan panas. Metode yang dilakukan untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini adalah dengan mencari nilai panas yang berguna, panas yang masuk, panas yang hilang, koefisien panas yang hilang secara keseluruhan. Panas yang berguna merupakan panas yang dihasilkan oleh kolektor pada saat pengujian. Panas yang masuk adalah panas yang berasal dari lampu halogen yang ditujukan ke kolektor. Panas yang hilang adalah panas yang tidak dapat dimaksimalkan oleh kolektor. Koefisien panas yang hilang secara keseluruhan adalah panas yang hilang pada bagian atas, bawah dan samping kolektor dan efisiensi adalah hasil kinerja dari kolektor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil temperatur dari 3 buah sensor yang berada pada ruangan, pelat penyerap panas dan tempat keluar kolektor. Kemudian mengetahui efisiensi kolektor pemanas udara dari 7 variasi kecepatan udara yaitu 2.1 m/s, 2.3 m/s, 2.4 m/s, 3 m/s, 3.5 m/s, 4 m/s, 4.5 m/s. Terakhir adalah membandingkan nilai efisiensi kolektor pelat datar dan pelat gelombang melintang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelat gelombang melintang lebih tinggi menghasilkan panas dibanding pelat datar dan semakin meningkat kecepatan udara maka efisiensi juga akan meningkat. }, issn = {2406-9620}, pages = {36--42} doi = {10.14710/rotasi.21.1.36-42}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi/article/view/22931} }
Refworks Citation Data :
Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan non-konvensional yang tersedia secara bebas sebagai sumber energi yang memberikan simpanan bahan bakar bebas polusi. Cara yang paling sederhana dan paling efisien untuk memanfaatkan energi surya adalah mengubahnya menjadi energi termal untuk aplikasi pemanasan dengan menggunakan kolektor surya. Penelitian ini membahas tentang perbedaan efisiensi antara kolektor pelat dengan bentuk datar dan pelat dengan bentuk gelombang melintang. Modifikasi dari pelat penyerap panas tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan panas. Metode yang dilakukan untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini adalah dengan mencari nilai panas yang berguna, panas yang masuk, panas yang hilang, koefisien panas yang hilang secara keseluruhan. Panas yang berguna merupakan panas yang dihasilkan oleh kolektor pada saat pengujian. Panas yang masuk adalah panas yang berasal dari lampu halogen yang ditujukan ke kolektor. Panas yang hilang adalah panas yang tidak dapat dimaksimalkan oleh kolektor. Koefisien panas yang hilang secara keseluruhan adalah panas yang hilang pada bagian atas, bawah dan samping kolektor dan efisiensi adalah hasil kinerja dari kolektor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil temperatur dari 3 buah sensor yang berada pada ruangan, pelat penyerap panas dan tempat keluar kolektor. Kemudian mengetahui efisiensi kolektor pemanas udara dari 7 variasi kecepatan udara yaitu 2.1 m/s, 2.3 m/s, 2.4 m/s, 3 m/s, 3.5 m/s, 4 m/s, 4.5 m/s. Terakhir adalah membandingkan nilai efisiensi kolektor pelat datar dan pelat gelombang melintang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelat gelombang melintang lebih tinggi menghasilkan panas dibanding pelat datar dan semakin meningkat kecepatan udara maka efisiensi juga akan meningkat.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-10-29 14:55:09
Hak Cipta: Penulis memegang hak cipta atas artikel mereka dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Rotasi.
Lisensi Terbitan: Semua artikel disebarluaskan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0), yang mengizinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta membuat karya turunan dari artikel ini dengan ketentuan:
Attribution (BY): Wajib memberikan pencantuman kredit/penghargaan yang sesuai kepada penulis asli dan Jurnal Rotasi sebagai penerbit pertama, menyertakan tautan lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan.
NonCommercial (NC): Karya tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial atau mencari keuntungan finansial tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta.
ShareAlike (SA): Jika Anda menggubah, mengubah, atau membuat karya turunan berdasarkan materi ini, Anda harus menyebarluaskan hasil karya tersebut di bawah lisensi yang sama (CC BY-NC-SA 4.0).
Arsip & Retensi: Penulis diizinkan untuk menyebarluaskan dan mengunggah karya mereka secara daring (misalnya di repositori institusi atau situs web pribadi) setelah publikasi, dengan tetap mencantumkan atribusi ke terbitan Jurnal Rotasi.
Penerbit: Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Alamat Redaksi: Gedung Administrasi Lantai II Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Undip Telp.(024)7460059, Facsimile: (024)7460059 ext.102 Email: rotasi@live.undip.ac.id