BibTex Citation Data :
@article{ROTASI74482, author = {Yusril Irwan and I Suyana and Muhammad Amanullah}, title = {Karakteristik Kekuatan Sambungan Beberapa Jenis Lem Pada Bambu Laminasi Dalam Penggunaan Untuk Kelom Geulis}, journal = {ROTASI}, volume = {28}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {bambu laminasi, resin epoxy, Half Lap Joint, Edge Joint, kekuatan tarik}, abstract = {Kelom Geulis, sebagai produk tradisional berbahan dasar bambu laminasi, banyak digunakan karena sifatnya yang ringan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai estetika tinggi. Namun, kekuatan sambungan bambu laminasi sangat bergantung pada jenis lem yang digunakan serta kondisi kelembaban lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekuatan tarik dan geser pada sambungan half lap joint dan edge joint menggunakan tiga jenis lem berbeda: resin epoxy, polivinil asetat (PVAC), dan polychemie alifatik. Masalah utama yang diangkat adalah perlunya identifikasi lem yang optimal untuk menjaga kekuatan sambungan, baik pada kondisi kering maupun lembab yang menggambarkan penggunaan nyata dari Kelom Geulis. Terdapat kekosongan data komparatif mengenai performa lem dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengujian laboratorium terhadap 25 spesimen dari masing-masing jenis lem pada dua kondisi: bambu kering (0% kadar air) dan bambu lembab (perendaman 2–4 jam). Parameter pengujian meliputi tegangan geser dan beban maksimum. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi kering, lem polychemie alifatik memberikan kekuatan tertinggi pada half lap joint (0,8 kg/mm², 452,3 kg), sedangkan pada sambungan edge joint, resin epoxy dengan rasio 7 gram resin dan 0,25 gram katalis memberikan kekuatan tertinggi (2,3 kg/mm², 334,7 kg). Pada kondisi lembab, resin epoxy tetap menunjukkan performa terbaik (1,6 kg/mm², 249,4 kg), sementara PVAC dan polychemie mengalami penurunan daya rekat yang signifikan. Kesimpulannya, resin epoxy dengan rasio 7:0,25 g merupakan lem paling efektif untuk sambungan bambu laminasi, baik pada kondisi kering maupun lembab. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemilihan lem yang berkelanjutan dalam kerajinan bambu tradisional.}, issn = {2406-9620}, pages = {9--16} doi = {10.14710/rotasi.28.1.9-16}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi/article/view/74482} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-10-26 00:13:59
Hak Cipta: Penulis memegang hak cipta atas artikel mereka dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Rotasi.
Lisensi Terbitan: Semua artikel disebarluaskan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0), yang mengizinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta membuat karya turunan dari artikel ini dengan ketentuan:
Attribution (BY): Wajib memberikan pencantuman kredit/penghargaan yang sesuai kepada penulis asli dan Jurnal Rotasi sebagai penerbit pertama, menyertakan tautan lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan.
NonCommercial (NC): Karya tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial atau mencari keuntungan finansial tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta.
ShareAlike (SA): Jika Anda menggubah, mengubah, atau membuat karya turunan berdasarkan materi ini, Anda harus menyebarluaskan hasil karya tersebut di bawah lisensi yang sama (CC BY-NC-SA 4.0).
Arsip & Retensi: Penulis diizinkan untuk menyebarluaskan dan mengunggah karya mereka secara daring (misalnya di repositori institusi atau situs web pribadi) setelah publikasi, dengan tetap mencantumkan atribusi ke terbitan Jurnal Rotasi.
Penerbit: Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Alamat Redaksi: Gedung Administrasi Lantai II Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Undip Telp.(024)7460059, Facsimile: (024)7460059 ext.102 Email: rotasi@live.undip.ac.id