skip to main content

Karakteristik Kekuatan Sambungan Beberapa Jenis Lem Pada Bambu Laminasi Dalam Penggunaan Untuk Kelom Geulis

Yusril Irwan  -  Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia
I Komang Suyana  -  Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia
*Muhammad Naufal Amanullah  -  Departemen Teknik Mesin, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 ROTASI

Citation Format:
Abstract
Kelom Geulis, sebagai produk tradisional berbahan dasar bambu laminasi, banyak digunakan karena sifatnya yang ringan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai estetika tinggi. Namun, kekuatan sambungan bambu laminasi sangat bergantung pada jenis lem yang digunakan serta kondisi kelembaban lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekuatan tarik dan geser pada sambungan half lap joint dan edge joint menggunakan tiga jenis lem berbeda: resin epoxy, polivinil asetat (PVAC), dan polychemie alifatik. Masalah utama yang diangkat adalah perlunya identifikasi lem yang optimal untuk menjaga kekuatan sambungan, baik pada kondisi kering maupun lembab yang menggambarkan penggunaan nyata dari Kelom Geulis. Terdapat kekosongan data komparatif mengenai performa lem dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengujian laboratorium terhadap 25 spesimen dari masing-masing jenis lem pada dua kondisi: bambu kering (0% kadar air) dan bambu lembab (perendaman 2–4 jam). Parameter pengujian meliputi tegangan geser dan beban maksimum. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi kering, lem polychemie alifatik memberikan kekuatan tertinggi pada half lap joint (0,8 kg/mm², 452,3 kg), sedangkan pada sambungan edge joint, resin epoxy dengan rasio 7 gram resin dan 0,25 gram katalis memberikan kekuatan tertinggi (2,3 kg/mm², 334,7 kg). Pada kondisi lembab, resin epoxy tetap menunjukkan performa terbaik (1,6 kg/mm², 249,4 kg), sementara PVAC dan polychemie mengalami penurunan daya rekat yang signifikan. Kesimpulannya, resin epoxy dengan rasio 7:0,25 g merupakan lem paling efektif untuk sambungan bambu laminasi, baik pada kondisi kering maupun lembab. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemilihan lem yang berkelanjutan dalam kerajinan bambu tradisional.
Fulltext View|Download
Keywords: bambu laminasi, resin epoxy, Half Lap Joint, Edge Joint, kekuatan tarik

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.