GLADHEN DALAM SENI PERTUNJUKAN TARI TRADISIONAL JAWA

*Sri Rochana Widyastutieningrum -  Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
Published: 1 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 480 2079
Abstract

Gladhen in dance performances is always done by its dancers as an effort to be able to show good performance and aesthetic values. Professional dancers are required to create innovation. The birth of professional dancers is strongly influenced by the training process they experienced. To produce a beautiful dance performance, a professional dancer needs hard training and practice, which is called gladhen. This paper discusses on the proccess of training and practice to produce professional Javanese dancers.

Keywords
gladhen; Javanese dancers; performance; training and practice

Article Metrics:

  1. Dewan Ahli. 1981. Kawruh Joged Mataram. Yogyakarta: Dewan Ahli Yayasan Siswa Beksa Ngayogyakarta.
  2. Humardani, S.D. 1982. Kumpulan Kertas Tentarig Kesenian. Surakarta: ASKI Surakarta.
  3. Kusumo, Sardono W. 2004. Sardono W. Kusumo, Hanuman, Tarzan, Homo Erectus. Jakarta: Penerbit Kubuku.
  4. Langer, Suzanne K. 1980. Problematika Seni (Diterjemahkan oleh F.X. Widaryanto). Bandung: ASTI.
  5. Lelyveld, Th. B. Van. 1993. Seni Tari Jawa (De Javaansche Danskunst, 1931) (Diterjemahkan oleh K.R.T. M. Husodo Pringgokusuma). Surakarta: Reksa Pustaka Mangkunegaran.
  6. Murgiyanto, Sal. 2004. Tradisi dan Inovasi: Beberapa Masalah Tari di Indonesia. Jakarta: Wedatama Widyasastra.
  7. Papenhuyzen, Clara Brakel. 1991. Seni Tari Jawa Tradisi Surakarta dan Peristilahannya (Diterjemahkan oleh Mursabyo). Leiden: Universitas Leiden, Proyek Pengembangan Bahasa Indonesia (ILDEP).
  8. Rustopo. 2001. Gendhon Humardani Sang Gladiator: Arsitek Kehidupan Seni Tradisi Modern. Yogyakarta: Yayasari Mahavira.
  9. Sedyawati, Edi (Editor). 1984. Tari: Tinjauan dan Berbagai Segi. Jakarta: Pustaka Jaya.
  10. Soedarsono, R.M. 1999. Seni Pertunjukan Indonesia dan Pariwisata. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) bekerja sama dengan Artline.
  11. Suryobrongto, G.BPH. 1981. “Penjiwaan dalam Tari Klasik Gaya Yogyakarta, dalam Dewan Kesenian Propinsi DIY, Mengenal Tari Klasik Yogyakarta. Yogyakarta: Proyek Pengembangan Kesenian DIY Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  12. Wardhana, R.M. Wisnu. 1984. “Aspek-aspek Penciptaan Tari”, dalam Sedyawati (Editor) Tari Tinjauan dan Berbagai Segi. Jakarta: Pustaka Jaya.
  13. ___________________. 1994. “Dunia Seni Tari dan Joged Jawa”. Jurnal Wiled Th. I Juli 1994. Surakarta: Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta.
  14. Widyastutieningrum, Sri Rochana. 2004. Sejarah Tari Gambyong: Dari Rakyat Menuju Istana, Surakarta: Citra Etnika.
  15. ____________________________. 2007. Tayub di Blora Jawa Tengah: Pertunjukan Ritual Kerakyatan. Surakarta: ISI Press.