TRADISI MASYARAKAT NELAYAN RAWA PENING KELURAHAN BEJALEN KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG

*Cristianawati Cristianawati  -  Program Magister Sumberdaya Pantai , Indonesia
Published: 1 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Bejalen village is located in Ambarawa subdistrict which has 470,720 hectars. There are 14,040 hectars of ponds and about 86 hectars rice fields as a good source for fish and agritultural production. The agricultural output reached 14,040 tons of crops and the production of fish amounted 1,533 tons. The Livelihood of community is fishermen. They work everyday based on the old generation tradition. The research purpose has gained more information about the fishermen culture, such as social, economic, and organisational condition.

Keywords: culture; fishermen; swamp; social; economic; and organisational condition

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik. 2005. “Persentase Pengeluaran Rumah Tangga: Distribusi dan Pengeluaran Rumah Tangga Kota Surabaya.” Badan perencanaan pembangunan Kota Surabaya
  2. Dahuri, Rochmin. 1999. “Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu Berbasis Masyarakat.” Prosiding Rapat Kordinasi Proyek dan Kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan di Indonesia. Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah. Coastal Resources Management Project
  3. Horton, Paul B dan Chester L Hunt. 1991. Sosiologi. Jakarta
  4. http://famirania.wordpress.com/200/fakta-sosial/trackback/
  5. Kistanto. 1997. “Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Jawa. Makalah Pelatihan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir.” Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Lembaga Penelitian. UNDIP. Semarang
  6. Koentjaraningrat. 1990. Kebudayaan dan Mentalitas. Gramedia: Jakarta
  7. Kusnadi. 2006. Perempuan Pesisir. Yogyakarta> LKIS
  8. Masyhuri (ed). 1999. “Pemberdayaan Nelayan Tertinggal dalam Mengatasi Krisis Ekonomi: Telaah terhadap sebuah Pendekatan.” Jakarta: Puslitbang Ekonomi dan Pembangunan LIPI
  9. Mulyadi S. 2005. Ekonomi Kelautan. Jakarta: Rajawali Press
  10. Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
  11. Nurmalasari, Yessy. 2005. ”Analisis Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat.” htty.//www.stmikim. ac. id/userfiles/jurnal%20yessy.pdf. (30 Mei 2009)
  12. Pagorray, Henny. 2003. “Lingkungan Pesisir dan Masalahnya sebagai Daerah Aliran Buangan Limbah.” http://www.yahoo.com/hennypagoray yahoo.com (23 November 2003)
  13. Rusli.S. 1995. Metodologi Identifikasi Golongan Miskin. Grasindo, Jakarta
  14. Satria, Arif. 2002. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: Cidesindo
  15. Setyorini, Heny Budi. 2013. “Budaya Kemiskinan Nelayan di Mangunharjo Semarang.: Sabda, Volume 8, Tahun 2013: 7-17
  16. Sitorus, Felix, Endriatmo Setiawan Soetarto dan Ivanovich Agusta. 1998. Sosiologi Umum. Bogor
  17. Soekanto, Soejono. 1990. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Radjawali Pers
  18. _________ 1995. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Radjawali Pers

Last update: 2021-03-06 06:42:34

  1. Environment-Wise Fishing Practice in Coastal Regions in Indonesia

    Ariya Jati, Hadiyanto, Budi Warsito, Maryono. E3S Web of Conferences, 125 , 2019. doi: 10.1051/e3sconf/201912501019

Last update: 2021-03-06 06:42:34

No citation recorded.