1Program Studi Sastra Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Indonesia. Jl. Tri Dharma No.9, Padang Bulan, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20222, Indonesia
2Alumni, Program Studi Antropologi, Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh, Rukoh, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{SABDA80458, author = {Putri Nadya and Muhammad Jamil and Arie Nasution and Prayogo Prayogo and Putri Utami}, title = {Fear of Missing Out sebagai Cermin Budaya Partisipatif Generasi Z: Studi Variasi Bahasa pada Pengguna TikTok di Indonesia}, journal = {Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan}, volume = {21}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Generasi Z, TikTok, Variasi Bahasa, Fear of Missing Out (FoMO), Sosiolinguistik.}, abstract = { Penelitian ini bertujuan menelaah variasi bahasa sosiolinguistik yang dimunculkan oleh Fear of Missing Out (FoMO) pada pengguna TikTok Generasi Z di Indonesia sebagai cermin dari budaya partisipatif digital. Menggunakan pendekatan kualitatif netnografi yang dicermati dengan metode padan sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis 15 tuturan data dari konten viral yang merepresentasikan spektrum luas FoMO, mulai dari tren fashion, wellness, hingga partisipasi sosial-politik. Hasil penelitian menemukan bahwa tekanan FoMO mendorong pembentukan ragam register spesifik yang berfungsi sebagai mekanisme adaptasi linguistik yang terstruktur. Ditemukan lima klaster register utama: (1) Register Urgensi dan Kompetitif (misalnya, \"anjir, cakep poll\", \"Gas dm jastip\") yang menciptakan tekanan sosio-ekonomis dan menegaskan status dalam kelompok yang berpengetahuan. (2) Daftar Afiliasi Estetik (misalnya, \"fomo Hindia nih\", \"fomo trend fuji\") yang memediasi konversi konsumsi budaya menjadi Modal Budaya digital. (3) Register Reflektif dan Mitigasi (misalnya, \"Emang beneran suka apa FOMO doang?\", \"GPP dikatain norak\") yang digunakan untuk melakukan uji keaslian (authenticity test) dan mengelola stigma sosial. (4) Registrasi Maturasi dan Detasemen (misalnya, \"yg penting bias sehat aja dehhh\") yang menunjukkan resolusi kecemasan FoMO menjadi sikap yang lebih matang. Secara sosiolinguistik, variasi bahasa ini bertindak sebagai mekanisme sosial yang menjaga kohesi Gen Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FoMO telah membentuk struktur kebahasaan. }, issn = {2549-1628}, pages = {25--49} doi = {10.14710/sabda.21.1.25-49}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/80458} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan menelaah variasi bahasa sosiolinguistik yang dimunculkan oleh Fear of Missing Out (FoMO) pada pengguna TikTok Generasi Z di Indonesia sebagai cermin dari budaya partisipatif digital. Menggunakan pendekatan kualitatif netnografi yang dicermati dengan metode padan sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis 15 tuturan data dari konten viral yang merepresentasikan spektrum luas FoMO, mulai dari tren fashion, wellness, hingga partisipasi sosial-politik. Hasil penelitian menemukan bahwa tekanan FoMO mendorong pembentukan ragam register spesifik yang berfungsi sebagai mekanisme adaptasi linguistik yang terstruktur. Ditemukan lima klaster register utama: (1) Register Urgensi dan Kompetitif (misalnya, "anjir, cakep poll", "Gas dm jastip") yang menciptakan tekanan sosio-ekonomis dan menegaskan status dalam kelompok yang berpengetahuan. (2) Daftar Afiliasi Estetik (misalnya, "fomo Hindia nih", "fomo trend fuji") yang memediasi konversi konsumsi budaya menjadi Modal
Budaya digital. (3) Register Reflektif dan Mitigasi (misalnya, "Emang beneran suka apa FOMO
doang?", "GPP dikatain norak") yang digunakan untuk melakukan uji keaslian (authenticity test) dan mengelola stigma sosial. (4) Registrasi Maturasi dan Detasemen (misalnya, "yg penting bias sehat aja dehhh") yang menunjukkan resolusi kecemasan FoMO menjadi sikap yang lebih matang. Secara sosiolinguistik, variasi bahasa ini bertindak sebagai mekanisme sosial yang menjaga kohesi Gen Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FoMO telah membentuk struktur kebahasaan.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-07 20:49:25
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to SABDA: Jurnal Kajian Kebudayaan and Faculty of Humanities Diponegoro University as publisher of the journal.
Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc. , will be allowed only with a written permission from SABDA: Jurnal Kajian Kebudayaan and Faculty of Humanities Diponegoro University.
SABDA: Jurnal Kajian Kebudayaan and Faculty of Humanities Diponegoro University and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in JTSiskom journal are sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
View My Stats