skip to main content

Cultural Representation in the Betawi’s Song “Kicir-Kicir”: An Analysis of Folkloric Functions and Cognitive Meanings

Master of Literature Program at the Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Received: 22 Dec 2025; Published: 7 Jun 2026.
Editor(s): Muhammad Mukafi

Citation Format:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi budaya masyarakat Betawi dalam lagu daerah Kicir-Kicir melalui analisis fungsi folklor dan makna kognitif. Lagu Kicir-Kicir dipandang sebagai bagian dari tradisi lisan yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media transmisi nilai budaya dan pembentuk cara pandang kolektif masyarakat Betawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik lagu Kicir-Kicir. Analisis data dilakukan melalui dua tahapan, yaitu klasifikasi fungsi folklor berdasarkan teori Bascom (1954) dan analisis makna kognitif berdasarkan pandangan Sapir (1929). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik Kicir-Kicir menjalankan berbagai fungsi folklor, meliputi sistem proyeksi emosi kolektif, alat pengesahan praktik sosial, sarana pendidikan nilai, serta mekanisme pengendalian sosial. Ulasan dari makna kognitif, pilihan leksikal dan struktur bahasa dalam lagu ini tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga membentuk pola pikir masyarakat Betawi mengenai kebahagiaan, kebersamaan, keseimbangan hidup, dan etos kerja. Dengan demikian, lagu Kicir-Kicir merepresentasikan kearifan lokal Betawi yang merekam sekaligus membangun konstruksi kognitif dan nilai budaya masyarakatnya.
Kata kunci: lagu daerah, Kicir-Kicir, fungsi folklor, makna kognitif, budaya Betawi
Keywords: lagu daerah; fungsi folklor; makna kognitif; budaya Betawi
Funding: Universitas Gajah Mada under contract MU123123

Article Metrics:

  1. Alvin Salis, W., & Siagian, I. (2023). Perkembangan Kognitif Antara Hubungan Bahasa Dan Proses
  2. Berpikir Dalam Berkomunikasi Di Media Sosial
  3. Bascom, W. R. (1954). Four Functions of Folklore. In Source: The Journal of American Folklore (Vol
  4. , Issue 266). https://about.jstor.org/terms
  5. Danandjaja, James. (1997). Folklor Indonesia : ilmu gosip, dongeng, dan lain lain. Pustaka Utama
  6. Grafiti
  7. Wedasuwari, I.A.M (2020) Kajian Literatur: Bahasa, Budaya, dan Pikiran dalam Llinguistik
  8. Antropologi. Wacana 10(1)
  9. Kaprisma, H. (2012). Musik Betawi Dan Generasi Muda (Betawi’s Music And Youths)
  10. Larasti, D., Andra, V., & Friantary, H. (2022). Analisis bentuk dan makna lagu daerah suku Rejang di
  11. Kabupaten Rejang Lebong. JPI: Jurnal Pustaka Indonesia, 2(3), 51-75
  12. Natalia Prodi Sastra Jepang Fakultas Bahasa dan Sastra, S. (2019). Makna Ungkapan Bentuk Negatif
  13. (Hiteikei Hyougen) Ditinjau Dari Hipotesis Sapir & Whorf Dalam Buku Ajar Minna No Nihongo
  14. I
  15. Ramdani, A. W., & Yuniseffendri, Y. (2022). Makna asosiatif dalam kumpulan lagu Dewa 19: kajian
  16. semantik. Bapala, 9(10), 28-37
  17. Sapir, E. (1929). The status of linguistics as a science. Language, 5(4), 207–214
  18. Sekar Ainaya Callula, Pinkan Saladina Nolani, & M. Ridwan Ramadhan. (2022). Strategi
  19. Mempertahankan Budaya Ondel-ondel dalam Revitalisasi Kebudayaan Betawi. Arif: Jurnal
  20. Sastra Dan Kearifan Lokal, 1(2), 304–317. https://doi.org/10.21009/Arif.012.08
  21. Syahrul Qodri, M., & Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, P. (2024). Bentuk Dan Fungsi
  22. Jejampi Sasak Dalam Masyarakat Dusun Peresak Di Desa Tetebatu Lombok Timur: Kajian
  23. Folklor. In Jurnal Lisdaya | (Vol. 20, Issue 1)

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-07 10:49:29

No citation recorded.