POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN MENGGUNAKAN METODE SURLPUS PRODUKSI DIPERAIRAN KABUPATEN BANGKA TENGAH (Potential And Level Utilization Of Fish Resources Use The Production Surplus Method In The Waters Of Center Bangka Regency)

*Kurniawan Kurniawan  -  Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Monischa br Sebayang  -  Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Eva Utami  -  Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Received: 16 May 2019; Published: 17 Dec 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 322 192
Abstract

Informasi tentang pendugaan potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan mutlak diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan di Kabupeten Bangka Tengah. Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis potensi lestari, upaya optimum dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan.  Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2018. Data primer diambil menggunakan metode kuesioner dengan mengambil jumlah responden sebanyak 98 orang dengan menggunakan rumus slovin. Data sekunder diambil dari Dinas Perikanan Bangka Tengah dan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif dengan pendekatan model surplus produksi dengan metode Schaefer. Hasil penelitian menunjukan nilai MSY ikan pelagis kecil  sebesar 6.798,2 ton/tahun,  pelagis  besar (5.682,34 ton/tahun) dan  dan demersal (7.296,288 ton/tahun). Nila upaya penangkapan ikan pelagis kecil sebesar 135.738  trip/tahun, pelagis besar (141.895 trip/tahun), demersal (49.720)  trip/tahun. Rata- rata tingkat pemanfaatan tahun 2012-2016, ikan pelagis kecil sebesar 89,561 %, ikan pelagis besar sebesar 63,469 % dan ikan demersal sebesar 102,417%. Data tersebut menunjukan berarti tingkat pemanfaatan sumberdaya sudah pada titik optimal.

 

Information on estimating the potential and level of utilization of fish resources is absolutely necessary in the management of sustainable fisheries resources in Central Bangka Regency. This study aims to analyze the sustainable potential, optimum effort and level of utilization of fish resources. The study was conducted in August to December 2018. Primary data were taken using a questionnaire method with 98 respondents obtained using the Slovin formula. Secondary data were taken from the Central Bangka Fisheries Service and the Bangka Belitung Islands Province Fisheries Marine Service. The research method used is descriptive method with quantitative analysis through a surplus production model approach with the Schaefer method. The results showed the MSY value of small pelagic fish of 6,798.2 tons / year, large pelagic fish (5,682.34 tons / year) and demersal (7,296,288 tons / year). The value of small pelagic fishing effort is 135,738 trip / year, large pelagic (141,895 trip / year), demersal (49,720) trip / year. The average level of utilization in 2012-2016, small pelagic fish was 89.561%, large pelagic fish was 63.469% and demersal fish was 102.417%. The data shows the level of utilization of small and demersal pelagic fish is at an optimal point, while large pelagic fish are still below the optimal point.

Keywords: Potensi Lestari; Pemanfaatan; Sumberdaya Ikan; Kabupaten Bangka Tengah

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik. 2017. Kabupaten Bangka Tengah Dalam Angka 2017. Katalog : 280 Hlm.
  2. Cahyani, R, T., Sustrisno, A dan Bambang Y. 2013. Potensi Lestari Sumberdaya Ikan Demersal (Analisis Hasil
  3. Tangkapan Cantrang yang Didaratkan di TPI Wedung Demak). Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.
  4. Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, 2017. Data Statistik Perikanan Laut Tahun 2012-2016. Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah.
  5. Dinas Perikanan Kelautan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2017. Data Statistik Perikanan Laut Tahun 2012-2016. Dinas Perikanan Kelautan Kepulauan Bangka Belitung.
  6. [FAO] Food Agricultural Organization, 2002. An annoted and ilustrated cataloque of Tunas, mackarels, Benitos and Related Spesies Known to Date. Rome : Food and Agriculture of United Nations.137 P.
  7. Keputusan Menteri kelautan dan perikanan republic Indonesia Nomor 84/Kepmen-Kp/2016 Tentang Rencana pengelolaan perikanan wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik indonesia 717.
  8. Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumberdaya Ikan Laut. 1997. Potensi dan Penyebaran Sumberdaya Ikan Laut di Perairan Indonesia. LIPI. Jakarta. 42. Hlm
  9. Kurniawan, K. (2019). Keragaan Unit Penangkap Ikan Di Kabupaten Bangka Selatan. Aquatic Science, 1(1), 20-32.
  10. Mayu, D, 2018. Analisis Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di Perairan Kabupaten Bangka Selatan. Jurnal Perikanan Tangkap. Vol 1. 30 – 41 hal.
  11. Nelwan, 2014.Penggelompokan Sumberdaya Ikan di Wilayah Indonesia.Jurnal Perikanan dan Kelautan. Vol. 5 (29) : 23-33. Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.
  12. Nurhakim, S. 2007. Buku Wilayah Pengelolaan Perikanan. Pusat Riset Perikanan Tangkap – BRKP.
  13. Noija, Donald., Sulaeman Martasuganda., Bambang Murdiyanto., dan Am Azbas Taurusman. 2014. Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Demersal di Perairan Pulau Ambon – Provisi Maluku. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan.Vol. 5 (1).Hal : 55-64.
  14. Nurhayati, A. 2013. Analisis Potensi Lestari Tangkap di Kawasan Pangandaran. Jurnal Akuatika Vol. IV. No.2 . Hal. 195-209.
  15. Rencana Kerja Pemerintah Daerah, 2017. Administrasi Daerah Kabupaten Bangka Tengah.Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Bangka Tengah.
  16. Sibagariang, O. P., & Agustriani, F. (2011). Analisis Potensi Lestari Sumberdaya Perikanan Tuna Longline Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Maspari Journal, 3(2), 24-29.
  17. Sparre, P. dan Venema, S.C. 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropi Organisai Pangan dan Pertanian,Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) Jakarta : 438 Hlm.
  18. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.