TOTAL FENOLAT DAN FLAVONOID DARI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus B.) JAWA TENGAH SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA

*Putri Pratiwi  -  Laboratorium Kimia Organik, Jurusan Kimia MIPA, Universitas Diponegoro. Jl. Prof Sudharto, Tembalang, Indonesia
Meiny Suzery  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Bambang Cahyono  -  Organic Chemistry Laboratory, Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Semarang Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275, Telepon +62-24-7474754, Indonesia
Received: 26 Feb 2014; Published: 26 Feb 2014.
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 7418 9718
Abstract

ABSTRAK---Orthosiphon stamineus B (Indonesia: Kumis Kucing) merupakan salah satu tumbuhan sangat popular sebagai sumber pengobatan herbal, pada umumnya dikumpulkan dari pulau Jawa. Aktivitas biologis, terutama akivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh tanaman ini diduga disebabkan olehsenyawa golongan fenolat, khususnya senyawa flavonoid. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan menentukan total fenolat, total flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol beserta fraksi fraksinya dari tanaman kumis kucing yang tumbuh di Indonesia, khususnya di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, perlu dilakukan. Secara garis besar, penelitian dibagi menjadi empat tahap, yakni perolehan total ekstrak metanol, diikuti dengan tahap fraksinasi melalui gradien pelarut, kemudian analisis total fenolat dan flavonoid, dan diakhiri dengan analisis aktivitas antioksidan terhadap tiap-tiap ekstrak. Analisis total fenolat dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu, analisis flavonoid dilakukan berdasarkan cara kerja Rohman, dan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode peredaman radikal DPPH.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenolat dan flavonoid terbesar berada dalam ekstrak etil asetat berturut-turut sebesar 559 mg asam galat ekuivalen/g ekstrak dan 3550 mg kuersetin ekuivalen/g ekstrak. Aktivitas antioksidan tertinggi juga dimiliki oleh ekstrak etil asetat dengan nilai EC50 sebesar 51,02 μg/mL. Nilai aktivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh semua fraksi dalam daun kumis kucing sangat memungkinkan bahan ini dapat digunakan sebagai sumber antioksidan.

Kata Kunci: kumis kucing, Orthosiphon stamineus, total fenolat, total flavonoid, antioksidan

 

ABSTRACT---Orthosiphon stamineus B (Lamiaceae) is a popular medicinal herb in South-east Asia, it was originated in Java Island and is well known by name of “Kumis Kucing.”. The biological activityof this plant, especially the antioxidant activity, is caused by the presence of compounds from phenolic group, especially come from flavonoid compounds. Therefore, the aim of this research is to determine total phenolic, total flavonoid and antioxidant activity analysis of methanol extract and its fractions of Orthosiphon stamineus B from Indonesia, especially Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. The method of this research is consists of dried leaf extraction by methanolic, partition with solvent gradient, analysis of total phenolic and flavonoid content and antioxidant activity analysis. The total phenolic content analyzed by Folin-Ciocalteau method, total flavonoid content analyzed by Rohman method and antioxidantactivity analyzed by DPPH. radical scavenging method. The result showed that the highest phenolic and flavonoid content is in the ethyl acetate extract with value 559 mg gallic acid equivalent/g extract and 3550mg quercetin equivalent/g extract, respectively. The ethyl acetate has the strongest antioxidant activity with51.02 μg/mL of EC50 value. The finally antioxidant activity is shown in all extract of Indonesian Orthosiphonstamineus B can be used as antioxidant source.

Keywords: Orthosiphon stamineus, kumis kucing, total phenolic, total flavonoid, antioxidant activity

Article Metrics: