Isolasi Senyawa dari Ekstrak Heksan Purwoceng (Pimpinella alpine Molk) dan Toksistasnya dengan BSLT

*Marini Marini -  Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika Undip, Semarang Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275, Telepon (024) 7474754, Indonesia
Meiny Suzery -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Received: 7 Jan 2015; Published: 7 Jan 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 461 1949
Abstract

Tanaman Purwoceng (Pimpinella alpina Molk) meskipun telah lama digunakan sebagai obat tradisional, namun belum banyak dilakukan eksplorasi komponen kimiawinya. Pada penelitian ini dilakukan isolasi dan uji toksisitas dari ekstrak heksan Pimpinella alpine Molk.

Metoda pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan menggunakan teknik kromatografi kolom vakum (KKV) dan analisis struktur dengan GC-MS. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metoda BSLT (Brine shrimp lethality Test).

Hasil KKV diperoleh tiga fraksi (A, B dan C) dan hasil pemisahan bertahap terhadap fraksi C diperoleh cairan berwarna kuning. Hasil analisis dengan GC-MS tedapat 15 puncak dengan komponen mayor meliputi 2-tetradecena, 4-cosena, 2-cosena dan 6-tetracosena. Nilai LC 50 dari ekstrak total heksan dan fraksi A, B dan C berturut-turut sebesar 11,07 µg/mL, 198,71 µg/mL , 29005,71 µg/mL dan 18900.36 µg/mL.

Dari nilai LC 50 diketahui bahwa fraksi C bersifat tidak toksik dibandingkan dengan fraksi lainnya.

 

Keywords: purwoceng, pimpinella alpina Molk, ekstrak heksan, BSLT

Article Metrics: