Analisis Jaringan Perpipaan Distribusi Air Bersih Menggunakan EPANET 2.0 (Studi Kasus di Kelurahan Harapan Baru, Kota Samarinda)

*Searphin Nugroho -  Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Indonesia
Ika Meicahayanti -  Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Indonesia
Juli Nurdiana -  Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Indonesia
Dikirim: 13 Jul 2017; Diterbitkan: 31 Jul 2018.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 336 3091
Sari
Distribusi air di Kota Samarinda masih belum optimal dikarenakan factor tekanan air di dalam pipa yang rendah pada waktu tertentu dan kehilangan air fisik karena kebocoran. Artikel ini memuat analisis jaringan perpipaan distribusi air bersih di Kelurahan Harapan Baru, Kota Samarinda menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Hasil simulasi dibandingkan dengan hasil pengukuran tekanan air di lapangan pada kran pelanggan menggunakan manometer. Dari hasil penelitian, diketahui terdapat sebanyak 7 junction yang nilai tekanan airnya di bawah batas minimum kriteria pipa distribusi dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.18/PRT/M/2007 sebesar 0,5 atm, serta sebanyak 11 pipa yang nilai kecepatan aliran airnya di bawah batas minimum kriteria yang sama sebesar 0,3 m/s. Rekomendasi perbaikan jaringan perpipaan distribusi air bersih berupa tekanan minimum sebesar 0,5 bar pada pelanggan dan kontinuitas, yakni perubahan pengaturan tekanan pada valve existing, dan penambahan pompa booster pada beberapa titik. Terdapat perbedaan nilai tekanan air yang cukup signifikan antara hasil simulasi model EPANET dengan pengukuran langsung pada kran pelanggan.
Kata Kunci
EPANET 2.0; jaringan perpipaan; kebocoran pipa; tekanan air; distribusi air bersih

Article Metrics:

  1. Al Amin, M. B. (2011). Komputasi Analisa Hidraulika Jaringan Pipa Air Minum. Presented in Seminar Nasional Kebumian 2011. Yogyakarta, Indonesia
  2. Ahmadullah, R. & Dongshik, K. (2016). Designing of Hydraulically Balanced Water Distribution Network Based on GIS and EPANET. International Journal of Advanced Computer Science and Applications, 7(2), 118-125
  3. Hamdani, Sulistio, H. & Syahputra, Z. (2014). Perencanaan Pipa Distribusi Air Bersih Kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Teknik Sipil dan Arsitektur, 4(1), 1-9
  4. Ibrahim, M., Masrevaniah, A. & Darmawan, V. (2011). Analisa Hidrolis Pada Komponen Sistem Distribusi Air Bersih Dengan Waternet dan Watercad Versi 8 (Studi Kasus Kampung Digiouwa, Kampung Mawa dan Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai. Jurnal Pengairan, 2(2)
  5. Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, http://ciptakarya.pu.go.id/dok/hukum/permen/permen_18_2007.pdf
  6. Komalia, K. & Indrawan, I. (2013). Analisa Pemakaian Air Bersih (PDAM) untuk Kota Pemantang Siantar, Jurnal Teknik Sipil USU, 2(2)
  7. PDAM Tirta Kencana. (2015). Profile PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda [powerpoint slides]. Samarinda: PDAM Tirta Kencana
  8. Ramana, G.V., Sudheer, Ch.V.S.S. & Rajasekhar, B. (2015). Network Analysis Of Water Distribution System in Rural Areas Using EPANET. Procedia Engineering, 119, 496-505
  9. Selintung, M., Hatta, M.P. & Sudirman, A. (2012). Analisa Pipa Jaringan Distribusi Air Bersih Di Kabupaten Maros Dengan Menggunakan Software Epanet 2.0. Jurnal Tugas Akhir, Makassar: Universitas Hasanuddin
  10. Sudarsono, B. & Nugraha, A.L. (2013). Pemanfaatan Peta Tematik untuk Analisa Kebocoran Jaringan Pipa Distribusi di PDAM Demak. Teknik, 34(3), 196-201