Peningkatan Akurasi dan Presisi Analisa Spasial Pemodelan Banjir Kota Semarang Menggunakan Kombinasi Sistem Informasi Geografis Dan Metode Logika Fuzzy

PEMETAAN ANCAMAN BANJIR KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC DAN SIG

*Arief Laila Nugraha -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Dikirim: 13 Nov 2017; Diterbitkan: 31 Jul 2018.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 573 622
Sari
Salah satu upaya mencegah dan mengurangi dampak dari bencana banjir adalah dengan menyediakan informasi daerah rawan banjir yang dikemas dalam bentuk peta digital. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan metode yang tepat untuk memetakan daerah rawan banjir untuk cakupan daerah yang luas dengan waktu yang relatif singkat, tetapi akurasi dan presisi dari analisa spasialnya masih rendah. Artikel ini menyajikan hasil penelitian yang memadukan teknologi SIG dan metode matematis logika Fuzzy untuk menghasilkan analisa spasial dengan akurasi dan presisi yang tinggi pada pemodelan ancaman bencana banjir di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemodelan banjir menggunakan SIG dan metode logika Fuzzy memberikan hasil 54,84% lebih valid daripada metode katalog bencana dari 31 titik validasi lapangan dengan sebaran ancaman banjir di kelas tinggi didominasi pada kecamatan Genuk
Kata Kunci
ancaman banjir; SIG; fuzzy logic; Kota Semarang

Article Metrics:

  1. Arifin, S., Muslim, M.A., & Sugiman (2015). Implementasi Logika Fuzzy Mamdani untuk Mendeteksi Kerentanan Daerah Banjir di Semarang Utara. Scientific Journal of Informatics. 2(2), 179-192
  2. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (2013) Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI): Jakarta.
  3. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang. (2015). Laporan Kegiatan Pengkajian, Verifikasi, dan Rekonstruksi Pasca Bencana Kota Semarang. Semarang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah
  4. Darmawan, M, & Theml, S. (2008). Katalog Methodologi Penyusunan Peta Geo Hazard Dengan GIS. Banda Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias.Banda Aceh
  5. Hidayat, F., & Rudiarto, I. (2013) Pemodelan Resiko Banjir Lahar Hujan pada Alur Kali Putih Kabupaten Magelang. Teknik Perencanaan Wilayah Kota. 2(4)
  6. Kusumadewi, S, & Purnomo, H. (2004). Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Graha Ilmu
  7. Laksono, D. (2012). Penyusunan Peta Multi-Risiko Bencana Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
  8. Nayak, P.C., Sudheer, K.P., & Ramasastri, K.S. (2005) Fuzzy Computing based rainfall-runoff model for real time flood forecasting. Hydrological Processes. 19(4), 955-968
  9. Nugraha L.A., Santosa, P.B., & Aditya, T. (2015). Dissemination of tidal flood risk map using online map in Semarang. Procedia Environmental Sciences, 23, 64–71. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.01.010
  10. Nugroho, J.A., Sukojo, B.M., & Sari, I.L. (2009). Pemetaan Daerah Rawan Longsor dengan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Hutan Lindung kabupaten Mojokerto). Skripsi. Surabaya: Teknik Geomati Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  11. Nurhendro, R.H., & Marfai, M. A (2016). Pemodelan dan Analisa Dampak Banjir Pesisir Surabaya Akibat Kenaikan Air Laut Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Bumi Indonesia. 5(4).
  12. Prahasta, E. (2001). Konsep- Konsep Dasar Sistem Informasi Geografi. Bandung: Teknik Informatika Bandung
  13. Saputro, N., & Putranto, T.H. (2013). Pemodelan Spasial Banjir Luapan Sungai Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh di FAS Bodri Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Bumi Indonesia. 2 (4)
  14. Tribun Jateng (2016). Muncul genangan baru, banjir kota Semarang menyebar di 38 kelurahan di 11 kecamatan. Diakses dari http://jateng.tribunnews.com/2016/12/20/muncul-genangan-baru-banjir-kota-semarang-menyebar-di-38-kelurahan-di-11-kecamatan, diakses pada 10 April 2017
  15. Wahyuningtyas, A., Pahlevari, J.E., Darsono, S, & Budieny, H. (2017) Pengendalian Banjir Sungai Beringin Semarang. Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(3)
  16. Wibowo, N.S., Setyohadi, D.P., & Rahmad, H., (2016). Penggunaan Metode Fuzzy Dalam Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Jember. Seminar nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat