skip to main content

Analisis Efektivitas Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Fine dan Fault Tree Analysis

Analisis Efektivitas Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Fine dan Fault Tree Analysis

*Nopita Sari br Ginting  -  Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Indonesia
Retna Kristiana  -  Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2020 Teknik

Citation Format:
Abstract
Semua proyek konstruksi pasti memiliki risiko. Salah satunya adalah risiko terjadinya kecelakaan. Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor konstruksi masih belum menjadi perhatian utama. Hal itu dapat dilihat dari angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi adalah yang paling tinggi di antara bidang kerja lainnya. Berdasarkan Laporan Insiden HSE Project, terdapat tujuh insiden pada proyek Office Tower J-Box Jakarta Pusat, sehingga prinsip zero accident pada proyek tersebut tidak tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pekerjaan yang berisiko menimbulkan bahaya pada pekerja proyek, menilai tingkat risiko, menilai efektivitas pengendalian risiko, dan menentukan pengendalian risiko yang tepat pada proyek tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner pada responden dan data sekunder berupa Laporan Mingguan K3, Laporan Bulanan K3, dan Laporan Data insiden. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode Fine dan Fault Tree Analysis. SPSS V22 digunakan untuk menguji validitas data primer. Metode Fine digunakan untuk menghitung nilai risiko kecelakaan kerja. Metode Fault Tree Analysis dipakai untuk menganalisis nilai risiko sehingga diketahui penyebab dasar dari suatu kejadian yang berpotensi bahaya dan merekomendasikan tindakan spesifik yang dapat dilakukan kontraktor dalam meminimalisir bahaya tersebut. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efektivitas risk control pada pekerja proyek konstruksi pembangunan Office Tower J-Box Jakarta berada pada tingkat risiko <20 atau acceptable. Tindakan spesifik yang dapat dilakukan oleh kontraktor untuk meminamilisir potensi bahaya yang ada adalah membuat metode kerja yang aman untuk setiap pekerjaan, melakukan tool box meeting sebelum memulai suatu pekerjaan, mengajukan ijin kerja K3 sebelum melakukan pekerjaan, menggunakan APD yang sesuai untuk setiap pekerjaan, pemasangan rambu-rambu K3 pada area pekerjaan  dan pengawasan oleh tim HSE.
Fulltext View|Download
Keywords: identifikasi bahaya; analisis risiko; efektivitas pengendalian risiko; fault tree analysis

Article Metrics:

  1. Adityanto, B., Irawan, S., Hatmoko, J. U. D., & Kistiani, F. (2013). Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerjaan Struktur Bawah Dan Struktur Atas Gedung Bertingkat. Jurnal Karya Teknik Sipil, 2(4), 73-84
  2. Anwar, F. N., Farida, I., & Ismail, A. (2014). Analisis Manajemen Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Pekerjaan Upper Structure Gedung Bertingkat (Studi Kasus Proyek Skyland City–Jatinangor). Jurnal Konstruksi, 12(1)
  3. Apriyan, J., Setiawan, H., & Ervianto, W. I. (2017). Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Bangunan Gedung Dengan Metode FMEA. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 1(1), 115-123
  4. Arikunto, S. (2006). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara
  5. Bria, T. A., & Loden, O. (2017). Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek-Proyek Konstruksi Di Kota Kupang. JUTEKS: Jurnal Teknik Sipil, 1(2), 96-106
  6. Christina, W. Y., Djakfar, L., & Thoyib, A. (2012). Pengaruh Budaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Proyek Konstruksi. Rekayasa Sipil, 6(1), 83-95
  7. Cross, Jean. 1998. Study Notes: Risk Management. University New South Wales, Sydney
  8. Dharma, A. A. B., Putera, I. G. A. A., & Parami, A. A. D. (2017). Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Petitenget Risk Management Of Occupational Health And Safety (K3) In The Development Projects Of Jambuluwuk Hotel & Resort Manajemen K3. Spektran, 5(1), 47–55
  9. Fine, W.T. (1973) Mathematical Evaluations For Controlling Hazards, In: Selected Readings In Safety. Academic Press
  10. Jannah, M. R., Unas, S. E., & Hasyim, M. H. (2017). Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Melalui Pendekatan HIRADC Dan Metode Job Safety Analysis Pada Studi Kasus Proyek Pembangunan Menara X Di Jakarta. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, 1(2), Pp-1138
  11. Jawat, I. W. (2017). Pengendalian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Pembangunan Hotel. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 6(1), 13-33
  12. Johannes, C. A., Kawatu, P. A., & Malonda, N. S. (2017). Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di PT. Pembangkit Listrik Nasional (Persero) Wilayah Suluttenggo Sektor Pembangkit Minahasa PLTP Lahendong. Media Kesehatan, 9(3)
  13. Mariawati, A. S., Umyati, A., & Andiyani, F. (2017). Analisis Penerapan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) Dengan Pendekatan Fault Tree Anlysis (FTA). Journal Industrial Servicess, 3(1c)
  14. Persada, Y. B. (2015). Hazard Identification And Risk Assessment (HIRA) Kecelakaan Kerja Pada Proses Pengoperasian Scaffolding (Studi Pada Proyek Apartemen PT. X Di Surabaya) (Doctoral Dissertation, Universitas Airlangga)
  15. Pitasari, G. I. A. P., Wahyuning, C. S. R. I., & Desrianty, A. (2014). Analisis Kecelakaan Kerja Untuk Meminimisasi Potensi Bahaya Menggunakan Metode Hazard And Operability Dan Fault Tree Analysis (Studi Kasus Di PT X). Reka Integra,, 2 (2),167-179
  16. Rahaded, I. N. (2014). Identifikasi Dan Pengendalian Serta Analisis Biaya Resiko Terhadap K3 (Keselamatan Dan Kesehatan Kerja) Pada Proyek Pembangunan Universitas Widya Mandala Pakuwon City Surabaya. EXTRAPOLASI: Jurnal Teknik Sipil, 7(02)
  17. Rethyna, M. (2018). Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehata Kerja (K3) Pada Bangunan Gedung Bertingkat. IKRA-ITH TEKNOLOGI: Jurnal Sains & Teknologi, 2(1), 20-24
  18. Safitri, N., & Widowati, E. (2017). Penerapan Risk Management Pada Pekerjaan Di Ketinggian Berdasar SNI ISO 31000: 2011. HIGEIA (Journal Of Public Health Research And Development), 1(2), 77-88
  19. Soputan, G. E., Sompie, B. F., & Mandagi, R. J. (2014). Manajemen Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)(Study Kasus Pada Pembangunan Gedung SMA Eben Haezar). Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(4)
  20. United States Department Of Labor. (2014) Occupational Safety And Health Administration Enforcement. Diakses dari Https://Www.Osha.Gov/Dep/2014_Enforcement_Summary.Html
  21. Yolanda, F., Soemirat, J., & Pharmawati, K. (2014). Perhitungan Kuantitatif Skor Risiko Kecelakaan Menggunakan Metode Fine Dan Matriks Robinson (Studi Kasus PT. X). Institut Teknologi Nasional Bandung, 2(2), 1-12
  22. Yuliani, U. (2017). Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Infrastruktur Gedung Bertingkat. Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi, 16(1)
  23. Zulfa, I. M. (2017). Analisis Risiko Ke Analisis Risiko K3 Menggunakan Pendekatan HIRADC Dan JSA (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Menara BNI Di Jakarta) (Doctoral Dissertation, Universitas Brawijaya)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.