skip to main content

PROTOTYPE INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) MONITORING BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) DI DESA PONTANG LEGON

*Feri Febrian Syah  -  Pendidikan Vokasional Teknik Elektro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Didik Aribowo  -  Pendidikan Vokasional Teknik Elektro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Suhendar Suhendar  -  Pendidikan Vokasional Teknik Elektro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Dikirim: 11 Nov 2025; Diterbitkan: 25 Peb 2026.
Akses Terbuka Copyright (c) 2026 Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Sari

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan prototype Instalasi Pengolahan Air (IPA) monitoring berbasis Internet of Things (IoT) guna meningkatkan kualitas air payau di Desa Pontang Legon, Kabupaten Serang. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan proses elektrokoagulasi dengan filtrasi berlapis yang terdiri atas sediment filtercartridge magnesium (Mg) filtercation resin filter, dan chlorine taste odor filter. Sistem monitoring menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor suhu DS18B20, sensor pH PH-4502C, dan sensor Total Dissolved Solids (TDS) untuk pemantauan kualitas air secara real-time. Data ditampilkan melalui LCD serta dikirim ke platform ThingSpeak dan ThingView. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model Plomp. Hasil pengujian menunjukkan kondisi optimal pada tegangan 12 V selama 120 menit, menghasilkan peningkatan pH sebesar 128,15% dan penurunan TDS sebesar 11,51%, dengan suhu air stabil pada rentang 27–31 °C. Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai solusi pengolahan air bersih skala desa di wilayah pesisir.

 

 

Fulltext
Kata Kunci: Internet of Things (IoT); elektrokoagulasi; pengolahan air payau; sistem monitoring; ESP32;

Article Metrics:

  1. H. S. Naryanto, P. Prihartanto, and D. Ganesha, “Kajian Kualitas Air Tanah dan Sungai pada Kawasan Rawan Banjir di Kabupaten Serang Kaitannya dengan Penyediaan Air Bersih,” Jurnal Teknologi Lingkungan, vol. 20, no. 1, pp. 45–56, 2019
  2. P. Prihartanto, “Distribusi Spasial Salinitas Air Tanah Dangkal di DAS Ciujung dan Cidurian, Kabupaten Serang, Provinsi Banten,” Jurnal Teknologi Lingkungan BPPT, vol. 18, no. 2, pp. 216–223, 2017
  3. A. Herdyansah and D. Rahmawati, “Dampak intrusi air laut pada kawasan pesisir Surabaya Timur,” Jurnal Teknik ITS, vol. 6, no. 2, pp. C253–C257, 2017
  4. U. Umroningsih, “Limbah Cair Menyebabkan Pencemaran Lingkungan,” Jisos: Jurnal Ilmu Sosial, vol. 1, no. 7, pp. 647–666, 2022
  5. M. Kasman, S. U. Kalsum, and A. S. Aditia, “Reduksi pH, BOD dan COD dalam Grey Water dengan Proses Elektrokuagulasi-Sedimentasi,” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, vol. 12, no. 3, pp. 1–4, 2017
  6. S. W. Safriani, L. Hakim, M. Meriatna, W. U. Fibarzi, and A. Azhari, “Pengolahan Air Payau (Brackish Water) Menjadi Air Bersih Dengan Metode Elektrokoagulasi Menggunakan Panel Surya (Photovoltaic),” Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), vol. 5, no. 3, pp. 346–358, 2025
  7. M. P. Bimantio and A. Ferhat, “Portable Circulating Adsorption Column Design for Seawater Purification,” Opsi, vol. 14, no. 2, pp. 129–135, 2021
  8. D. H. Nugraha and M. Mahida, “Kesiapan Masyarakat Menerapkan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air Minum (Studi Kasus: Pulau Palu’e, Nusa Tenggara Timur),” Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum, vol. 5, no. 2, 2013
  9. E. Wiyanto, B. Harsono, A. Makmur, R. Pangputra, J. Julita, and M. S. Kurniawan, “Penerapan elektrokoagulasi dalam proses penjernihan limbah cair,” Jetri: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 2014
  10. A. A. Putri, I. Meicahayanti, S. Nugroho, and F. Zulya, “Pengaruh Waktu Kontak serta Jenis Elektroda Al-Al dan Al-Fe pada Elektrokoagulasi dalam Penyisihan Fe dan Mn Air Asam Tambang,” Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, vol. 15, no. 2, pp. 124–128, 2023
  11. L. C. Mardhatillah, A. Anriani, A. Y. Juniarty, and R. Purnaini, “Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Menggunakan Metode Elektrokoagulasi dan Filtrasi,” Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, vol. 11, no. 2, pp. 372–379, 2023
  12. M. Masrullita, L. Hakim, R. Nurlaila, and N. Azila, “Pengaruh waktu dan kuat arus pada pengolahan air payau menjadi air bersih dengan proses elektrokoagulasi,” Jurnal Teknologi Kimia Unimal, vol. 10, no. 1, pp. 111–122, 2021
  13. I. Friskia, N. A. Triwuri, and I. Fadlilah, “Pengolahan Air Payau Menjadi Air Bersih dengan Kombinasi Metode Desalinasi Menggunakan Tanaman Mangrove Dan Elektrokoagulasi,” Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 29, no. 2, pp. 1–10, Oct. 2023, doi: 10.5614/j.tl.2023.29.2.3
  14. D. RI, “Peraturan Menteri Kesehatan RI No 416/Menkes/Per/IX/1990,” 1990, Jakarta
  15. T. Plomp, “Educational design research: An introduction,” Educational design research, pp. 11–50, 2013

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-02-25 15:48:43

No citation recorded.