Identifikasi Kegagalan Moving Bridge System Dermaga Penyeberangan Roro Air Putih Kabupaten Bengkalis

DOI: https://doi.org/10.12777/kpl.v14i2.13030

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 16-01-2017
Published: 29-08-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Moving Bridge (MB) pada dermaga penyeberangan roro Air Putih Bengkalis yang berfungsi sebagai pengatur ketinggian car deck kapal tidak berfungsi dengan baik. Disaat air pasang surut dan naik, moving bridge tidak dapat mengatur ketinggian  untuk memudahkan keluar masuknya kendaraan, hal ini dapat menyebabkan kendaraan menubruk atau sangkut sehingga membuat kendaraan tersebut rusak dan bisa membahayakan keselamatan. Berdasarkan situasi yang ada, root cause analysis berguna untuk mencari akar permasalahan sehingga kerugian dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui basic event komponen kritis. Dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis dapat diketahui penyebab kerusakan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 bentuk kegagalan fungsi peralatan hidrolik di demaga. penyebab terbesar kegagalan moving bridge sistem hidrolik ini terdapat pada komponen konduktor yakni berupa saluran pipa dan selang dengan nilai keandalan komponen 71.43 %, penyebab yang kedua adalah pada strainer dengan nilai keandalan sebesar 28.57 %, sedangkan yang terkecil adalah pada komponen pompa dengan nilai keandalan sebesar 92.86 %. Untuk mengantisipasi kegagalan maka diperlukan kegiatan perawatan pencegahan seperti jadwal perawatan berkala, pengecekan sistem sebelum operasi, melindungi komponen dari pengaruh luar,  pelumasan dan menjaga kebersihan.

Keywords

Moving Bridge, Fault Tree Analysis, Komponen Kritis.

  1. Edy Haryanto 
    Staf Pengajar Teknik Perkapalan, Politeknik Negeri Bengkalis, Indonesia
  1. Anggrahini, ”Hidrolika Saluran Terbuka”, CV. Citra Media, Surabaya
  2. Ansell, J.J (1994) “The Reliability, Availibility and Productivieness of Systems”, Chapman & Hall Inc.
  3. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Propinsi Riau, 2005 “Materi Seminar Penelitian Transportasi Air Propinsi Riau”, Dinas Perhubungan, Bengkalis
  4. Billnton, R. and Ronald N Allan (1992) “Reliability Evaluation of Engineering Systems: Concepts and Techiniques, 2ndedition”, Plenum Press, New York and London.
  5. Ir. Dwi Priyanta, MSE. Modul Ajar “Keandalan dan Perawatan”. Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, FTK, ITS. 2000
  6. N, Rudenko. 1996. Mesin Pengangkat. Diterjemahkan oleh Ir. Nazar Foead. Airlangga, Ciracas-Jakarta: IKAPI
  7. Junaedi. Ardianto, D dan Tua, S.M. (2011). “Identifikasi Kerusakan Barel Lifting Device dan Barrel Double Lit Hotcell 001/102 Di IRM. Pusat Jurnal Teknologi Bahan Bakar Nuklir – Batan. ISSN 1979-2409. No 08/Tahun IV 2011.
  8. Risky Perdana. 2016. ”Peran Dinas Perhubungan Darat Dalam Penyelenggaraan Dan Perencanaan Pelabuhan Roro Di Kabupaten Bengkalis. Jom Fisip Vol. 3 No. 2 ISSN : 2355 6919 Tahun 2016.
  9. Yoki Tri Atmojo 2014. “Troubleshooting Kerusakan Sistem Hidrolik Operasi Swing Pada Excavator Hitachi Model EX 2500-6” UGM, Yogyakarta
  10. webadmin@bengkalis.go.id