Pemodelan Sistem Kontrol Exhaust Fan Ter-Integrasi Gas Detector CO Pada Kamar Pompa (Pump Room) Kapal Tanker

DOI: https://doi.org/10.12777/kpl.v14i2.14631

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 27-04-2017
Published: 29-08-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Udara bersih dalam sebuah ruangan tertutup menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Terutama terhadap aktifitas yang akan dilakukan di dalam ruangan tersebut. Seperti halnya dalam sebuah kamar pompa pada kapal tanker minyak perlu mendapatkan perhatian khusus. Pompa yang digunakan untuk memidahkan cairan ke suatu tempat tertentu yang memungkinkan terjadi kebocoran sehingga mengakibatkan udara dalam ruangan tersebut terkomtaminasi kandungan gas yang membahayakan. Exhaust fan dengan type ceiling mount menjadi alternatif  yang dapat digunakan untuk melakukan sirkulasi udara bersih dengan membuang udara kotor dalam ruangan tersebut. Dengan mengintegrasikan sebuah sensor gas TGS 2600 menjadikan sistem ini sebagai alat bantu keamanan untuk orang yang melakukan aktifitas didalam ruangan kamar pompa. Prinsip kerja dari sistem ini, ketika sensor gas mendeteksi kandungana gas berbahaya maka akan mengintrusikan kontroler untuk menyalakan exhaust fan dan lampu indikator sebagai visualisai keadaan kandungan gas didalam ruangan, semakin tinggi kandungan gasnya semakin terang nyala lampunya sedangkana apabila kandungan gas sudah hilang maka lampu akan redup dan exhaust fan akan mati begitu seterusnya dilakukan secara kontinyu.

Keywords

Sirkulasi Udara; Kamar Pompa; Exhaust Fan; Sensor Gas; Lampu Indikator

  1. Indra Ferdiansyah 
    POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA, Indonesia
  2. D Dirhamsyah 
    Teknik, Teknika Pelayaran, Politeknik Pelayaran Surabaya, Indonesia
  3. A Ardiansyah 
    Teknik, Teknika Pelayaran, Politeknik Pelayaran Surabaya, Indonesia
  1. Wahyu A.N, "IMO Resolution A.1050(27), "Rekomendasi untuk Memasuki Ruangan Tertutup,” 2011.
  2. P. K. Colbert, H. Listiana N, A. Jabbar, M. Rambe, "Analisis Perancangan Sistem Ventilasi Dalam Meningkatkan Kenyamanan Termal Pekerja di Ruang Formulasi PT XYZ," e-Jurnal Teknik Industri FT USU, vol. 1, no. 1, pp. 1-6, 2013.
  3. M. Nindi dan E. Bambang, "Pengendali Kipas Sirkulasi Udara Melalui Deteksi Suhu Udara dan Kadar Karbondioksida Berlebih," Jurnal Ilmiah Go Infotech, vol. 20, no. 1, pp. 1-8, Juni 2014.
  4. Dwinanto, I. Rosyadi, R. Lusiana, A. Wisnuadji, K. Ghatra "Pengaruh Pemaangan Exhaust Fan di Ruang Kelas 3.8 Fakultas Teknik UNTIRTA Terhadap Kenyamanan Thermal yang dihasilkan," MEKANIKA, vol. 15, no. 2, pp. 70-76, September 2016.
  5. B. Romidian, S. Iwan, S. Budi, "Pemodelan dan Pengujian Sensor TGS 2600 untuk Aplikasi Monitoring Kandunagan Gas Karbon Monoksida (CO2)," Jurnal Teknik Elektro-UNDIP, 2013.
  6. S. Ratna, D. Nataliana, Ummi A, "Sistem Monitoring Pendeteksi Kebocoran LPG Berbasis Mikrokontroler AT-Mega 16 menggunakan RF APC220," Jurnal ELKOMIKA, vol. 3, no. 2, pp. 191-211, Juli-Desember 2015.
  7. S.Widodo dan D Andrian, "Prototipe Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Beracun CO pada Mobil Menggunakan ARRAY Sensor Berbasis SMS Gateway," Journal Pseudocode, vol. 2, no. 2, pp. 98-106, September 2015.
  8. M. Isra. T, A. Muid, R. Tedy, "Pendeteksi Gas LPG dan Metana dengan Sensor Gas TGS 2610 dan TGS 2611 Berbasis Mikrokontroler AT-Mega 328P," Journal Coding, Sistem Komputer Untan, vol. 3, no. 1, pp. 11-21, 2015.
  9. K. Rida Angga, "Rancang Bangun Alat Pendeteksi dan Penanggulangan Kebocoran Gas LPG Berbasis Sensor TGS 2610," TELEKONTRAN, vol. 1, no. 1, pp. 51-58, Januari 2013.
  10. A. Heri dan M.D. Awaludin H, "Realisasi Sistem Peringatan Kebakaran Melalui Layanan SMS dan MMS," Electrical Engineering Journal, vol. 1, no. 2, pp. 131-140, 2011.