Fabrikasi Kapal Fiberglass Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Kapal Kayu Untuk Meningkatkan Produktifitas Nelayan Di Perairan Bengkalis

DOI: https://doi.org/10.12777/kpl.v14i2.12670

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 01-12-2016
Published: 29-08-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author
Ketersediaan material kayu sebagai bahan baku kapal nelayan saat ini semakin menipis. Hal ini menjadi masalah yang serius bagi sebagian besar masyarakat kabupaten Bengkalis yang berprofesi sebagai nelayan. Oleh karena itu dalam penelitian ini memberikan solusi secara ilmiah untuk menggunakan bahan alternatif fiberglass sebagai bahan dasar fabrikasi kapal nelayan. Penelitian ini membahas tentang cara fabrikasi kapal fiberglass yang efektif dengan ukuran utama sebagai berikut : Lpp = 7,798m, B=1,575m, H=0,678m, T=0,4m dan Cb=0,449. Gambar desain yang digunakan untuk fabrikasi adalah gambar rencana garis (lines plan) dan gambar rencana umum (general arrangement). Langkah awal proses fabrikasi adalah membuat cetakan positif menggunakan material kayu dan multiplek. Cetakan positif lambung kapal mengikuti bentuk body kapal disesuaikan dengan gambar rencana garis setiap station. Sebelum proses laminasi  dilakukan menggunakan material resin, serat glass (matt), woven roving(WR), katalis dan tepung aerosil cetakan diberi mirorglass untuk mempermudah pelepasan hasil cetakan. Ketebalan yang digunakan pada pembuatan lambung kapal ini adalah sekitar 6 mm atau 6 layer. Setelah lambung selesai dilaminasi kemudian dibuat gading (frame) memanjang dan melintang sesuai dengan desain gambar general arrangement. Sekat dan bangunan atas dibuat bentuknya menggunakan multiplek 12 mm kemudian dilaminasi menggunakan fiberglass untuk memperkuat dan menghindari kerusakan karena faktor air laut.

Keywords

Fiberglass, Lambung kapal, nelayan, body kapal, laminasi, cetakan.

  1. P Pardi 
    Politeknik Negeri Bengkalis, Indonesia
  2. A Afriantoni 
    Politeknik Negeri Bengkalis, Indonesia
  1. Jurusan Teknik Perkapalan, FTK – ITS. Diktat rencana garis.
  2. Jurusan Teknik Perkapalam, FTK – ITS. Diktat rencana umum.
  3. http://seputarteknologikelautan.blogspot.com/2011/04/fish-finder-sebagai-pelacak-untuk-mengetahui-gerombolan-ikan.
  4. Posada, J.M. et al. 1996. “Mapping Fishing Grounds Using Global Positioning System (GPS) Technology”. University of Puerto Rico.
  5. Allen, M.S. and Pine III, W.E. (2000). “Detecting Fish Population Responses to a Minimum Length Limit: Effect of Variable Recruitment and Duration of Evaluation”. Department of Fisheries and Aquatic Sciences, The University of Florida. North American Journal of Fisheries Management, 20: 672-682. 2000.
  6. Korol, I and Latorre, R., 2010. “Development of Eco-Friendly Fishing Vessel An Ecological Vehicle Powered by Renewable Energy”. Ecological Vehicles. Renewable Energies. Monaco, March 25 – 28, 2010.
  7. Buana Ma’ruf, 2011. Studi Standarisasi Konstruksi Laminasi Lambung Kapal Fiberglass. Jurnal Standarisasi. Vol.13 No.1 halaman 16-25.
  8. Reeves, R., et al. 2012. “Implications of Arctic industrial growth and strategies to mitigate future vessel and fishing gear impacts on bowhead whales”. Journal Elsevier: Marine Policy 36 (2012), 454 – 462.
  9. Norhaida, Shafry, M. and Amin, I.M., Dr. “Method of Measure Length of Fish from Digital Image”. Faculty of Computer Science & Information System, UTM.