APLIKASI PRINSIP KESANTUNAN OLEH ANAK KETIKA BERARGUMEN DENGAN ORANG TUA: Studi Kasus Tindak Persuasi AP Ketika Permintaanya Ditolak

DOI: https://doi.org/10.14710/parole.v5i1.8575

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 21-05-2015
Published: 07-09-2015
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan prinsip kesantunan yang digunakan anak ketika berargumen dengan orang tuanya.  Data diperoleh secara purposif pada anak bernama AP yang psikogramnya menunjukan keunggulan dalam ranah logika dan linguistik. Data lisan dikumpulkan dalam rentang waktu satu bulan dengan metode observasi dan difokuskan pada argumentasi AP atas penolakan dari permintaanya. Setelah disortir terdapat 124 penolakan dan 97 kali argumentasi. Prosedur analisis data adalah memadankan tuturan penolakan dengan teori kesantunan dari Leech (1983). Dari hasil analisis, lebih dari 80% argumentasi AP parallel dengan tact maxim.  Ini menunjukan bahwa dalam argumentasi persuasifnya, ia berusaha untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian pada orang lain, tidak dirinya sendiri.

This study is aimed at describing the application of politeness principle by a child when arguing with her parent. The data is obtained purposively on a 5 years old girl named AP, where her psikogram shows that she excels in logic and linguistic. Speech data is collected within a month by observation method. Data selection shows 124 refusals and 97 arguments. I consulted the data to Leech (1983) politeness principles. It shows that more than 80% of AP’s argumentation complies with tact maxim

Keywords

persuasive act, argumentation, child, politeness principle, tact maxim. This shows that her persuasive maximize benefits to others and minimize cost to self.

  1. Prihantoro Prihantoro 
    Diponegoro University, Indonesia