MAKNA BAHASA PROPAGANDA DALAM WACANA (SPANDUK DAN BALIHO) TUNTUTAN OTONOMI KHUSUS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Kajian Semiotik)

DOI: https://doi.org/10.14710/parole.v5i1.8647
Article Info
Submitted: 10-06-2015
Published: 07-09-2015
Section: Research Articles

The study aims to analyze the use of propaganda discourse of  special autonomous province of East Kalimantan. Propaganda using the power of manipulation and deception message dazzling as a means of negotiation with the aim of convincing people to embrace a stream, attitude, or direction of certain actions. Framework in this study primarily using semiotic Roland Barthes. The method used in this study is semiotics Barthes with devices on denotative, connotative, and myths. Data of this research is the use of language on banners and billboards special autonomy Kaltim. Meaning of the first and second generate a third meaning that as one of the East Kalimantan province in Indonesia's rich natural resources.

Penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa propaganda wacana otonomi khusus Provinsi Kaltim. Propaganda menggunakan manipulasi dan daya tipuan pesan yang mempesona sebagai sarana negosiasi dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini utamanya menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Barthes dengan perangkat mengenai denotatif, konotatif, dan mitos. Data penelitian ini berupa penggunaan bahasa pada spanduk dan baliho otonomi khusus Kaltim. Makna pertama dan kedua menghasilkan makna ketiga bahwa Kalimantan Timur sebagai salah satu Provinsi di Indonesia yang kaya sumber daya alam.

Keywords

discourse, propaganda, special autonomy

  1. Ali Kusno 
    Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur , Indonesia