Potensi Chlorella vulgaris Beijerinck Dalam Remediasi Logam Berat Cd Dan Pb Skala Laboratorium.

DOI: https://doi.org/10.14710/bioma.16.2.102-113

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Published: 27-12-2014
Section: Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Salah satu dampak negatif modernisasi dan industrialisasi adalah pencemaran lingkungan. Perairan merupakan salah satu lingkungan yang paling terbebani bahan pencemar karena banyaknya limbah rumah tangga maupun industri yang akhirnya masuk ke lingkungan perairan. Salah satu bahan pencemar perairan yang paling membahayakan adalah logam berat karena bersifat non-biodegradable. Oleh karena itu perlu upaya penanganan maupun pencegahan terhadap bahan pencemar tersebut. Pengolahan limbah secara fisiko-kimiawi dinilai mahal, menurunkan biodiversitas, banyak lumpur yang dihasilkan, dan kurang efektif pada konsentrasi logam di bawah 50 mg/l. Bioremediasi merupakan salah satu metode perbaikan lingkungan yang lebih ramah lingkungan karena menggunakan agen hayati seperti bakteri, jamur, protista, dan tanaman. Chlorella vulgaris Beijerinck merupakan mikroalga bersel satu yang banyak tumbuh di perairan tawar dan laut, telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pakan, suplemen, biofuel dan bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi C. vulgaris sebagai agen bioremediasi terhadap cemaran logam berat Cd dan Pb skala laboratorium. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). C. vulgaris ditumbuhkan dalam media kultur yang telah diberi pupuk Walne selama 76 hari. Media kultur ditambah ion logam Cd dan Pb dengan 3 konsentrasi yang berbeda yaitu  1 ppm, 3 ppm, dan 5 ppm, masing-masing 3 kali ulangan. Medium kultur tanpa penambahan logam dianggap sebagai kontrol. Kandungan logam berat dalam medium dan dalam sel C. vulgaris diukur dengan AAS. Hal yang diamati dalam penelitian ini adalah pola pertumbuhan populasi C. vulgaris, persentase penurunan logam Cd dan Pb oleh C. vulgaris, besarnya akumulasi logam dalam C. vulgaris, serta nilai Bioconcentration Factor (BCF). Berdasarkan penelitian tersebut terbukti bahwa C. vulgaris terbukti mampu menurunkan konsentrasi ion Cd dan Pb dalam perairan. Prosentase penurunan konsentrasi ion Pb dalam media kontrol, 1 ppm, 3 ppm, dan 5 ppm berturut-turut  70%, 80%, 62%, dan 52% sedangkan dalam media Cd pada konsentrasi serupa berturut-turut 67%, 79%, 56%, dan 51%. C.  vulgaris mampu mengakumulasi  Cd lebih besar daripada Pb. Berdasarkan nilai BCF  terhadap  Cd maupun Pb, C. vulgaris tergolong akumulator logam.

 

Kata kunci : logam berat, bioremediasi, Chlorella vulgaris,  bioakumulasi.