Dinamika Struktur Makrobentos sebagai Dasar Pengendalian Wideng (Sesarma sp) Perusak Tanggul Tambak Berbasis Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Penguat di Kawasan Ekowisata Mangrove Tapak, Tugurejo Semarang

DOI: https://doi.org/10.14710/bioma.17.2.74-82

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Published: 21-12-2015
Section: Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Wideng merupakan biota asosiasi hutan mangrove yang sangat penting perannya dalam degradasi serasah mangrove.Wideng mempunyai perilaku membuat lubang pada pematang yang merugikan petani. Sementara pada sisi yang lain, secara fisik hutan  mengrove banyak didapati sampah plastik yang berasal dari hulu. Keberadan sampah sangat mengganggu kehidupan bakau maupun biota asosiasinya, terlebih aktifitas pariwisataPerlu dilakukan pengelolaan untuk mengendalikan wideng di tambak, sekaligus mendorong tercapainya estetika kawasan  mangrove yang mendukung Ekowisata. Tujuan umum penelitian adalah memanfaatkan sampah plastik sebagai penguat tanggul tambak yang tahan pelubangan wideng (Sesarma sp) untuk mendukung ekowisata mangrove. Hal ini dilakukan dengan mengkajiadanya dinamika spasial populasi Sesarma spp dan makrobentos asosiasi dan tingkat kesukaan substrat (pematang) yang diberi alas berbagai bahan.Kajian  observasi dilakukan secara sampling dengan analisis Struktur Komunitas. Adapun kajian pelubangan menggunakan RAL dengan uji lanjut t-test. Hasil sampling makrobentos di jumpai 16 jenis dengan jenis yang umum ditemukan adalah Cerithidea spp, Neries spp dan Sesarma sp.Sesarma sp cenderung mengikuti keberadaan bahan organik, terutama bahan serasah mangrove. Pada perlakuan penguatan pematang menggunakan bahan sampah memperlihatkan pematang yang disisipi bahan serasah cenderung disukai wideng,  diikuti bahan sampah plastik dan bahan plastik lembaran. Secara praktek, petambak sebaiknya memungut sampah untuk dimanfaatkan sebagai penguat dengan menyisipkannya pada lumpur bahan tanggul. Prioritas lokasi yaitu di muara tengah dan depan yang banyak ditemukan wideng dan serasah. Mekanisme pelaksanaan penguatan tanggul dapat difasilitasi oleh kelompok tani. Luaran penelitian disamping tanggul menjadi kuat, tidak menarik bagi wideng, kawasan menjadi bersih, juga tidak perluperlu memotong ranting mangrove untuk digunakan sebagai aran (landasan lumpur).

 

Kata Kunci :Wideng, perusak tanggul, sampah plastik