Kandungan Klorofil dan Fukosantin serta Pertumbuhan Skeletonema costatum pada Pemberian Spektrum Cahaya Yang Berbeda

*Rizqi Umi Arifah  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Sedjati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Endang Supriyantini  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ali Ridlo  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 19 Apr 2019.
Open Access Copyright (c) 2019 BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Skeletonema costatum mengandung klorofil-a, klorofil-c, dan fukosantin yang menyebabkan selnya berwarna hijau kecoklatan. Klorofil dan fukosantin memiliki berbagai manfaat, salah satunya dalam bidang kesehatan sebagai anti-bakteri, anti-oksidan, anti-inflamasi, anti-obesitas, anti-diabetes. Cahaya merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan pigmen pada mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spektrum cahaya yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan, kandungan klorofil dan fukosantin S. costatum. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2018 di Laboratorium Biologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro dan pengujian laboratoris di Laboratorium BPIK Srondol, Semarang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Diatom S. costatum dikultivasi dengan tiga spektrum cahaya yang berbeda yaitu putih, biru, dan merah. Pertumbuhan sel S. costatum diamati sampai 2 x 24 jam kemudian dipanen untuk perhitungan biomassanya. Biomassa kering hasil kultivasi diekstraksi menggunakan metanol. Kadar pigmen ekstrak metanol dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan identifikasi pigmen dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cahaya putih secara signifikan meningkatkan kandungan klorofi- a S. costatum dibandingkan spektrum cahaya merah, namun tidak berbeda nyata terhadap spektrum cahaya biru. Pertumbuhan, kandungan klorofil-c dan fukosantin S. costatum pada pemberian spektrum cahaya yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan nyata.

 

Skeletonema costatum contains chlorophyll-a, chlorophyll-c, and fucoxanthin giving to its cells. Chlorophyll and fucoxanthin have various benefits, e.g. in the medicine field as anti-bacterial, anti-oxidant, anti-inflammatory, anti-obesity, and anti-diabetes. Light is one of the environmental factor that affects the growth and pigment content of microalgae. This study aims to determine the spectrum of light that influences growth, chlorophyll content and fucoxanthin of S. costatum. This research was conducted in January-March 2018 at the Biology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University and laboratory testing at the BPIK Srondol Laboratory, Semarang. The method used was a laboratory experimental method. Diatom S. costatum was cultivated with three different spectrums of light (white, blue, and red). Growth of S. costatum cells was observed up to 2x24 hours and then harvested for biomass calculations. Dry biomass was extracted using methanol. Pigment content of The S. costatum methanol extract was analyzed using UV-Vis spectrophotometer and pigments identification using Thin Layer Chromatography (TLC). The results showed that the chlorophyll content of S. costatum under white light spectrum was significantly higher from the red light spectrum, but not significantly different from blue light spectrum. Growth, chlorophyll-c and fucoxanthin content of S. costatum didn’t show significant differences under different light spectra.

Keywords: Skeletonema costatum; Spektrum Cahaya; Pertumbuhan; Klorofil; Fukosantin

Article Metrics: