Konsentrasi Surfaktan dan Minyak di Perairan Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua

*Rosye Hefmi Rechnelty Tanjung scopus  -  Department of Biology, Universitas Cenderawasih, Indonesia
Baigo Hamuna scopus  -  Department of Marine Science and Fisheries, Universitas Cenderawasih, Indonesia
Alianto Alianto scopus  -  Department of Fisheries, Universitas Papua, Indonesia
Published: 19 Apr 2019.
Open Access Copyright (c) 2019 BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Kondisi kualitas air suatu perairan yang baik sangat penting untuk mendukung kehidupan organisme yang hidup di dalamnya. Penentuan status mutu air perlu dilakukan sebagai acuan dalam melakukan pemantauan pencemaran kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status mutu air laut berdasarkan konsentrasi parameter surfaktan dan minyak di perairan Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Pengambilan sampel air laut dilakukan di lima stasiun penelitian, kemudian hasilnya dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk biota laut berdasarkan KEPMEN-LH No. 51 Tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi surfaktan di perairan Distrik Depapre berkisar antara 0,08–0,22 mg/L, sedangkan konsentrasi kandungan minyak berkisar antara 0,14–0,41 mg/L. Berdasarkan baku mutu air laut, konsentrasi surfaktan dan minyak belum melampaui baku mutu dan masih sesuai untuk biota laut di perairan Depapre, Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kondisi perairan Depapre belum tercemar oleh limbah surfaktan dan minyak. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa konsentrasi tersebut dapat terus meningkat, sehingga perlu upaya lebih lanjut dari pemerintah dan masyarakat untuk meminimalkan jumlah limbah surfaktan dan minyak yang masuk kelingkungan perairan laut.

 

Good water quality is critical to support the life of organisms. The determination of water quality status was needed as a reference to monitor water pollution. This study aimed to assess the condition of water quality based on the concentration of surfactant and oil parameters in the Depapre waters, Jayapura Regency. Sampling was carried out in five research stations; then the results were compared with water quality standards based on KEPMEN-LH No. 51 Tahun 2004 for marine biotas. The result showed that the concentration of surfactant in Depapre waters was 0.08–0.22 mg/L, while the oil concentration was 0.14–0.41 mg/L. Based on water quality standards, surfactant and oil concentration has not exceeded the quality standards and are suitable for marine biotas in Depapre waters, Jayapura Regency. Results showed the condition of  Depapre waters had not been polluted by surfactant and oil waste. However, it does not rule out the possibility that the concentration can increase so that it needs further efforts from the government and the community to minimize the amount of surfactant and oil waste entering the marine environment.

Keywords: mutu perairan; surfaktan; minyak; perairan Depapre; Papua

Article Metrics: