PENGUATAN JATI DIRI SEBAGAI KESIAPAN MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 BAGI PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 SALATIGA

*Iriyanto Widisuseno  -  Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Indonesia, Indonesia
Accepted: 7 Dec 2019; Published: 11 Dec 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 81 1006
Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini fokus pada penguatan jati diri bagi pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Salatiga. Pelajar adalah bagian generasi muda yang akan meneruskan kepeminpinan bangsa di masa depan. Pada tingkat usia muda generasi muda memiliki idealism yang tinggi, namun di sisi lain di masa-masa perkembangan kepribadiannya masih sangat labil. Generasi muda harus memiliki kesiapan mental dan keteguhan jati diri. Perlu penguatan jati diri dan karakter bagi pemuda pelajar. Melalui sosialisasi tentang jati diri di era industri 4.0 dan dialog interkatif  melalui pendekatan problem solving yang disimulasikan, dapat memperluas wawasan dan memperkuat  intensitas penghayatan dan pengamalan nilai-nilai jati diri. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan, langkah penguatan jati diri nampak hasilnya dalam proses simulasi mampu menumbuhkan kesadaran nasionalisme, dan pengalaman baru tentang nilai-nilai jati diri dalam kontek tantangan Revolusi Industri 4.0. Sebagai tindak lanjut penguatan jati diri perlu pendampingan dan pembinaan oleh semua pihak yang terkait.

 

Kata kunci : Penguatan jati diri, generasi muda, era revolusi industry 4.0.  

 

This community service focuses on strengthening identity for Salatiga State High School 3 students. Students are part of the young generation who will continue the leadership of the nation in the future. At a young age, young people have high ideals, but on the other hand, in times of personality development, they are still very unstable. The young generation must have mental readiness and determination. Need to strengthen identity and character for young students. Through socialization about identity in the industrial era 4.0 and interactive dialogue through a simulated problem solving approach, it can broaden horizons and strengthen the intensity of appreciation and practice of identity values. The results of this community service show that the steps to strengthen identity appear to be the results of the simulation process that are able to foster nationalism awareness, and new experiences of identity values in the context of the challenges of the Industrial Revolution 4.0. As a follow-up to strengthening identity, it is necessary to provide assistance and guidance by all parties involved.

 

Keywords: Strengthening of identity, the younger generation, the era of the industrial revolution 4.0.

 

Article Metrics:

  1. Kamil, I. (2018), Kuasai Teknologi dan Inovasi Buktikan Jati Diri Indonesia Bangsa Besar, diambil dari https://www.tribunsumbar.com (pada 3 November 2018)
  2. Revolusi Industri 4.0 diambil dari www.ey.com (pada 1 November 2018)
  3. Susanto, Heru dan Widisuseno, Iriyanto, 2019. Merajut dan meneguhkan Jati Diri Bangsa, Penerbit IPB. Press, Bogor.
  4. Tim Nasional Kemenristekdikti, 2010. Pengkajian dan Pengembangan Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dikti, Jakarta.
  5. Iriyanto Widisuseno, 2006, Pengembangan MPK dalam Perspektif Filosofis, Makalah Simnas IV. MPK, UNS Surakarta.
  6. Koento Wibisono, 2006, Revitalisasi dan Reorientasi MPK, Makalah Smnas III MPK, UNDIP.
  7. Kaelan, 2006, Pendidikan Kewarganegaraan, Tiara Wacana, Yogyakarta.
  8. Notonagoro, 1975, Pancasila secara Ilmiah Populer, Fak Filsafat UGM, Yogyakarta.
  9. Siswono Yudohusodo, 2005, Pancasila, Globalisasi dan Nasionalisme Indonesia, Makalah Seminar Nasional Jati Diri Bangsa, Jakarta