skip to main content

MAKNA ATURAN PERALIHAN SEBAGAI POLITIK HUKUM RUU KUHP (TRANSFORMASI DARI HUKUM KOLONIAL KE HUKUM NASIONAL)

*Akhmad Khalimy orcid  -  Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), IAIN Syekh Nurjarti Cirebon, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Pengesahan RUU KUHP yang hampir terjadi di akhir tahun 2019 akhirnya harus terhenti. Cita-cita besar untuk melakukan Transformasi dari hukum kolonial yang bersifat imperialistik dan out of date menuju hukum nasional yang lebih modern dan Pancasilais terus tertunda hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Aturan peralihan dalam UUD 1945 cukup signifikan sebagai hukum politik RUU KUHP. Makna penting tersebut adalah pemahaman tentang aturan peralihan dalam undang-undang Dasar 1945, sebagai alat transformasi dari hukum kolonial menuju hukum nasional dengan cara mengesahkan RUU KUHP. Artikel ini menggunakan pendekatan normatif yuridis, bahan-bahan pustaka sebagai sumber data penelitian dan pendekatan deduktif dalam analisis data. Dengan menggunakan dasar aturan peralihan terlihat bahwa KUHP belanda merupakan aturan yang penggunaannya terbatas waktu, tidak kekal hanya transisi, didesain untuk suatu waktu tertentu dan bukan untuk permanen. Dengan demikian Pengesahan RUU KUHP menjadi sangat urgen sebagai realisasi aturan peralihan.
Fulltext View|Download
Keywords: Pengesahan; Transisional; Hukum Nasional

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
  1. Arief, Barda Nawawi. Ilmu Hukum Pidana Integralistik (Pemikiran Integratif Dalam Hukum Pidana). 1st ed. Semarang: Penerbit Pustaka Magister, 2015
  2. ———. Pendekatan Keilmuan Dan Pendekatan Religious; Dalam Rangka Optimalisasi Dan Reformasi Penegakan Hukum (Pidana) Di Indonesia. 4th ed. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang, 2018
  3. ———. Perkembangan Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia; Perspektif Perbandingan Hukum Pidana. 6th ed. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang, 2017
  4. Asikin, Zainal, and Amiruddin. Pengantar Metode Penelitian Hukum. 9th ed. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016
  5. Bahiej, Ahmad. “Sejarah Dan Problematika Hukum Pidana Materiel Di Indonesia.” Sosio-Religia 4, no. 4 (2005): 1–21. https://www.researchgate.net/profile/Ahmad_Bahiej/publication/315694014_Sejarah_dan_Problematika_Hukum_Pidana_Materiel_di_Indonesia/links/58dc095892851c611d17e00b/Sejarah-dan-Problematika-Hukum-Pidana-Materiel-di-Indonesia.pdf?origin=publication_detail
  6. BPHN. “Draft Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Hukum Pidana(KUHP) Badan Pembinaan Hukum Nasional,” 2015. https://www.bphn.go.id/data/documents/naskah_akademik_tentang_kuhp_dengan_lampiran.pdf
  7. ———. Undang-undang No 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Pub. L. No. 12 (2011). https://bphn.go.id/data/documents/11uu012.pdf
  8. Farikhah, Mufatikhatul. “Konsep Judicial Pardon (Pemaafan Hakim) Dalam Masyarakat Adat Di Indonesia.” Jurnal Media Hukum 25, no. 1 (2018): 81–92. https://doi.org/10.18196/jmh.2018.0104.81-92
  9. Galanter, Marc. “The Displacement of Traditional Law in Modern India.” Journal of Social Issues 24, no. 4 (1968): 65–90. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1968.tb02316.x
  10. Garner, A Bryan. Black’s Law Dictionary. Edited by Bryan A Garner. 9th ed. ST. Paul Minn: West Publishing Co, 2009
  11. Gifis, Steven H. Dictionary Of Legal Terms: A Simplified Guide to the Language of Law. 3rd ed. Barron’s Educational Series, Inc, 1996
  12. Gunarto, Marcus Priyo. “Asas Keseimbangan Dalam Konsep Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” Jurnal Mimbar Hukum 24, no. 1 (2012): 83–97. https://doi.org/10.22146/jmh.16143
  13. Günther, Klaus. “Divided Sovereignty, Nation and Legal Community.” Journal of Common Market Studies 55, no. 2 (2017): 213–22. https://doi.org/10.1111/jcms.12521
  14. Hartono, Sunaryati. Analisa Dan Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan Peninggalan Kolonial Belanda. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Jakarta, 2015. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  15. Hartwig, Lana D., Sue Jackson, and Natalie Osborne. “Trends in Aboriginal Water Ownership in New South Wales, Australia: The Continuities between Colonial and Neoliberal Forms of Dispossession.” Land Use Policy 99, no. July (2020): 104869. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2020.104869
  16. Juwana, Hikmahanto. “Reform of Economic Laws and Its Effects on the Post-Crisis Indonesian Economy.” Developing Economies 43, no. 1 (2005): 72–90. https://doi.org/10.1111/j.1746-1049.2005.tb00253.x
  17. Mahfud MD, Moh. Politik Hukum Di Indonesia. 9th ed. Vol. 12. Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2014
  18. Muladi. “Dialog RUU KUHP “Penyusunan Buku IIRUU KUHP “.” Fakultas Hukum UNDIP, 2 Oktober, 2019, 1–27
  19. Putra Jaya, Nyoman Serikat. Pembaharuan Hukum Pidana. 1st ed. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2017
  20. Rahardjo, Satjipto. Hukum Dan Masyarakat. 1st ed. Bandung: Angkasa Bandung, 1980
  21. Soemantri, Sri. Hukum Tata Negara Indonesia: Pemikiran Dan Pandangan. 2nd ed. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015
  22. Toha, Kurnia. “The Influence of US and Japanese Laws upon Indonesian Law.” Legal Innovations in Asia: Judicial Lawmaking and the Influence of Comparative Law 7 (2014): 273–90. https://doi.org/10.4337/9781783472796.00025
  23. Undang-undang Dasar 1945 hasil amandemen, 4 § (1945). http://jdih.pom.go.id/uud1945.pdf
  24. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia No. 7 Tahun 1950, LN 1950–56, d.u. 15 Ag 1950. (2015). http://jdih.ristekdikti.go.id/v0/?q=system/files/perundangan/1965142394.pdf
  25. UUD 1945 Asli (1945). https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UUD45-Awal
  26. Wignjosoebroto, Soetandyo. Dari Hukum Kolonial Ke Hukum Nasional: Suatu Kajian Tentang Dinamika Sosial-Politik Dalam Perkembangan Ilmu Hukum Selama Satu Setengah Abad Di Indonesia (1840-1990). 1st ed. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1884
  27. “11 Pasal RUU KUHP Yang Kontroversial.” Accessed November 10, 2019. https://news.detik.com/berita/d-4719445/11-pasal-kontroversial-ruu-kuhp-yang-picu-mahasiswa-bergerak
  28. “Ketua DPR: Pengesahan RUU KUHP Ditunda Sampai Waktu Tak Ditentukan.” Accessed February 12, 2021. https://news.detik.com/berita/d-4720089/ketua-dpr-pengesahan-ruu-kuhp-ditunda-sampai-waktu-tak-ditentukan
  29. “Hukum Transitoir,” n.d. http://www.miftakhulhuda.com/search/label/Hukum Transitoir

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.