skip to main content

EKSPRESI BAHASA POLITIK DIKALANGAN MENTERI: STUDI ANALISIS TALK SHOW MATA NAJWA “GONO-GINI KURSI MENTERI”

*Qurratul Aini  -  Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Bahasa yang diapakai dalam suatu masyarakat bersifat arbiter, hal ini menyebabkan munculnya variasi bahasa. Salah satu variasi dalam bahasa adalah bahasa politik yang digunakan sebagai media komunikasi oleh para politisi. Para politisi lebih banyak memilih untuk menggunakan bahasa retorika dalam diskusi politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana penggunaan bahasa politik dikalangan para politisi dan apa maksud dari retorika bahasa tersebut. Penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan untuk mengetahui makna tersembunyi dibalik topeng retorika bahasa, sehingga akan terungkap apa makna sebenarnya dan apa tujuan penggunaan bahasa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitataif, yaitu mendeskripsikan data sesuai dengan apa adanya. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan menggunakan Teknik catat dan Teknik simak. Dari hasil penelitian ini dtemukan bahwa ekspresi bahasa yang digunakan oleh politisi termasuk dalam varian register bahasa. Fungsi dari register bahasa adalah untuk memperhalus bahasa yang digunakan dan bernilai moral, dengan tujuan untuk menyimpan makna yang sebenarnya dari tuturan. Sehingga variasi ini akan menciptakan kedamaian dan image para politisi juga akan terjaga. Variasi yang termasuk dalam konteks ini adalah bahasa politik berupa bentuk pertama dan bahasa politik berupa ungkapan.
Fulltext View|Download
Keywords: bahasa politik; register bahasa; mata najwa; politis

Article Metrics:

Article Info
Section: research artikel
Language : ID
Statistics:
Share:
  1. Alwasilah, A. Chaedar. 1993. Pengantar Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa
  2. Ardhan. Dhea Tisane. 2020. Analisis Bahasa Politik Anies Baswedan Dalam Pidato Pengukuhannya Sebagai Gubernur Jakarta Periode 2017-2022. Etnolingual,: Vol 4 No 1
  3. Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta
  4. Chaer, Abdul. 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia,Jakarta:RinekaCipta
  5. Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 1995. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: PT. Rineka Cipta
  6. Hikam, AS. 1999. Demokrasi dan Civil Society. LP3ES: Jakarta
  7. Maryono Dwiraharjo. 2002. Pokok-Pokok Materi Perkuliahan Sosiolinguistik. Surakarta: Program Studi Linguistik Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret
  8. Nababan, P.W.J. 1993.Sosiolonguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia
  9. Nasution, Zahri. 2007. Bahasa sebagai alat komunikasi Politik dalam rangka Mempertahankan kekuasaan. Solidality: Jurnal Transdisiplin sosiologi, komunikasi, dan ekologi manusia. Vol. 01, No. 03
  10. Ohoiwutun, Paul. 1997. Sosiolinguistik Memahami Bahasa dalam Konteks Masyarakat dan Kebudayaan. Jakarta: Kesaint Blane
  11. Rosyid, Moh. 2014. Kekuatan Makna Bahasa Dalam Politik Konspirasi. Arabia: Vol. 6 No. 1
  12. Simatupang, R. R., Rohmadi, M., Saddhono, K. (2018). Alih Kode dan Campur Kode Tuturan di Lingkungan Pendidikan. LINGTERA, 5 (1), 1-9
  13. https://doi.org/10.21831/lt.v5i1.19198
  14. Sumarsono. 2004. Sosiolinguistik. Yogyakarta: SABDA (Lembaga Studi Agama, Budaya dan Perdamaian)
  15. Suwito. 1985. Pengantar awal sosiolinguistik: teori dan problem. Surakarta: henary offset
  16. Wilujeng, Sri Rahayu. 2012. Bahasas Politik Dalam Perspektif Filsafat Bahasa Ludwig Wittgenstein. HUMANIKA: Vol 16, No 9

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.