skip to main content

STRIVING FOR SUPERIORITY TOKOH HARUMI TAKASUGI DALAM MANGA TAKASUGI SAN CHI NO OBENTOU KARYA NOZOMI YANAHARA (SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA ALFRED ADLER)

*Agustina Suryandari  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Redyanto Noor  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nurdin Harry Kistanto  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Perjuangan adalah satu hal yang harus terus diusahakan untuk memperoleh keberhasilan. Manga Takasugi san chi no Obentou karya Nozomi Yanahara dengan jelas menunjukkan proses perjuangan seorang perjaka bernama Harumi Takasugi untuk menjadi wali seorang anak di bawah umur. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana proses perjuangan tokoh Harumi Takasugi untuk menjadi wali yang bertanggung jawab dalam manga Takasugi san Chi No Obentou karya Nozomi Yanahara. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan psikoloi sastra, dengan memanfaatkan teori Striving for Superiority yang dikemukakan oleh Alfred Adler untuk menunjukkan awal kebangkitan seseorang dari rasa inferioritasnya. Data penelitian diambil dari beberapa adegan yang menunjukkan proses perjuangan tokoh Harumi Takasugi dari kondisi inferior sampai mencapai superioritasnya. Hasil penelitian proses striving for superiority menunjukkan dengan jelas bahwa keagresifan, motivasi diri, berpikir positif, rela berkorban, dan bekerja keras menjadikan striving for superiority yang dilakukan tokoh Harumi menjadi motor penggerak untuk mengalahkan perasaan inferiornya dan bahkan kepuasan menjadi kebahagiaan yang dirasakan tokoh Harumi di dalam manga Takasugi san Chi No Obentou karya Nozomi Yanahara.
Fulltext View|Download
Keywords: proses; perjuangan; inferiority; striving for superiority

Article Metrics:

Article Info
Section: research artikel
Language : ID
Statistics:
Share:
  1. Adler, A. (1990). Journal of Humanistic Phsychology. United Kingdom: Sage Publication
  2. Alex, Sobur. (2003), Psikologi Umum, Bandung: Pustaka Setia
  3. Aminudin. (2009). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Agesindo
  4. Boneff, Marcel. (1998). Komik Indonesia. Jakarta: KPG bekerjasama dengan forum Jakarta-Paris
  5. Endraswara, Suwardi. (2008). Metode Penelitian Sastra. Jogjakarta: Pustaka Widya Utama
  6. Hurlock, E.B. (1978). Child Development (6th ed). New York: McGraw-Hill
  7. Indah, Nurochman, Setiarini. (2016). The Superiority in Christian Grey in The Fifty Shades. Jurnal Ilmiah Sastra Volume 4. No 1
  8. Moleong, Lexy.J. (2000), Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rusdyakarta
  9. Nelson, Andrew. (2005). Kamus Kanji Modern Jepang-Indonesia. Jakarta: Kesaint Blanc
  10. Nurgiyantoro, B. (2010), Teori Pengkajian Fiksi, Yogyakarta: Gajah Mada University Press
  11. Satriawaka, A. (2018). “Kondisi Psikologis Karakter Utama Dalam Drama Ichi Rittoru no Namida; Kajian Psikologi”. Skripsi. Universitas Diponegoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/68092/
  12. Schodt, Frederick L. (1983). Manga! Manga! The World of Japanese Comics. England: The Blekpnad Press of Harvard University
  13. Schilling, Mark. (1997), The Encylopedia of Japanese Pop Culture, New York: Weatherhill
  14. Suryabrata, Sumadi. 2002. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
  15. Purwandari, EK. (2013). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (PPSP3). Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
  16. Yanahara, Nozomi. 2014. Takasugi san chi no Obentou. Toukyouto: Kadokawa Kaisha

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.