skip to main content

RAMBUT PEREMPUAN DAN MITOS KECANTIKAN DALAM METROPOP HAIR-QUAKE KARYA MARISKOVA

*Tania Intan orcid publons  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan cara rambut perempuan dikonstruksi oleh mitos kecantikan dalam novel metropop Hair-quake (2014) karya Mariskova. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan melalui pembacaan tertutup, dengan teknik dokumentasi. Data kemudian diinterpretasi dan dianalisis dengan landasan teoretis yang relevan. Dalam penelitian ini, gagasan yang diapropriasi adalah teori-teori dari Synnott, Manning, dan Wolf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut sebagai simbol identitas perempuan di satu sisi bersifat fisik dan privat, namun di sisi lain bersifat publik. Keberadaannya terus didefinisikan oleh tren yang dikonstruksi dan disosialisasikan media dan pihak dominan. Mitos kecantikan dalam novel Hair-quake beroperasi pada wilayah pekerjaan, kultur, dan seksualitas perempuan. Protagonis sebagai perempuan dewasa, lajang, cerdas, dan mandiri, masih memaknai tubuhnya melalui negosiasi dengan nilai-nilai yang ditawarkan pihak orang lain.

Fulltext View|Download
Keywords: rambut perempuan; mitos kecantikan; metropop

Article Metrics:

  1. Anugrah, A. (2015). Mitos Kecantikan dalam Cerpen Barbitch dan Lipstik Merah Tua Karya Sagita Suryoputri (Telaah Kritik Sastra Feminisme). Jurnal Humanika Vol. 3, No. 15. 1-15
  2. Benedicta, G. D. (2011). Dinamika Otonomi Tubuh Perempuan: antara Kuasa dan Negosiasi atas Tubuh. Masyarakat Jurnal Sosiologi. Vol. 16, No. 2. 141-156
  3. Humm, M. (2007). Ensiklopedia Feminisme (Penerjemah: Mundi Rahayu). Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru
  4. Jerković, Selma Veseljević. (2014). “‘Because I Deserve It!’ Fashion and Beauty Industries in the Service of Patriarchy: The Tale of Chick-Lit.” Facing the Crises: Anglophone Literature in the Postmodern World, edited by Ljubica Matek and Jasna Poljak Rehlicki, Cambridge Scholars Publishing. 147-163
  5. Julian, Royyan. (2016). Mitos Kecantikan dalam Cerpen-Cerpen Dwi Ratih Ramadhany. Jurnal Poetika. Vol. 4, No. 1. 52-60
  6. Kartini, Juanda, Suarni. (2020). Mitos Kecantikan dalam Novel Kompromi Karya Soesilo Toer: Kajian Feminisme. Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 1, No. 1. 24-35
  7. Listyani, Refti H. (2016). Tubuh Perempuan: Tubuh Sosial yang Sarat Makna. An-Nisa’. Vol. 9, No. 1. 1-24
  8. Manning, Jodi. (2010). The Sociology of Hair: Hair Symbolism Among College Students. Social Science Journal. Vol. 10, No. 1. 35-48
  9. Mariskova. (2014). Hair-Quake (Cetakan kedua). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  10. Moleong, L. J. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
  11. Ourahmoune, N. & El Jurdi, H. (2020). Beauty salon- a marketplace icon. Consumption Markets & Culture. https://doi.org/10.1080/10253866.2020.1741356. Diakses tanggal 21 September 2020
  12. Patton, Tracey Owens. (2006). Hey Girl, Am I More than My Hair?: African American Women and Their Struggles with Beauty, Body Image, and Hair. NWSA Journal. Vol. 18, No. 2. 24-51
  13. Pergamen, Deborah. 1999. It's Not Just Hair: Historical and Cultural Considerations for an Emerging Technology. Chi.-Kent L. Rev. Vol. 75
  14. Priyatna, Aquarini. (2014). Perempuan dalam Tiga Novel Karya NH. Dini. Bandung: Matahari
  15. Rizkiyah, Iin & Apsari, Nurliana Cipta. (2019). Strategi Coping Perempuan terhadap Standarisasi Cantik di Masyarakat. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama, dan Jender. Vol. 18, No. 2. 133-152
  16. Rosida, Ida. (2018). Tubuh Perempuan Dalam Budaya Konsumen: antara Kesenangan Diri, Status Sosial, dan Nilai Patriarki. Jurnal Antropologi: Isu-isu Sosial Budaya. Vol. 20, No. 1. 85-101
  17. Saguni, S.S. & Baharman. (2016). Narasi tentang Mitos Kecantikan dan Tubuh Perempuan dalam Sastra Indonesia Mutakhir: Studi atas Karya-Karya Cerpenis Indonesia. Jurnal Retorika. Vol. 9, No. 2. 142-148
  18. Sugihastuti. (2010). Gender dan Inferioritas Perempuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  19. Synnott, An. (2003). Tubuh Sosial: Simbolisme, Diri, dan Masyarakat. Yogyakarta: Jalasutra
  20. Thornham, Sue. (2010). Teori Feminis dan Cultural Studies tentang Relasi yang Belum Terselesaikan. Yogyakarta: Jalasutra
  21. Widiastuti, Rina. (2008). Rambut dan Identitas Perempuan: Membaca Rambut Perempuan di Media Massa. Jurnal Komunikasi. Vol. 2, No. 2. 373-382
  22. Wirasari, Ira. (2016). Kajian Kecantikan Kaum Perempuan dalam Iklan. Demandia. Vol. 1, No. 2. 146-156
  23. Wolf, Naomi. (2017). Mitos Kecantikan: Menafsir Kecantikan dalam berbagai Konteks (Penerjemah: Witakania S.S. dan Anasatia S.). Jatinangor: Unpad Press
  24. Wolf, Naomi. (2004). Mitos Kecantikan: Kala Kecantikan Menindas Perempuan. Yogyakarta: Niagara
  25. Wuriyani, E.P., Udasmoro, W., Simatupang, L. L. (2017). Negosiasi Mitos Hubungan Perempuan dengan Alam dalam Teks Opera Batak Perempuan di Pinggir Danau Karya Lena Simanjuntak (Tinjauan Ekofeminisme). Lingua. Vol. 13, No. 2. 151-165

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.