skip to main content

PENOLAKAN VAKSINASI: IMAJINASI MORAL DAN PERAN MEDIA SOSIAL

*Rahayuwati Rahayuwati  -  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 HUMANIKA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Program vaksinasi merupakan sebuah langkah pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit menular tertentu seperti campak, cacar, polio, hepatitis B, tuberkulosis, difteri, tetanus, batuk rejan/pertusis, dan juga covid 19. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pemerintah mewajibkan kepada seluruh masyarakat melakukan vaksinasi. Namun, program tersebut mendapat berbagai macam respon dari masyarakat, salah satunya adalah muncul penolakan terhadap vaksinasi oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, terdapat kelompok anti vaksin di facebook, bernama GAVI (Gerakan Anti Vaksin dan Imunisasi). GAVI secara aktif menyatakan penolakan terhadap vaksinasi berdasar pada argumen ajaran agama Islam. Melihat kompleksitas permasalahan yang dihadapi, permasalahan tentang vaksinasi merupakan sebuah permasalahan sosial yang patut untuk dikaji lebih lanjut. Data dalam studi ini diperoleh dengan observasi pada diskusi online di media sosial, khususnya pada kelompok GAVI di facebook, dan studi pustaka pada penelitian sebelumnya. Dalam penelitian ini, penolakan vaksinasi dilihat sebagai sebuah upaya mewujudkan cita-cita imajinasi moral menjadi seorang Muslim yang baik dan taat kepada ajaran agama Islam dan melihat bagaimana media sosial berperan dalam memengaruhi keputusan seseorang terhadap vaksinasi. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan argumen bahwa bagi sebagian umat Muslim di Indonesia, vaksinasi hukumnya haram dilakukan. Mereka meyakini bahwa dalam proses pembuatannya, vaksin menggunakan bahan dari babi, yang hukumnnya haram untuk dikonsumsi. Sehingga, untuk mewujudkan imajinasi moral menjadi seorang Muslim yang baik dan taat terhadap ajaran agama, menolak vaksinasi menjadi sebuah kebenaran dan pilihan rasional bagi mereka. Kelompok GAVI hadir untuk melihat bagaimana media sosial berperan sebagai wadah untuk menyuarakan penolakan vaksinasi, dan memengaruhi keputusan seseorang terhadap vaksinasi.
Fulltext View|Download
Keywords: penolakan vaksinasi; kelompok anti vaksin; imajinasi moral; pilihan rasional

Article Metrics:

  1. Benecke, Olivia dan Sarah Elizabeth DeYoung. 2019. “Anti Vaccine Decision-Making and Measles Resurgance in the United States.” Jurnal Global Pediatric Health. Vol 6: 1 – 5
  2. Bennett, J W. 1980. Human Ecology as Human Behavior: A Normative Antrhopology of Resource Use and Abuse dalam Altman, I., dkk, peny. Human Behavior and Environment Advances in Theory and Research. New York: Plenum Press
  3. Bonilla, Y & Rosa, J. 2015. “#Ferguson: Digital protest, hashtag ethnography, and the racial politics of social media in the United States.” American Ethnologist, 42(1), 4–17
  4. Brunson, K Emily. 2013. “The Impact of Social Networks on Parents’ Vaccination Decisions”. Pediatrics Vol. 131, Number 5. e1397 – e1404
  5. Coleman, James. 1994. Foundations of Social Theory. Harvard University Press
  6. Evrony, Ayelet dan Arthur Caplan. 2017. “The Overlooked dangers of Anti-Vaccination Groups’ Social Media Presence”. Human Vaccines & immunotherapeutics. Vol. 13. No. 6, 1475 – 1476
  7. Fatwa MUI No.14 tahun 2021 tentang Hukum penggunaan Vaksin Covid-19 Produk AstraZeneca
  8. Fatwa MUI No.4 tahun 2016 tentang Imunisasi/Vaksinasi
  9. Gow, David. 2008. Countering Development. Durham and London: Duke University Press
  10. Herlina, Lenny. 2019. Tinjauan Konsistensi Ajaran Islam dalam QS. Al – Baqarah Ayat 173 dalam Persoalan Vaksin MR. Jurnal Pascasarjana IAIN Mataram. Vol. 8 No.2. 35 – 46
  11. Idris, Akhmad dan Darni. 2019. Tokoh Amelia sebagai Teladan untuk Siswa Perempuan Pendidikan Dasar (Kajian Literasi Moral dalam Novel Amelia Karya Tere Liye). Jurnal Universitas Nusantara PGRI Kediri, Vol. 6 Issue 1, 2019, Page 7 – 13
  12. Johnson, Mark. 1993. Moral Imagination. Chicago: University of Chicago Press
  13. Kearney, D Matthew dkk. 2019. “Characterizing HPV Vaccine Sentiments and Content on Instagram”. Jurnal Health Education & Behavior, Vol. 46(2S), 37S – 48S
  14. Khasanah, Nur. 2011. Kandungan Buah-Buahan dalam Al-qur’an: Buah Tin (Ficus carica L), Zaitun (Olea europea L), Delima (Punica granatum L), Anggur (Vitis Vinivera L), dan Kurma (Phoenix dactylifera L) untuk Kesehatan. Phenomenon Vol.1, No.1
  15. Kurnia, Atep. 2021. Kuris: Vaksinasi cacar di Tatar Sunda 1779 - 1948. Sumedang: Panti Baca Ceria
  16. Limaye, J Rupali. 2020. “Patient Decision Making Related to Maternal and Childhood Vaccines: Exploring the Role of Trust in Providers Through a relational Theory of Power Approach.” Jurnal Health Education & Behavior. Vol. 47(3), 449 – 456
  17. Lorenz C dan Khalid M. 2012. “Influencing Factors on Vaccination Uptake in Pakistan”. Journal of Pakistan Medical Association: JPMA, 2012, Jan; 62 (1), Page 59 – 61
  18. Meilani, Dwi. 2017. Analisis Perilaku Penolakan Vaksinasi pada Komunitas Anti Vaksin di Media Sosial Facebook di Indonesia Tahun 2016. Fakultas Kesehatan Maysarakat. Universitas Indonesia. Depok
  19. Muallifah, Yuni Anif. 2017. “Mengurai Hadis Tahnik dan Gerakan Anti Vaksin”. Jurnal Living Hadis. Vol 2, No 2. 253 – 269
  20. Ortner, B Sherry. 2006. Anthropology and Social Theory: Culture, Power, and The Acting Subject. Durkheim, London: Duke University Press
  21. Pemerintah Indonesia. Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kementerian Kesehatan
  22. Pemerintah Indonesia. Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Kementerian Kesehatan
  23. Pemerintah Indonesia. Undang-Undang No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Kementerian Kesehatan
  24. Pertiwi, Ayu Ammalia. 2018. Media sosial dalam pergerakan: Peran Twitter dalam perkembangan Gerakan Solidaritas terhadap Komunitas Afro-Amerika dan Pembentukan Organisasi BLM di Amerika Serikat. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Katolik Parahyangan. Bandung
  25. Pujiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Pres
  26. Rosyada, Amrina. 2020. “Of Germs and God: Vaccine Refusal among Indonesian Muslims and the Shifting Authority of The MUI’s Fatwa”. Equality, Development, and Globalization Studies (EDGS), Northwestern University
  27. Rusharyati, Dwi dkk. 2017. “Perlindungan Anak dalam Pelaksanaan Program Imunisasi di Kabupaten Karanganyar”. Jurnal Pascasarjana Hukum UNS. Vol 2, hal 40 – 51
  28. Sewell Jr. 1992. A Theory of Structure: Duality, Agency, and Transformation. American Journal of Sociology. Vol. 98, page: 1-29
  29. Singer, Merrill. 2015. The Anthropology of Infectious Disease. Walnut Creek: Left Coast Press, Inc
  30. Sucipto. 2012. “Halal dan Haram Menurut Al-Ghazali dalam Kitab Mau’idhotul Mukminin.” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah. Vol. 4 No. 1
  31. Sulistiyani, Pratiwi, Zahroh Shaluhiyah, dan Kusyogo Cahyo. 2017. Gambaran Penolakan Masyarakat Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Balita. Jurnal kesehatan Masyarakat. Vol. 5(5), 1081 – 1091
  32. Triana, Vivi. 2016. “Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Tahun 2015”. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. Vol. 10, No.2, Hal. 123-135
  33. US Department of Health. https://www.hhs.gov/immunization/basics/index.html. Diakses pada Juli 2021
  34. Wahyunarni, Irene Yulia. Riris Andono Ahmad. Atik Triratnawati. 2016. “Persepsi Masyarakat Terhadap Imunisasi Campak di Kabupaten Sleman”. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat. Vol 32, No 8. 281 – 286
  35. Wolfe, M Robert dan Lisa K Sharp. 2002. Anti-Vaccinationists Past and Present. British Medical Journal, International Edition. Vol. 325, 430 – 432
  36. Zulian, Pradana Boy. 2018. Fatwa in Indonesia: An Analysis of Dominant Legal Ideas and Mode of Thought of Fatwa-Making Agencies and Their Implications in the Post-New Order Period. Amsterdam: Amsterdam University Press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.