Komposisi Asam Lemak pada Karang Acropora humilis dan A. hyacinthus dari Kepulauan Karimunjawa

*Diah Permata W -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedharto SH, Tembalang, Semarang, 20725, E-mail: diah_permata@mail.com, Indonesia
Elis Indrayanti -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedharto SH, Tembalang, Semarang, 20725, Indonesia
Subagiyo Subagiyo -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedharto SH, Tembalang, Semarang, 20725, Indonesia
Received: 11 Feb 2012; Published: 11 Feb 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 534 740
Abstract

Binatang karang diketahui memiliki kandungan lemak dalam jaringan tubuhnya. Lemak dijumpai dalam bentuk lemak struktural atau tersimpan sebagai cadangan. Lemak tersebar dan berasosiasi dengan sel di polip maupun zooxanthellae. Kandungan dan komposisi jenis lemak dapat dimanfaatkan sebagai indikator kesehatan koloni karang. Metabolisme lemak dilaporkan berhubungan dengan proses reproduksi binatang karang. Komposisi dan kandungan lemak dapat digunakan untuk memprediksi waktu spawning pada karang Famili Acroporidae. Meski pengetahuan tentang kandungan lemak pada binatang karang memberi banyak manfaat, namun hingga kini di Indonesia penelitian tentang kandungan lemak pada binatang karang belum pernah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran komposisi asam lemak yang terdapat pada karang Acropora yang dikoleksi dari Kepulauan Karimunjawa. Komposisi asam lemak dianalisis dengan Kromatografi Gas. Hasil analisis komposisi asam lemak menunjukkan tidak terdapat perbedaan komposisi asam lemak antara Acropora humilis dan A. hyacinthus, yang dikoleksi dari Pulau Sambangan maupun Cemara Kecil. Kandungan lemak pada kedua species didominasi oleh asam palmitat (53-74%), asam stearat (10,2- 19,92%), dan asam oleat (4,8-8,75%). Perbedaan urutan dan jumlah asam lemak berikutnya, mengacu kepada perbedaan species. Karakteristik kandungan  dan  komposisi  asam  lemak  binatang  karang  dapat  digunakan untuk  khemotaksonomi.  Data komposisi lemak yang diperoleh juga dapat digunakan sebagai acuan kandungan asam lemak pada kondisi normal, mengingat bleaching sering terjadi pada kedua lokasi sampling.

Kata kunci: Scleractinian, asam lemak, kesehatan karang, Acropora

 

Corals contain large amounts of lipid in their tissues. Lipids may be used for cell structure or energy storage. Lipids were distributed among coral cells or zooxanthellae. Fatty acids analysis has been proved useful as biomarker in stress studies. Lipids also play key role in metabolism of gametogenesis and synchrony of coral spawning. Though fatty acids signature was reported useful for various studies, however, none of studies was done on fatty acids composition of Indonesian corals. The purpose of this study was to survey the lipid composition of Acropora humilis and A. hyacinthus collected from Sambangan and Cemara Kecil Island. Analysis was made of fatty acid composition using Gas Chromatography.  Results show fatty acid composition of two corals species was similar regardless of sampling location. Composition of fatty acids was dominated by palmitic acid ranging from (53-74%), followed by stearic acid (10,2-19,92%) and oleic acid (4,8-8,75%) in both species. However, the order of dominancy of the next fatty acid is depend on coral species. Indeed, fatty acid signature was reported to be useful for chemotaxonomy of corals species. The data also useful as data base of lipid composition at normal condition, since bleaching was reported to occur repeatedly from the sampling locations.

Key words: Scleractinian, fatty acids, coral physiology, Acropora

Article Metrics: