Daya Serap Rumput Laut (Gracilaria sp) Terhadap Logam Berat Tembaga (Cu) Sebagai Biofilter

*Bambang Yulianto -  Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro Semarang 50239 Telp/Faks: 024-7474698, Email: bb_yulianto@yahoo.com, Indonesia
Raden Ario -  Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro Semarang 50239 Telp/Faks: 024-7474698, Indonesia
Triono Agung -  Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro Semarang 50239 Telp/Faks: 024-7474698, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 2452 8591
Abstract

Studi absorpsi metal tosik tembaga (copper) oleh Gracilaria sp. telah dilakukan. Tujuan dari studi ini adalah meneliti kemungkinan kemampuan vegetasi akuatik yang akan digunakan sebagai biofilter. Pada kegiatan budidaya air payau di Indonesia, logam tembaga sering digunakan sebagai desinfektan pemusnah predator pada saat tahapan persiapan kolam/tambak. Namun di lain pihak tembaga juga memiliki potensi toksisitas yang tinggi terhadap lingkungan. Studi ini dilakukan secara laboratoris, dengan melakukan pemaparan rumput laut Gracilaria sp. pada tiga perlakuan konsentrasi tembaga yang berbeda (K1: kontrol; K2: 0,5 ppm; dan K3:1 ppm) selama empat perbedaan waktu pemaparan (M1: 1 minggu; M2: 2 minggu; M3: 3 minggu; dan M4: 4 minggu). Analisis kandungan tembaga pada Gracilaria sp. dilakukan pada setiap minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gracilaria sp. mampu menyerap tembaga yang terlarut dalam air laut. Penyerapan
tembaga meningkat secara sangat nyata sejalan dengan peningkatan perlakuan konsentrasi dan lama waktu dedah. Konsentrasi tembaga yang diserap pada K2 (0,5 ppm Cu) adalah, masing-masing, 12,745 ppm
(setelah pemaparan 1 minggu), 27,604 ppm (setelah pemaparan 2 minggu), 29,890 ppm (setelah pemaparan 3 minggu), dan 30,215 ppm (setelah pemaparan 4 minggu). Sementara itu, konsentrasi tembaga setelah pemaparan Gracilaria sp. pada K3 (1 ppm Cu) masing-masing adalah 31,980 ppm (setelah pemaparan 1 minggu), 50,564 ppm (setelah pemaparan 2 minggu), 53,884 ppm (setelah pemaparan 3 minggu), dan
54,486 ppm (setelah pemaparan 4 minggu).

Kata kunci: Gracilaria sp., tembaga, logam toksik, absorpsi/penyerapan.


Absorption of toxic metal (copper ) by Gracilaria sp. had been studied. The aim of the study reported in this paper was to investigate the possibility of Gracilaria sp. as a biofilter. In brackish water pond culture in Indonesia, copper is usually used as the predator eradicator in pond preparation. But in other hand, copper has potentially high toxicity to the aquatic environment. The study was conducted in the laboratory, by exposing seaweed Gracilaria sp. to three different concentrations of copper (K1: control; K2: 0,5 ppm; and K3: 1 ppm), during four different exposure times (M1: 1 week; M2: 2 weeks; M3: 3 weeks; and M4: 4 weeks). Analyses of copper metal accumulated by Gracilaria sp. were done every week. The results of present works revealed that Gracilaria sp. is able to absorb copper metal dissolved in seawater. Absorption of copper increase significantly by increasing of copper concentration and exposure duration. The concentrations of copper absorbed in K2 (0,5 ppm Cu) are, respectively, 12,745 ppm (after 1 week exposure), 27,604 ppm (after 2 weeks exposure), 29,890 ppm (after 3 weeks exposure), and 30,215 ppm (after 4 weeks exposure). Meanwhile, the concentrations of copper after exposure Gracilaria sp. to K3 (1 ppm Cu) are 31,980 ppm (after 1 week exposure), 50,564 ppm (after 2 weeks exposure), 53,884 ppm (after 3 weeks exposure), and 54,486 ppm (after 4 weeks exposure),  respectively.

Key words: Gracilaria sp., copper, toxic metal, absorption.

Article Metrics: