Pemanfaatan Citra Landsat 7 EHM+ dalam Analisis Kesesuaian untuk Wisata Selam dan Snorkling

*Petrus Subardjo  -  Jurusan llmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan llmu Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang Telp. 081328721692; Email : petrus_soebardjo@yahoo.com, Indonesia
Nur Ismu Hidayat  -  Jurusan llmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan llmu Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Published: .
Open Access

Citation Format:
Abstract

Tujuan penelitian adalah memetakan dan menganalisis kondisi biofisik wilayah perairan di Pulau Karimunjawa, Jepara guna pemanfaatan wisata selam dan snorkling. Penelitian dilaksanakan di wilayah perairan Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, dengan cakupan wilayah kajian antara 110°24’00” - 110°29’30” BT dan 05°49’00” - 05°53’30” LS. Ground check dan pengambilan data lapangan dilaksanakan pada bulan Maret 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penginderaan jauh dan SIG. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan metode purposive random sampling. Analisis spasial di dalam Sistem Informasi Geografi (SIG) menggunakan indeks terbobot untuk analisis kesesuaian perairan untuk wisata selam dan snorkling, sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Nilai tertinggi yang diperoleh sebagai hasil analisis spasial dari persen penutupan karang hidup, suhu perairan, kecepatan arus, kecerahan perairan dan kedalaman adalah 75%, 29,5°C, 0,38 m/dt, 100%, dan 15 m. Hasil uji ketelitian pemetaan ekosistem peraian (terumbu karang, lamun dan pasir) menggunakan citra Landsat 7 ETM+ sebesar 86,21%. Ditinjau dari segi biogeofisik, pemanfaatan wisata bahari di perairan Pulau Karimunjawa terdiri dari 82,14 ha sangat sesuai untuk snorkling, 273,09 ha sesuai untuk snorkling, 52,36 ha sesuai bersyarat untuk snorkling, 226,51ha sesuai untuk selam, dan 425,89 ha tidak sesuai untuk selam dan snorkling.

Kata kunci: Landsat 7 ETM+; kesesuaian wisata selam dan snorkling; Pulau Karimunjawa

 

The research purpose is to mapping and analyze the biogeophysics condition of coastal water suitability for snorkeling and diving tourism. This research was conducted in Karimunjawa Island water territory, Jepara, Central Java in between 110°24’00” - 110°29’30”BT and 05°49’00” - 05°53’30”LS. Ground check and field data collection was done on March 2006. Survey method and sample data collection was based on purposive random sampling. Spasial analysis in Geographics Information System (GIS) such as weighted index was being used to analyze snorkeling and diving tourism suitability, according to the criteria, which have been specified previously. The highest value of live corals cover presentation, water temperature, ocean drift, light penetration and depth achieved from the survey was 75%, 29,5°C, 0,38 m/s, 100%, and 15 m. Accuracy assessment result for costal ecosystem mapping such as coastal reef, seagrass and sand using Landsat 7 ETM+ satellite imagery is 86,21 %. Based on its biogeophysic, marine tourism use in Karimunjawa Island water territory is consisted of 82,14 ha is highly suitable for snorkelling, 273,09 ha is suitable for snorkling, 52,36 ha is marginally suitable for snorkling, 226,51 ha is suitable for diving, and 425,89 ha is not suitable for snorkling and diving.

Key words: Landsat 7 ETM+; snorkling and diving suitability; Karimunjawa Island

Article Metrics:

Last update: 2021-03-03 16:30:35

No citation recorded.

Last update: 2021-03-03 16:30:36

No citation recorded.