skip to main content

Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Kepiting Bakau (Scylla paramamosain) yang Dipelihara pada Substrat Berbeda

1Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau, Jepara, Jawa Tengah E-mail : iinsd@telkom.net, Indonesia

2Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

3Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

Published: .

Citation Format:
Abstract

Percobaan pemeliharaan benih kepiting bakau (Scylla paramamosain) telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan metoda pemeliharaan benih kepiting hingga didapatkan benih siap tebar secara masal. Percobaan dilakukan dalam bak serat kaca (fiber glass) berukuran 50 x 40 x 40 cm3 yang dilengkapi dengan aerasi dan
diberi substrat dasar dengan ketebalan 3 cm dan digunakan air laut sebagai media pemeliharaan. Pada setiap bak dipelihara 30 ekor benih selama 30 hari. Percobaan dilakukan dalam dua tahap; tahap pertama menguji tiga jenis substrat (pasir, koral dan lumpur) yang ditempatkan di dasar bak dengan ketebalan 3 cm; sedangkan pada tahap kedua ditambahkan pelindung (shelter) berupa potongan pipa PVC yang berdiameter 0,75 inch dengan panjang 10 cm yang ditempatkan pada setiap bak masing-masing sebanyak enam buah. Pakan berupa cacahan udang diberikan satu kali sebanyak 50 % dari total biomasa benih kepiting (crablet). Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan masing-masing dengan tiga ulangan.
Tidak ada perbedaan nyata kelangsungah hidup benih pada percobaan pertama. Kelangsungan hidup benih yang dipelihara pada substrat pasir, koral dan lumpur masing-masing adalah 23,3 %, 20,0 % dan 18,4 %.
Pertumbuhan benih kepiting dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan. Benih kepiting yang dipelihara dalam substrat lumpur secara nyata (P<0,01) memiliki pertumbuhan lebar (27,51mm) dan panjang karapas (19,79 mm) lebih baik dibandingkan dengan benih kepiting yang dipelihara pada substrat pasir (lebar karapas = 21,05, panjang karapas = 15,11 mm) dan substrat koral (lebar karapas = 20,26 mm, lebar karapas = 14,54 mm). Sebaliknya, pertumbuhan karapas tidak dipengaruhi oleh perlakuan pada percobaan kedua. Kelangsungan hidup meningkat dengan penambahan pelindung. Benih kepiting yang dipelihara pada substrat pasir menunjukkan kelangsungan hidup secra nyata lebih tinggi (41,3 %) dibandingakn dengan kelangsungan hidup benih yang dipelihara pada substrat lumpur (29,3 %), tetapi tidak berbeda nyata dengan kelangsungan hidup benih yang dipelihara pada substrat koral (34,7 %).

Kata kunci : Kepiting bakau; Scylla spp.; pendederan; substrat


A 30 day of two nursery experiments was conducted to evaluate the effect of different rearing substrates on the growth and survival of mud crab seed. In the first experiment mud crab seeds were reared in fiber glass
tank of 50 x 40 x 40 cm3 at the initial stocking density of 30 crablet/tank. The tanks were filled with filtered seawater to a depth of 30 cm and aerated. Each tank was provided with a 3 cm thick layer of bottom
substrate. The rearing substrate tested in this experiment were sand, coral and mud. Each treatment was run in three replicates. The second experiment was conducted by providing in each tank six pieces of PVC tube (0.75 inch diameter) of 10 cm long to serve as shelter. Pieces of shrimp were given as feed to mud crab once a day at 50 % of total body weight. No significant differences on survival was observed among treatments in the first experiment. After 30 days the survival of crab reared in sand, coral and mud substrates were 23.3 %, 20.0 % and 18.4 %, respectively. The growth, however, was significantly affected by the treatment. The crab reared in mud substrate had a significantly (P<0.01) better growth of carapace width (27.51 mm) and length (19.79 mm) as compared to the crabs reared in sand substrate (21.05 mm width; 15.11 length) and coral substrate (20.26 mm width; 14.54 length). In contrast, the growth of crab carapace was not significantly affected by the substrate treatment in the second experiment. The crab survival in this experiment was improved by providing shelters. The crabs reared in sand substrate had a significantly higher survival (41.3 %) as compared to the mud substrate treatment (29.3 %), but there was no significant difference with coral substrate treatment (34.7 %).

Key words : Mud crab; Scylla spp.; nursery; substrate

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : EN
Statistics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.