Isolasi dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Koprostanol dari Lingkungan Sungai, Muara, dan Perairan Pantai Banjir Kanal Timur Semarang pada Monsun Timur

*Misbakul Munir -  Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro, Semarang - 50241 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Semarang - 50241 Telp. 024-8319140, Fax 024-8319328
Norma Afiati -  Jurusan Perikanan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang - 50241, Indonesia
Ocky Karna Radjasa -  Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang - 50277 Pusat Studi Pesisir dan Laut, Universitas Diponegoro, Semarang - 50277, Indonesia
Agus Sabdono -  Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang - 50277 Pusat Studi Pesisir dan Laut, Universitas Diponegoro, Semarang - 50277
Tonny Bachtiar -  Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, Universitas Diponegoro, Semarang - 50277 Pusat Studi Pesisir dan Laut, Universitas Diponegoro, Semarang - 50277, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 578 1082
Abstract

Aktifitas manusia yang terus meningkat di wilayah pesisir, telah menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan lingkungan yang berasal dari berbagai macam sumber pencemaran, antara lain limbah industri, pertanian, transportasi, dan limbah domestik. Salah satu sumber pencemar yang cukup dominan di lingkungan perairan pantai adalah pencemaran akibat limbah domestik. Selama ini yang dipakai untuk mengetahui pencemaran lingkungan oleh limbah domestik adalah menggunakan indikator biologi yaitu bakteri coliform. Namun
penggunaan bakteri coliform sebagai indikator pencemaran limbah domestik mempunyai permasalahan antara lain tidak terdeteksinya bakteri coliform tersebut pada perairan pantai, sementara diduga kuat bahwa perairan tersebut tercemar oleh limbah domestik termasuk feces. Oleh karena itu indikator alternatif sangat diperlukan. Salah satu indikator alternatif pencemaran limbah domestik adalah koprostanol, yang mempunyai sifat cukup konservatif, dapat dikuntitatifkan dan dapat dihubungkan dengan sumber pencemar yang spesifik. Namun perlu diingat bahwa di alam, koprostanol mengalami proses degradasi oleh bakteri, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai isolasi dan identifikasi bakteri pendegradasi koprostanol pada lingkungan sungai, muara, dan perairan pantai Banjir Kanal Timur Semarang pada monsun timur. Penelitian dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus 2003 pada lingkungan sungai, muara, dan perairan pantai Banjir Kanal Timur
Semarang. Isolasi bakteri dari sampel air dan sedimen dilakukan di Laboratorium Mikrobiogenetika, FMIPA Jurusan Biologi UNDIP Semarang dan identifikasi bakteri pendegradasi koprostanol terseleksi dilakukan di
Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Hasil penelitian diperoleh bahwa bakteri pendegradasi koprostanol yang berasal dari lokasi Banjir Kanal Timur
Semarang pada berbagai variasi lingkungan dan habitat diperoleh 69 isolat (83,13%) dari 83 isolat yang diuji. Sedangkan hasil identifikasi terhadap 6 isolat terbaik diperoleh 3 (tiga) genus bakteri mampu
mendegradasi koprostanol, yaitu Achromobacter, Bacillus, dan Branhamella. Dari 3 genus bakteri pendegradasi koprostanol yang didapatkan, ada 2 (dua) genus yang selama ini belum dilaporkan, yaitu genus Achromobacter, dan Branhamella.

Kata kunci : Koprostanol, Limbah Domestik, Indikator Pencemar, Isolasi, Identifikasi, Bakteri


Increasing human activities in coastal areas have caused an increase of environmental pressures that come from various sources such as industrial disposal, agriculture, transportation, and domestic wastes. One of dominant sources in coastal waters is contamination by domestic wastes. So far to determine environmental contamination by domestic waste is by using biological indicator, coliform bacteria. However the use of
coliform bacteria have problems for example, they cannot be detected in coastal waters contaminated by domestic waste including faeces. Therefore, an indicator alternative is urgently needed. Alternative indicator
of domestic waste contamination is coprostanol, which is conservative, easy to quantity and related to specific pollutant source. It is important to note coprostanol is naturally degraded by indigenous bacteria.
Therefore it is necessary to conduct a study on isolation and identification of coprostanol-degrading bacteria in river, estuarine, and coastal environments of Banjir Kanal Timur Semarang during dry season. The research had been carried out from July to August 2003 at environmental of river, estuarine, and coastal of Banjir Kanal Timur Semarang. Isolation of bacteria from water and sediment samples were conducted at
Microbiogenetics Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences Diponegoro University, meanwhile identificaton of coprostanol-degrading bacteria selected was conducted by at Pest and Diseases Laboratory,
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. The result showed that coprostanol-degrading bacteria obtained from Banjir Kanal Timur Semarang at various environments and habitat were 69 bacterial isolates (83,13%) from 83 isolat tested. Identification revealed that (three) genus were found to degrade coprostanol, namely Achromobacter, Bacillus, and Branhamella. From 3 genus of coprostanol-degrading bacteria identified, 2 of them : Achromobacter, and Branhamella have not been reported so far.

Key words : Coprostanol, Domestic Waste, Pollution Indicator, Isolation, Identification, Bacteria

Article Metrics: