Dampak Pencemaran Terhadap Kualitas Perairan dan Strategi Adaptasi Organisme Makrobenthos di Perairan Pulau Tirangcawang Semarang

*M. Yusuf  -  Jurusan Ilmu Kelautan-FPIK UNDIP, Kampus Tembalang Semarang - 50239, Indonesia
Gentur Handooyo  -  Jurusan Ilmu Kelautan-FPIK UNDIP, Kampus Tembalang Semarang - 50239, Indonesia
Published: .
Open Access

Citation Format:
Abstract

Perairan pulau Tirangcawang secara nyata menerima buangan limbah yang berasal dari sejumlah pabrik yang berada di hulu sungai Karanganyar dan Tapak. Limbah ini mengakibatkan terjadinya pencemaran yang dampaknya menurunkan kualitas air dan membahayakan bagi kehidupan organisme perairan khususnya hewan
makrobenthos. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mengkaji: (1) kualitas lingkungan perairan, (2) struktur komunitas hewan makrobenthos, dan (3) strategi adaptasi hewan makrobenthos terhadap lingkungan perairan yang telah tercemar. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali ulangan, dengan interval 14-15 hari. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui kualitas perairan menggunakan Baku Mutu Air Laut. Analisis untuk mengetahui struktur komunitas hewan benthos yaitu menghitung kelimpahan individu jenis, nilai indeks  eanekaragaman jenis (H’) dan keseragaman jenis (E). Sedangkan untuk mengetuhui strategi adaptasi menggunakan metode Grafik Frontier. Berdasarkan hasil pengukuran parameter fisika-kimia air menunjukkan bahwa beberapa parameter seperti COD, N-NO2, dan logam berat Cu, Cd, Pb, Ni ternyata nilainya telah melebihi batas yang diinginkan dalam Baku Mutu Air Laut. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai indeks H’ dan E hewan makrobenthos, yaitu berkisar dari rendah sampai dengan sedang. Berdasarkan nilai ini, jika dikaitkan dengan tingkat pencemaran, maka dikatakan bahwa kualitas perairan di daerah penelitian telah tercemar kategori ringan sampai dengan sedang. Pola strategi adaptasi organisme makrobenthos terbagi dua, yaitu: (1) mengarah ke stadia III (kondisi ekosistem
masih baik atau stabil), tedapat pada stasiun I, II, III, dan IV; dan (2) mengarah ke stadia I (kondisi ekosistem labil) terdapat di stasiun V, VI, VII.

Kata kunci : pencemaran perairan, strategi adaptasi, makrozoobenthos


Tirangcawang island waters received waste from factories lie along the rivers. The waste gave pollution which cause the quality of water decrease, so it will bring sea organisms in dangerous condition especially
macrozoobenthos. The aim of this research is to investigate the quality of water environment and the community structure of makrozoobenthos as well as macrozoobenthos adaptation strategy in relation with polluting material. The research method is case study. The sample were taken three times with 14-15 days. Interval analysis data to on the waters quality by comparing to Sea Water Quality Standard. The result of water physical and chemical parameters measurement showed that COD, N-NO
2 and heavy metals Cu, Cd, Pb, Ni valued appearred higher that those stated in Sea Water Quality Standard. The diversity indeces value of macrozoobenthos showed between low to medium level; so based that the waters quality in this location were polluted in the low up to the medium category. Design of adaptation strategy for the macrobenthic organism had two type i.e. stadia III or stabil and good ecosystem condition at station I, II, III, IV; and stadia I or not good and labil ecosystem condition at on V, VI,VII.

Key words : waters pollution, adaptation strategy, macrozoobenthos

Article Metrics:

Last update: 2021-02-24 20:27:36

No citation recorded.

Last update: 2021-02-24 20:27:37

  1. Community Structure of Macrozoobenthos at Blanakan Fish Pond, Subang, West Java

    Choirunnisa. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 (1), 2019. doi: 10.1088/1755-1315/284/1/012027