Pengaruh Lama Perendaman Terhadap Organisme Penempel dan Modulus Elastisitas Pada Kayu

*Herry Boesono  -  , Indonesia
Received: 13 Nov 2010; Published: 15 Nov 2010.
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 162 132
Abstract
Organisme penempel merupakan salah satu penyebab kerusakan pada bangunan pantai, terutama yang terbuat dari kayu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap jumiah organisme penempel dan modulus elastisitas pada kayu jati dan kayu bengkirai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratoris dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan pada masing-masing perlakuan dengan lama perendaman 12 jam pada kedalaman Iaut f meter. Variabei pengamatan meiiputi jumiah organisme penempel dan elastisitas kayu. Analisis jumiah organisme penempel menggunakan uji anova sedangkan elastisitas diuji berdasarkan modulus young. Hasil penelitian menunjukkan organisme penempel didominasi oleh Balanus amphitrite, Bankia sp. dan Ligia occidentalis. Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap jumiah organisme penempel. jumiah organisme penempel 45,13 individu/minggu pada kayu jati dan 36,73 individu/minggu pada kayu Bengkirai yang menunjukkan bahwa teritip lebih menyukai kayu jati. Hasil analisis ragam modulus elastisitas pada kedua kayu tidak berbeda nyata. Uji F kayu jati adalah 0,61 sedangkan pada kayu bengkirai 1,96 (F table 3,12). Nilai modulus elastisitas kayu jati lebih tinggi dibandingkan kayu bengkirai.

Kata kunci: Balanus sp., modul elastisitas, Jati, Bangkirai

Article Metrics: