Metode Lepas Dasar dengan Model Cidaun pada Budidaya Eucheuma spinosum (Linnaeus) Agardh

*AB Susanto  -  Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNDIP, Kampus Tembalang, Semarang., Indonesia
Published: .
Open Access

Citation Format:
Abstract

Rumput laut tergolong dalam algae sebagai tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun, sehingga seluruh bagian tumbuhan disebut thallus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan harian Eucheuma spinosum dengan metode lepas dasar menggunakan model Cidaun di perairan Karimunjawa. Selama penelitian berlangsung diukur kualitas air meliputi salinitas, temperatur, pH, kecerahan, arus, sedimentasi dan kedalaman. Eucheuma spinosum sebagai materi penelitian diambil dari lokasi budidaya rumput laut SMKN Karimunjawa, Jepara dan penelitian ini dilaksanakan di selat Takak Alu-alu, perairan Karimunjawa, Jepara antara bulan Oktober dan November 2003. Model Cidaun adalah teknik budidaya
rumput laut yang digunakan khusus untuk daerah berombak besar dengan menggunakan jaring kantong untuk melindungan thallusnya. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 2 x 2. Perlakuan terdiri dari jarak tanam (2 m dan 1,5 m) dan kedalaman (70 cm dan 100 cm) dengan 5 ulangan. Berdasarkan hasil penelitian, membuktikan bahwa penggunaan jaring kantong sebagai model Cidaun tidak begitu efektif, bila dilakukan pada musim pancaroba (Oktober-Desember) karena ombak relatif tenang. Sehingga memudahkan tumbuhnya lumut dan epifit lainnya yang mengganggu pertumbuhan Eucheuma spinosum. Berdasarkan analisa sidik ragam terdapat beda nyata pada kedalaman dan interaksi antar
perlakuan.

Kata kunci : Laju pertumbuhan harian, Eucheuma spinosum, model Cidaun


Seaweed belongs algae which can not distinguishable among root, leaf and stem, all of parts called thallus. This experiment was aimed to know growth rate of Eucheuma spinosum use off bottom method with the
Cidaun’s model at Karimunjawa waters. The water quality was measured during this experiment such as: salinity, temperature, pH, water brightness, current, sediment, and depth. This experiment used Eucheuma spinosum from the cultivation area of SMKN Karimunjawa, Jepara and was carried out at Takak Alualu bay, Karimunjawa waters, Jepara between Oktober and November 2003. The Cidaun’s model is a technique of
seaweed culture used special for the strong wavy area which is using net bag to protect plants. The experimental design used factorial 2 x 2 based on Completely Randomized Design and five replications. The treatments
were planting distances ( 2 m and 1.5 m) and deepness factors (70 cm and 100 cm). Based on the result explained that the Cidaun’s model was not effective if it is applied during the transition season (October-
December), because the wave was relatively calm. That way it made easy mosses and associated plant and it effected the growth rate of Eucheuma spinosum. The result of statistical analysis showed that there were
significant differences between deepness and the interaction among treatments.

Key words : Daily Growth Rate, Eucheuma Spinosum, Cidaun’s model, net bag, depth and distance.

Article Metrics:

Last update: 2021-03-02 21:22:22

No citation recorded.

Last update: 2021-03-02 21:22:23

  1. Growth of red algae Eucheuma denticulatum (BURMAN) Collins & Hervey, farmed using different methods and different strains in Letbaun Village, Semau Island

    Tisera W.. Ecology, Environment and Conservation, 25 , 2019.