Characteristics of Mixed Layer Depth and Its Effect on Concentration of Chlorophyll-a (Karakteristik Mixed Layer Depth dan Pengaruhnya Terhadap Konsentrasi Klorofil-a)

*Novita Ayu Ryandhini  -  Ilmu Kelautan Undip, Indonesia
Muhammad Zainuri  -  Program Studi Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Anastasia Rita Tisiana D. K.  -  Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Perikanan, Pusat Penelitian Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir, Kementrian Kelautan Perikanan, Indonesia
Published: .
Open Access

Citation Format:
Abstract

Perairan Selat Badung memiliki karakteristik yang sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Pencampuran massa air akibat pergerakan massa air vertikal menjadikan kondisi lapisan yang homogen, dimana nilai suhu, salinitas dan densitas berada pada nilai yang hampir sama di lapisan tertentu akan membentuk Mixed Layer Depth (MLD). Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik MLD dan pengaruhnya terhadap konsentrasi klorofil-a di Perairan Selat Badung, Bali. Metode pengukuran klorofil-a menggunakan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan salinitas sebagai parameter MLD, membentuk lapisan yang homogen pada kedalaman yang bervariasi. Sebaran kandungan klorofil-a pada kedalaman MLD 12-23 m, menunjukkan nilai klorofil-a yang cenderung lebih tinggi pada permukaan perairan dibandingkan di perairan yang lebih dalam. Pada MLD kedalaman 12-60 m, menunjukkan bahwa kecenderungan kandungan klorofil-a lebih tinggi pada lapisan di kedalaman tersebut. Namun pada beberapa stasiun menunjukkan bahwa meskipun terdapat lapisan homogen yang cukup dalam, kandungan klorofil-a lebih tinggi di lapisan permukaan dibandingkan pada perairan yang lebih dalam.

Kata Kunci: mixed layer depth, klorofil-a, perairan selat Badung

Badung Strait characteristics is largely influenced by the ARLINDO (Indonesian Throughflow) current activity. The mixing of water masses due to the vertical movement of water masses, homogenized some range of layer (Mixed Layer Depth), whereas the value of temperature, salinity and density were about on the same range. The study was conducted to determine the characteristics of MLD and its influence on the concentration of chlorophyll-a of Badung Strait, Bali. Chlorophyll-a content was measured by using spectrophotometry method. The results showed that temperature and salinity as the MLD parameters, formed homogeneous layer (MLD) at varying depths. Distribution of MLD at depth of 12-23 m, indicating that chlorophyll-a consentration tends to be higher on the surface than at depth. In conditions at depth of 12-60 m, showed that chlorophyll-a higher on the depth, where a lot of MLD formed on the layer. However, in some stations showed that although there were quite a lot of homogeneous layer, chlorophyll-a consentration was higher on the surface than in the depth.

Keywords: Mixed Layer Depth, Chlorophyll-a, Badung Strait

Article Metrics:

Last update: 2021-03-02 19:37:52

  1. The roles of mixed layer depth in affecting chemical and biological characteristics of Makassar straits, Indonesia

    I C Dewi, M R Putri, A Setiawan. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 , 2018. doi: 10.1088/1755-1315/162/1/012003

Last update: 2021-03-02 19:37:53

No citation recorded.