STUDI KERENTANAN AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRASTIC PADA CEKUNGAN AIRTANAH (CAT) KARANGANYAR-BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH

*Thomas Triadi Putranto orcid scopus  -  Geological Engineering Dept, Diponegoro University, Indonesia
Received: 25 Mar 2019; Published: 29 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Cekungan Airtanah (CAT) Karanganyar-Boyolali merupakan CAT yang terletak di Jawa Tengah yang terdiri dari Kota Surakarta, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri dengan luasan CAT sebesar 3.877km2. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis kerentanan airtanah terhadap pencemaran secara spasial. Penilaian kerentanan airtanah terhadap kontaminan dapat diketahui dengan menggunakan metode DRASTIC. Metode DRASTIC merupakan metode pembobotan dari hasil berbagai macam parameter diantaranya yaitu : Kedalaman muka airtanah (D), Recharge (R), Media akuifer (A), Media tanah (S), Topography (T), Zona vadoze (I), dan Konduktivitas hidrolika (C). Dari hasil tumpeng tindih pembobotan setiap parameter, nantinya akan dijumlahkan untuk mendapatkan nilai rentang DRASTIC Indeks. Berdasarkan hasil analisis didapatkan rentang nilai DRASTIC Indeks (DI) dari 106-184 yang dibagi dalam empat tingakt kerentanan. Tingkat kerentanan sangat rendah memiliki nilai DI 106-120 dimana pada kerentanan sangat rendah memiliki sifat tidak memungkinkan terjadinya kontaminasi pencemaran. Daerah tingkat kerentanan rendah memiliki nilai DI 121-140 dimana pada tingkat kerentanan ini memiliki sifat dapat tercemar dengan intensitas kecil dikarenakan pembuangan sebagian kecil polutan yang dilakukan secara berkala.  Daerah tingkat kerentanan sedang memiliki nilai DI 141-150 dimana memiliki sifat dapat tercemar oleh sebagian polutan yang dibuang secara terus-menerus. Daerah tingkat kerentanan tinggi memiliki nilai DI 151-184 dimana pada tingkat pencemaran ini memiliki sifat dapat tercemar oleh semua polutan, kecuali memerlukan daya serap yang tinggi dan mudah berubah, dengan berbagai macam skenario.

Keywords: DRASTIC method, Groundater basin, DRASTIC index, Groundwater vulnerability
Funding: The Energy and Mineral Resources Agency of the Central Java Province

Article Metrics:

  1. Aller, L., Bennet, T., Lehr, J.H., Petty, R.J. 1985. DRASTIC: A Standardized System For Evaluating Ground Water Pollution Potential Using Hydrogeological Settings, EPA
  2. Ananda, Mufti., Andre, P.H., Endang P. 2016. Studi Kerentanan Polusi Airtanah Di Tempat Pembuangan Sampah Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Dengan Menggunakan Metode DRASTIC. Malang : Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  3. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali. 2016. Kabupaten Boyolali Dalam Angka, Boyolali : Badan Pusat Statistik
  4. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar. 2016. Kabupaten Karanganyar Dalam Angka, Karanganyar : Badan Pusat Statistik
  5. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klaten. 2016. Kabupaten Klaten Dalam Angka, Klaten : Badan Pusat Statistik
  6. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen. 2016. Kabupaten Sragen Dalam Angka, Sragen : Badan Pusat Statistik
  7. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta. 2016. Kota Surakarta Dalam Angka, Kota Surakarta : Badan Pusat Statistik
  8. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukoharjo. 2016. Kabupaten Sukoharjo Dalam Angka, Sukoharjo : Badan Pusat Statistik
  9. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri. 2016. Kabupaten Wonogiri Dalam Angka, Wonogiri : Badan Pusat Statistik
  10. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah. 2010. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010-2030. Semarang : Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
  11. Civita, M.V. 2010. The combined approach when assessing and mapping groundwater vulnerability to contamination. J. Water Resource and Protection, 2, 14-28
  12. Danaryanto, H. 2005. Air Tanah Di Indonesia dan Pengelolaannya. Jakarta : Departemen ESDM
  13. Djaeni, A. 1982. Peta Hidrogeologi Indonesia Lembar Yogyakarta Skala 1:250.000. Bandung : Direktorat Geologi Geologi Tata Lingkungan
  14. Ferreira, J.P.L., A.G. Catharina, Diamantio, Henriques, M.J. 2005. Assesing Aquifer Vulnerability to Seawater Intrusion Using GALDIT Metod, Part 1 Aplication to the Potuguse Aquifer of Monte Gordo, Four Inter Colloq, Hydrol
  15. Foster, S., dan Hirata, R. 1988. Groundwater Pollution Risk Assessment a methodology using available data. Peru : World Health Organization
  16. Gogu, R.C., dan Dassargues, A. 2000. Current trends and future challenges on groundwater vulnerability assessment using overlay and index metod. Jurnal Environmental Geologyi, 549-59
  17. Hadi, S. 2006. Penilaian Kerentanan Airtanah di Bandung. Buletin Geologi Tata Lingkungan, 16(2), 13-23
  18. Harter, T., dan Walker, L.G. 2001. Booklet: Assessing Vulnerability of Groundwater. California Departement of Health Services
  19. Hatori, C.A. 2008. Studi Kerentanan Air Laut di Kota Semarang (Tesis). Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada, tidak dipublikasikan
  20. Kesuma, Destha A. 2017. Studi Kerentanan Airtanah Terhadap Pencemaran Di Cekungan Airtanah (CAT) Salatiga (Tesis). Semarang : Universitas Diponegoro
  21. Pacheco, F.A.L., Pires, L.M.G.R., Santos, R.M.B., dan Fernandes, L.F.S. 2015. Factor Weighting In DRASTIC Modeling. Science of the Total Environment 505 (2015) 474-486
  22. Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Cekungan Airtanah
  23. Putranto, T.T. 2013. Hydrological and numerical groundwater flow model in Semarang, Indonesia, Germany: RWTH Aachen University
  24. Rahaningmas, F. S. 2017. Kerentanan Airtanah Terhadap Pencemaran Di Kota Wonosari dan Sekitarnya Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta (Tesis). Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada, Tidak dipublikasikan
  25. Sampurno, dan Samodra, H. 1997. Peta Geologi Skala 1:100.000 Lembar Ponorogo, Jawa Tengah. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  26. Stempvort, D.V., Ewert, L., dan Wassenaar, L. 1993. Aquifer Vulnerability Index; A Gis-Compatible Metod for Groundwater Vulnerability Mapping, Canadian Water Resources Journal, 18.1, 25-37
  27. Sukardi, dan Budhitrisna, T. 1992. Peta Geologi Skala 1:100.000 Lembar Salatiga, Jawa Tengah. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  28. Surono, B. Toha, dan I. Sudarno. 1992. Peta Geologi Skala 1:100.000 Lembar Surakarta-Giritronto Jawa Tengah. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  29. Todd, D.K. 1980. Groundwater Hydrogeology, 2nd ed. New York: John Wiley & Sons Inc
  30. Widyastuti, M., Sudarto, N., Komang, A. 2006. Pengembangan Metode ‘DRASTIC’ Untuk Prediksi Kerentanan Airtanah Bebas Terhadap Pencemaran Di Sleman. Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1, ISSN 0125-1790
  31. Yuslihanu, F. 2015. Studi Kerentanan Airtanah Terhadap Kontaminan Menggunakan Metode Drastic Di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Skripsi). Semarang : Universitas Diponegoro

Last update: 2021-03-04 10:11:38

No citation recorded.

Last update: 2021-03-04 10:11:38

No citation recorded.