Pohon Aktivitas Paradisaea minor jobiensis Rothschild, 1897 di Hutan Imbowiari Barawai Yapen, Papua

*Edoward Krisson Raunsay  -  Universitas Cenderawasih, Indonesia
Received: 12 Sep 2019; Published: 29 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pohon aktivitas bagi Cenderawasih Kuning Kecil merupakan bagian dari habitat dimana satwa tersebut berada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana aktivitas dan semua jenis pohon yang digunakan oleh Paradisaea minor jobiensis. Penelitian ini menggunakan metode observasi, eksplorasi dan studi pustaka sekunder yang relevan dan dinalisis secara deskriptif kualitatif dan juga menelaan berbagai penelitian sekunder yang dapat dijadikan sebagai pembanding data penelitian. Aktivitas bagi Paradisaea minor jobiensis di dalam kawasan hutan Imbowiari Barawai adalah Bersarang, Makan, Bermain, Bertengger dan Bersuara. Pohon aktivitasnya untuk bertengger terdiri dari  Pometia pinnata, Sterculia parkinsoni; Bermain: Comnosperma brevipetiolata, Sterculia parkinsoni, Gnetum gnemonFicus benjamina; Bersuara: Sterculia parkinsoni; Bersarang: Gnetum gnemon; Makan: Pometia pinnata. Terdapat lima (5) aktivitas dan lima (5) jenis tumbuhan yang digunakan yang dilakukan dan P. minor jobiensis.


Keywords: Pohon, Aktivitas, Paradisaea minor jobiensis, Imbowiari, Barawai Papua
Funding: Sukseknya pelaksanaan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak: Kemenristek DIKTI, Rektor, Dekan FKIP, LPPM UNCEN, Kepala Kampung Barawai dan Ketua Kelompok Dorey Jaya

Article Metrics:

  1. Alikodra, H. (1993). Pengelolaan Satwaliar Jilid II. Bogor: Institut Pertanian Bogor
  2. Alikodra, H. (2002). Pengelolaan Satwaliar Jilid I. PAU Ilmu Hayat. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
  3. Andrewarta, H., & Birch , L. (1967). The distribution and abudance of animals. Chicag: The University of Chicago Press
  4. Beehler , B., Part, T., & Zimmerman , D. (1986). Bird of New Guinea. New Jerse: Princeton University Press
  5. Beehler. (1983). Frugivory and polygamy in Birds of Paradise. 100, 4-6
  6. Beehler BM, B. M., & Finch BW, B. W. (1985). Species check-list of bird of New Guinea. Monograph No. 1, Royal Australian Ornith.Union Melbourne, Victoria
  7. Beehler, B. M., & Dumbacher, J. P. (1996). More Example of Fruiting Tress Visited Predominantly. Emu, 96, 81-88
  8. Beehler, Pratt, T. K., & Zimberman, D. A. (2001). Burung Burung di Kawasan Papua. Bogor: Bogor (ID): LIPI Puslitbang Biologi
  9. BP2LHK. (2019). Perilaku Habitat dan Konservasi Cenderawasih. Manokwari: Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari
  10. Dewi, P. S. (2015). Perilaku Lek, Perilaku Harian dan Karakteristik Habitat Burung Hibriada Cenderawasih Kuning Besar (Paradisaea apoda) x Cendrawasih Raggiana (Paradisaea raggiana) di Taman Nasional Wasur Merauke, Papua. Bogor: Institut Pertanian Bogor
  11. Diamond, J. (1972). Avifauna of the Eastern Highlands of New Guinea. New York (US): Cambrigde University Pr
  12. Gilliard, E., & Rand, A. L. (1967). Hand book of new guinea bird. London: Weidenfeldcand Nicolson
  13. Indrawan, M., Primack , R. B., & Supriatna , J. (2007). Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  14. Indriyanto. (2006). Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara
  15. Jumilawaty , E. (2006). Perilaku Harian Pecuk Hitam (Phalacrocorax sulcirostris) Saat Musim Berbiak di Suaka Marga Satwa Pulau Rambut Jakarta. Jurnal Biologi Sumatera, 1(1), 20-23
  16. Latupapua, L. (2016). Upaya Konservasi Cendrawasih Kecil (Paradisaea minor Shaw, 1809) YANG DILAKUKAN OLEH TAMAN BURUNG TMII DAN MBOF. Media Konservasi, 21(1), 27-35
  17. Maturbongs , J., Wamafma, K., Sanggenafa , A., Sahetapi, T., Rumaikewi, H., & Kayoi, A. (1994). Studi habitat dan populasi burung cenderawasih di Barawai kawasan penyangga cagar alam Yapen Tengah Kabupaten Yapen Waropen di Irian Jaya. Jayapura: WWF
  18. Odum, E. P. (1993). Daras-dasar ekologi edisi 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  19. Paga B. (2012). Karakteristik habitat burung cikukua timor (Philemon inornatus) di lanskap camplong Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Bogor: Institut Pertanian Bogor
  20. Pasquier, R. H. (1997). Watching Bird. Co. Boston: Houghton Mifflin
  21. Raunsay. (2014). Peran Masyarakat dalam Pelestarian Paradisaea minor jobiensis Rothschild, 1897 di Barawai Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Institut , PSL. Bogor: Program Studi Sumberdaya Alam dan Lingkungan
  22. Sari, D. P. (2015). Perilaku lek, perilaku harian, dan karakteristik habitat burung hibrida cendrawasih kuning besar (Paradisaea apoda) x cendrawasih raggiana (Paradisaea raggiana) di Taman Nasional Wasur Merauke, Papua. BOGOR: IPB (ID)
  23. Setio, P. Y., Lekitoo, & Ginting. (1998). Habitat Dan Populasi Burung Cenderawasih Kuning Kecil (Paradisea Minor Jobiensis Roth) Serta Pengelolaannya Secara Tradisional Di Barawai, Yapen Timur. 3
  24. Strorer, & Usinger. (1961). Elements of Zoology. New York (US): MC-Graw Hill Company
  25. Strorer, U. (1961). Elements of zoology. Hew York. Mc-Graw Hill Company. . New York: Mc-Graw Hill Company
  26. Takandjandji , M., Kayat, & Njurumana , G. (2010). Perilaku Burung Bayan Sumba (Eclectus roratus cornelia Bonaparte) di Penangkaran Hambala Sumba Timur Nusatenggara Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 7, 357-369
  27. Tanudimadja. (1978). School of Environmental Conservation Management. Ciawi Bogor
  28. Warmetan, H. (2012). Karakteristik habitat dan populasi burung cendrawasih kecil (Paradisaea minor jobiensis Rothschild) di pulau Yapen Provinsi Papua. Manokwari: Program Studi Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Sekolah Pascasarjana UGM
  29. Warsito , H., & Bismark , M. (2010). Penyebaran dan populasi burung paruh bengko pada bebrapa tipe habitat di Papua. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 7(1), 93-102
  30. Wasaraka, Z. A., Raunsay , E. K., & Kameubun, K. M. (2019). Ketersediaan Vegetasi Bahan Dasar Pembuatan Sarang Burung Cenderawasih Kuning Kecil di Kepulauan Yapen, Papua (Vol. 7). Jayapura, Papua: Jurnal Sylva Lestari
  31. Wasito H, & Yuliana S. (2007). Keanekaragaman jenis burung di Saribi Numfor Barat Papua: Beberapa Catatan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 4, 553-560
  32. Welty, J. (1982). The Life of Bird. ed ed. Sauders College Publising Philadelhia
  33. Zulfan. (2009). Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Mangrove Krueng Bayeun, Kabupaten Aceh Timur Nanggro Aceh Darussalam. Bogor: IPB (ID)

Last update: 2021-03-03 09:39:48

No citation recorded.

Last update: 2021-03-03 09:39:49

No citation recorded.