Kajian Terhadap Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat dalam Mendukung Pengelolaan Cagar Alam Ndeta Kelikima di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur

*Martinus Rhaki  -  Universitas Nusa Cendana, Indonesia
Ludji M Riwu Kaho  -  Universitas Nusa Cendana, Indonesia
Blajan Konradus  -  Universitas Nusa Cendana, Indonesia
Received: 13 Jan 2020; Published: 30 Nov 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract
Cagar Alam (CA) merupakan kawasan konservasi yang mutlak dilindungi dari aktivitas manusia.  Kondisi demikian berbeda dengan CA Ndeta Kelikima dimana telah ada permukiman dan pertanian masyarakat Desa Aelipo. Beberapa hasil penelitian menggambarkan bahwa kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat sekitarnya penting untuk diperhatikan dalam pengeloaan CA. Penelitian terkait kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dalam pengelolaan CA khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur belum pernah diteliti (atau masih sedikit diteliti) sehingga ini perlu dilakukan.  Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dalam mendukung pengelolaan CA Ndeta Kelikima serta rekomendasi pengelolaannya. Lokasi penelitian di Desa Aelipo di dalam kawasan CA Ndeta Kelikima di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengambilan sampelnya dengan kriteria berbatasan langsung/bermukim di dalam kawasan dan masyarakatnya memanfaatkan lahan pertanian sebagai sumber pendapatannya yang dilaksanakan pada bulan Mei 2019. Perolehan data menggunakan observasi, wawancara, diskusi terbatas dan triangulasi dengan cara purposive sampling dan snowball sampling serta data sekunder. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif melalui analisis SWOT yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial masyarakat Desa Aelipo dalam klasifikasi sosial rendah (79,04 %), ekonomi (menggarap lahan dalam kawasan) berklasifikasi tinggi (69,52 %) dan budaya, masih menjunjung adat istiadat dalam struktur lembaga adat dengan peran dominan dari tokoh adat (mosalaki) dalam pembagian hak ulayat serta tradisi menghormati hutan disekitarnya. Kondisi biofisik, terjadi penurunan tutupan hutan padat tahun 1997 hingga tahun 2017 sehingga hutan jarang, semak belukar dan savana meningkat. Perubahan tersebut diduga karena tekanan penduduk dan semakin menyempitnya lahan pertanian. Analisis SWOT menggambarkan strategi pengelolaan CA Ndeta Kelikima berada pada kuadran satu dengan nilai kekuatan dan peluang (1,745 dan 1,733) > dari kelemahan dan tantangan (1,641 dan 1,631) yang berarti kondisi saat ini mempunyai kekuatan dan peluang yang menguntungkan untuk diimplementasikan di tingkat lapangan. Rekomendasi pengelolaannya adalah memprioritaskan rencana pengelolaan dan penataan batas fungsi, koordinasi antar lembaga melalui skema kerja sama penguatan fungsi, penambahan jumlah personil diikuti sosialisasi dan penyuluhan, reinventarisasi potensi kawasan, evaluasi kesesuaian fungsi dan penegakan hukum kehutanan dalam penanganan permasalahan di CA Ndeta Kelikima.
Keywords: Cagar alam, Sosial, Ekonomi, Budaya, Tutupan Lahan, SWOT, Pengelolaan
Funding: Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Nusa Cendana

Article Metrics:

  1. Adalina, Y.,Nurrochman, D.R., Darusman, D.,Sundawati,L., 2015. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol.12 No.2, Agustus 2015 : 105-118. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor
  2. Dwiprabowo, H., Djaenudin,D.,Alviyah, I.,Wicaksono, D.,2014. Dinamika Tutupan Lahan : Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi. Editor : Irsal Las dan Yuyu Rahayu. PT. Kanisius, Yogyakarta
  3. Djadmiko, 2007. Evaluasi Pengelolaan Cagar Alam Mandor di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Tesis Program Magister Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang
  4. Galudra, G., Sirait, M., Rhamdaniaty,N., Sunarto, F.,dan Nurzaman, B., 2005. Histroy of Landuse and Degradation of Mounth of Halimun Salak National Park. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 11 (1) : 1-13. Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bogor
  5. Hardiansyah, G., Boer, R., Kusmana, C., dan Darusman, D., 2008. Dinamika Sosial Ekonomi Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Hubungannya dengan Model Pengelolaan Hutan Produksi dan Sistem TPTII dalam Kerangka REDD. Jurnal Perenial 5 (1) : 45-52. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanudin. Makasar
  6. Iswandono, 2007. Analisis Pemanfaatan dan Potensi Sumberdaya Tumbuhan di Taman Wisata Alam Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Tesis Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan, Sub Program Studi Konservasi Keanekaragaman Hayati, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor
  7. Iswandono,E., 2018. Budaya Konservasi Orang Manggarai (Studi Kasus di Daerah Penyangga Taman Wisata Alam Ruteng-Nusa Tenggara Timur. Penerbit Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur dengan Pendanaan dari DIPA 029 TA 2018. Kupang
  8. Indriyanto, 2008. Pengantar Budi Daya Hutan. Penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta
  9. Junaidi, E., dan Maryani, R., 2013. Pengaruh Dinamika Spasial Sosial Ekonomi pada suatu Lanskap DAS Terhadap Keberadaan Lanskap Hutan (Studi Kasus pada DAS Citanduy Hulu dan DAS Ciseel Jawa Barat. Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan. 10 (2): 122-139. Puslitbang Sosial Ekonomi dank EBIJAKAN Kehutanan. Bogor
  10. Moleong, J.L., 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
  11. Muntu, W.D., 2012. Penguasaan Tanah di Dalam Kawasan Cagar Alam Gunung Duasaudara di Kota Bitung. Skripsi Bagian Hukum Keperdataan, Fakultas Hukum Universitas Hasanudin, Makasar
  12. Peraturan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Nomor 1 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Inventarisasi Sosial Budaya Masyarakat pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Jakarta
  13. Pramudyasmono, H.G. dan Widiastuti, W., 2011. Model dan Akuntabilitas Tata Kelola Cagar Alam Danau Dusun Besar Bengkulu Berbasis Pemangku Kepentingan (Laporan Hasil Penelitian Unggulan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bengkulu, Bengkulu
  14. Purnomo, H., Sulistyantara, B.,Gunawan, A., 2013. Peluang Usaha Ekowisata di Cagar Alam Pulau Sempu, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol. 10 No.4 Desember 2013 Hal.247-263
  15. Rangkuti, F.,2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis : Reorinentasi Konsep Perencanan Strategis untuk Menghadap Abad 21. Penerbi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  16. Rinawati, R., 2012. Modal Sosial Masyarakat Dalam Pembangunan Hutan Rakyat di Sub DAS Cisadane Hulu. Tesis Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor
  17. Rahman, R., Emawati, H.,Bakrie, I., 2017. Studi Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat Desa Sedulang Terhadap Upaya Kelestarian Cagar Alam Muara Kanam Sedulang Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal AGRIFOR Volume XVI Nomor 1, Maret 2017. Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  18. Senoaji, G., 2013. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Lindung Bukit Daun di Bengkulu. Jurnal Sosiohumaniora Vol.13 No.1 Maret 2011 : 1-17. Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Univerisitas Bengkulu
  19. Sugiyanti, A.,2015. Dinamika Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Pesanggem di Hutan Kayu Putih Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Sukun Ponorogo Tahun 1990-2010 (Studi Kasus Sosial Ekonomi di Desa Sukun, Kecamatan Pulung) Skripsi Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  20. Sudaryono, 2017. Metodologi Penelitian. Rajawali Pers. Divisi Buku Perguruan Tinggi. PT. RajaGrafindo Persada, Depok
  21. Sunderlin, W.D., Resosudarmo, I.A.P.,1996. Rate and Causes of Deforestation in Indonesia : Toward A Resolution of the Ambiguities. CIFFOR Occasional Paper No.9 : Rate and Causes of Deforestation in Indonesia, 14 Desember 2014
  22. Swinton, S.M.,Quiroz, R., 2003. Is Poverty to Blame for Soil, Pasture and Forest Degradation in Peru’s Altiplano?. Elsevier, World Development, in Press (9 Januari 2017)
  23. Ubbe, H.A., 2013. Peran Masyarakat Hukum Adat Dalam Penanggulangan Pembalakan Liar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional, Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Jakarta
  24. Yudilastiantoro, C., 2011. Faktor-faktor Sosial Ekonomi yang Berpengaruh Terhadap Luas Lahan Garapan di KHDTK Rarung, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan 8 (1) : 19-33. Puslitbang Sosial Ekonomi dan Kebijakan. Bogor

Last update: 2021-03-08 12:58:40

No citation recorded.

Last update: 2021-03-08 12:58:40

No citation recorded.