skip to main content

Studi Kelayakan Daur Ulang Kantong Plastik dari Aspek Ekonomi dan Lingkungan

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pati, Indonesia

Received: 11 Aug 2020; Published: 30 Nov 2020.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract

Sampah plastik yang masuk ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sukoharjo merupakan penyumbang tertinggi kedua setelah sampah organik dengan persentase 17,29%. Lebih spesifik, jenis sampah plastik yang masuk TPA didominasi jenis plastik LDPE (Low Density Poly Ethylene). Pengelolaan sampah plastik yang paling efektif adalah daur ulang yang memposisikan plastik dan sampah plastik menjadi satu siklus yang saling berkaitan. Di Kabupaten Pati, usaha daur ulang sampah plastik sudah banyak didirikan namun belum ada yang menyasar khusus pada kantong plastik LDPE. Potensi ini kemudian ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Pati untuk mengembangkan usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mengurangi beban lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha daur ulang kantong plastik ditinjau dari aspek ekonomi dan lingkungan. Analisa data menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dibagi berdasarkan aspek finansial (ekonomi) dan aspek non finansial (lingkungan). Kriteria kelayakan aspek ekonomi meliputi NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PP (Payback Periode), sedangkan aspek lingkungan difokuskan pada umur pakai TPA. Dari aspek ekonomi, penghitungan awal berupa besaran investasi, kemudian besaran penerimaan dan pengeluaran sehingga diperoleh laba setelah dikurangi pajak 12,5%. Kemudian selanjutnya dapat dihitung nilai NPV, IRR dan PP. Dari aspek lingkungan, umur pakai TPA akan dihitung sebelum dan setelah dilakukan proses daur ulang. Usaha ini direncanakan memiliki kemampuan menyerap 7,5 ton sampah plastik per hari atau sekitar 15,49% dari total sampah plastik yang masuk TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) dari aspek ekonomi, usaha daur ulang kantong plastik dinyatakan layak untuk dijalankan dengan indikator kelayakan NPV = Rp14.054.689.623; IRR = 10,70%; PP = 2 tahun 7 bulan 12 hari; 2) dari aspek lingkungan, usaha daur ulang kantong plastik dikatakan layak karena mampu memperpanjang umur pakai TPA Sukoharjo, lebih lama 1 tahun 38 hari jika dibandingkan dengan pengelolaan sampah TPA tanpa daur ulang.

Abstract

Plastic waste at TPA Sukoharjo, Pati Regency, is the second highest contributor after organic waste with a percentage of 17.29%. Specifically, the type of plastic waste in TPA is dominated by single-use plastic (LDPE). The most effective in managing plastic waste is by recycling, which puts plastic and plastic waste into an interconnected cycle. In Pati District, many plastic waste recycling businesses have been established, but only few of those treat LDPE specifically. Perusda Aneka Usaha, a local owned enterprise in Pati, has a plan to establish a new business in recycling LDPE in order to increase regional income as well as tackle waste problems. The purpose of this research is to analyze the feasibility of plastic recycling business of both. Data analysis uses a quantitative approach with financial (economic) and non-financial (environmental) aspects. The feasibility criteria for economic aspect include NPV, IRR, and PP, while environmental aspect is focused on the lifespan of landfill. Economically, the initial analysis is in the form of the amount of investment, then the amount of income and expenditure in order to obtain a profit after deducting tax 12.5%. Environmentally, TPA lifespan will be calculated before and after recycling process. This business is planned to be able to absorb 7.5 tons of plastic waste per day or around 15.49% of total plastic waste at TPA. The results showed that 1) economically, the plastic bag recycling business was feasible to run with the NPV= IDR 14,054,689,623; IRR = 10.70%; PP = 2 years 7 months 12 days; 2) environmentally, the plastic bag recycling business will extend the service life of TPA Sukoharjo, 1 year 38 days longer compared to waste treatment in TPA without recycling

Fulltext View|Download
Keywords: Daur ulang, Kelayakan ekonomi, Kelayakan lingkungan, Plastik LDPE, TPA

Article Metrics:

  1. Akyen, T., Boye, C. B., and Ziggah, Y. Y. 2017. Landfill Lifespan Estimation : A Case Study. Ghana Mining Journal, Vol. 17 No. 2. Pages 1–5
  2. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pati. 2012. Pati Dalam Angka 2012
  3. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pati. 2013. Pati Dalam Angka 2013
  4. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pati. 2014. Pati Dalam Angka 2014
  5. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pati. 2015. Pati Dalam Angka 2015
  6. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pati. 2016. Pati Dalam Angka 2016
  7. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pati. 2017. Pati Dalam Angka 2017
  8. Barra, R., and Leonard, S. A. 2018. Plastics and The Circular Economy. Scientific and Technical Advisory Panel to the Global Environment Facility (Issue June)
  9. Chandara, H., Sunjoto, and Sarto. 2015. Plastic Recycling in Indonesia by Converting Plastic Wastes (PET, HDPE, LDPE, and OO) Into Plastic Pellets. Asean Journal of Systems Engineering, Vol. 3 No. 2. Pages 65–72
  10. Hidayat, Y. A., Zamal, M. A., and Kiranamahsa, S. 2019. A Study of Plastic Waste Management Effectiveness in Indonesia Industries. AIMS Energy, Vol. 7 No. 3. Pages 350–370
  11. Horsák, Z., Hřebíček, J., and Straka, M. 2016. Plastics Waste and Circular Economy. Low-Density PolyEthylene Recycling Feasibility Study. CYPRUS. 4 Th International Conference on Sustainable Solid Waste Management
  12. Joshi, R., and Ahmed, S. 2016. Status and Challenges of Municipal Solid Waste Management in India : A Review Status and Challenges of Municipal Solid Waste Management in India : A review. Cogent Environmental Science, Vol. 28 No. 1
  13. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2014
  14. Kholidah, N., Faizal, M., and Said, M. 2019. Polystyrene Plastic Waste Conversion into Liquid Fuel with Catalytic Cracking Process Using Al2O3 as Catalyst. Science & Technology Indonesia, Vol. 3 No. 1. Pages 1–6
  15. Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 10 Tahun 2019. (2019). Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Pati
  16. Purwaningrum, P. 2016. Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 8 No. 2. Hal 141–147
  17. Qomariah, E. S., Rahmawati, E., Abdurrahman, dan Setia Budi Peran. 2011. Nilai Ekonomi Sampah Anorganik yang Direduksi Pemulung dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih Kota Banjarmasin. Enviro Scienteae, Vol. 7. Hal 69–78
  18. Sumantri, B., dan Anna Fariyanti. 2011. Kelayakan Pengembangan Usaha Integrasi Padi dengan Sapi Potong pada Kondisi Risiko di Kelompok Tani Dewi Sri. Forum Agribisnis, Vol. 1 No. 2
  19. United Nations Environmental Programme. 2009. Converting Waste Plastics Into A Resource
  20. Viantikasari, M., Purwanto, P., and Budihardjo, M. A. 2019. The Study of Solid Waste Management to Extend the Lifetime of Sukoharjo Landfill , Pati Regency. E3S Web of Conferences, Vol. 125. Pages 1–5
  21. Wahyudi, J., Prayitno, H. T., Astuti, A. D., Perencanaan, B., Daerah, P., dan Pati, K. 2018. Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Litbang, Vol. XIV No. 1. Pages 58–67
  22. Yustikarini, R., dan Setyono, P. 2017. Evaluasi dan Kajian Penanganan Sampah dalam Mengurangi Beban Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di TPA Milangasri Kabupaten Magetan An Evaluation and Study of Trash Treatment in Reducing Loading of Solid Waste Processing Plant at TPA Milangasri , District of. Proceeding Biology Education Conference, Vol. 14. Pages 177–185
  23. Zahra, F., dan Damanhuri, T. P. 2011. Kajian Komposisi, Karakteristik, dan Potensi Daur Ulang Sampah di TPA Cipayung, Depok. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 17 No. 1. Hal 59–69
  24. Zul’aiddin, M., dan IDAA Warmadewanti. 2010. Kajian Peningkatan Umur Pakai TPA Tanah Grogot dan Pemanfaatan Sampah di Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi Vol. XI. Hal 1–10

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.