skip to main content

Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Berbasis Ekowisata pada Hutan Desa di Kecamatan Batu Ampar Kalimantan Barat

Universitas Tanjungpura, Indonesia

Received: 28 Jan 2021; Published: 28 Apr 2021.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract

Ekosistem mangrove Batu Ampar terletak di muara sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas. Ekosistemnya memiliki permasalahan seperti ekosistem mangrove pada umumnya yang mengalami tekanan akibat pertambahan penduduk. Sebagian besar masalah tersebut merupakan dampak penggunaan lahan oleh masyarakat sekitar ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kondisi ekosistem mangrove terhadap partisipasi masyarakat dan valuasi ekosistem mangrove berupa ekowisata dan hutan desa di Kecamatan Batu Ampar, Kalimantan Barat. Desa-desa yang diteliti berdasarkan intensitas pengelolaan ekowisata mangrove, dari yang paling lama hingga yang terbaru, yaitu Batu Ampar, Nipah Panjang, dan Medan Mas. Penilaian jasa ekosistem mangrove dihitung berdasarkan Total Economic Value (TEV) yang meliputi manfaat langsung, tidak langsung, keberadaan, dan pilihan. Valuasi mangrove untuk tiap desa dari yang tertinggi hingga terendah adalah Medan Mas (Rp 95.354.976/ha/tahun), Nipah Panjang (Rp 76.645.333/ha/tahun) dan Batu Ampar (Rp 68.195.913/ha/tahun). Kondisi ekosistem mangrove di kawasan Batu Ampar berdasarkan persentase luas mangrove terhadap luas desa, persentase kelas kerapatan tinggi dan ketebalan mangrove di masing-masing desa dari yang terbaik adalah Desa Batu Ampar 58,2%; 93,8%; 42.271 m, Desa Nipah Panjang 6.4%; 98,6%; 24.088 juta dan Medan Mas 4,5%; 80,2%; 7.236 m. Persepsi masyarakat tentang ekosistem dan ekowisata mangrove di kawasan mangrove Batu Ampar berbeda nyata antar desa. Secara berurutan, persepsi tertinggi hingga terendah adalah Nipah Panjang (3,7), Medan Mas (3,6) dan Batu Ampar (3,5). Kondisi mangrove yang baik tidak selalu berkontribusi positif dalam membentuk persepsi masyarakat yang tinggi dan meningkatkan valuasi ekonomi di Desa Batu Ampar. Namun demikian, persepsi masyarakat yang tinggi dapat membentuk valuasi ekonomi yang tinggi dan menjamin kondisi ekosistem mangrove di Desa Nipah Panjang. Selain itu, valuasi ekonomi yang tinggi tidak selalu memberikan kontribusi positif bagi ekosistem mangrove dan persepsi masyarakat di Desa Medan Mas.

Fulltext View|Download
Keywords: Valuasi ekonomi, Ekosistem mangrove, Ekowisata mangrove, Hutan desa, Persepsi masyarakat

Article Metrics:

  1. Aksornkoae, S. 1993. Ecology and Management of Mangroves. Bangkok
  2. Arnstein, S. R. 1969. A Ladder of Citizen Participation, J Am Plan Assoc, Vol. 35 No. 4. Pages 216–224
  3. BALITBANG PU. 2018. Pemecah Gelombang Ambang Rendah (PEGAR), Jakarta
  4. Bann, C. 1998. The Economic Valuation of Mangroves, A Manual for Researchers. EEPSEA
  5. Center for International Forestry Research (CIFOR). 2015. Mangrove Indonesia, Berkas fakta, Kekayaan Nasional dalam Ancaman, CIFOR Work. Pages 2–5
  6. Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kubu Raya. 2012. Pengelolaan Hutan Mangrove Kabupaten Kubu Raya. Kubu Raya
  7. Djohan, T. S., Laksono, P., Anantasari, E., Utama, A. N. and Suhesthiningsih, K. 2015. Kondisi Hutan Bakau Tebangan Masyarakat dan Industri Pulp di Batu Ampar Kalimantan Barat, J Kawistara, Vol. 5 No. 2. Hal. 99–112
  8. Duke, N. C. 1992. Mangrove. Pages.1–9
  9. Ginting, A., Kartono, A. dan Santoso, N. 2008. Karakteristik Habitat Dan Wilayah Jelajah Bekantan Di Hutan Mangrove Desa Nipah Panjang Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, Media Konserv, Vol. 13 No. 3. Hal. 1–6
  10. Giri, C., Ochieng, E., Tieszen, L. L., Zhu, Z., Singh, A., Loveland, T., Masek, J. and Duke, N. 2011. Status and Distribution of Mangrove Forests of the World Using Earth Observation Satellite Data, Glob Ecol Biogeogr, Vol. 20 No. 1. Pages 154–159
  11. Hendarto. 2009. Kajian Perubahan Penutupan Lahan Tahun 1989-2006 Pada Kawasan Hutan Mangrove Muara Kubu Berdasarkan Citra Landsat, Tesis, Universitas Gadjah Mada
  12. Huete, A., Didan, K., Leeuwen, W. van, Miura, T. and Glenn, E. 2011. MODIS Vegetation Indices, L Remote Sens Glob Environ Chang, Vol. 26. Pages 579–602
  13. Idajati, H., Pamungkas, A. and Kukinul, S. V. 2016. The Level of Participation in Mangrove Ecotourism Development, Wonorejo Surabaya, Procedia - Soc Behav Sci, Vol. 227. Pages 515–520
  14. Ilman, M., Dargusch, P. and Dart, P. 2016. Land Use Policy A Historical Analysis of the Drivers of Loss and Degradation of Indonesia’s Mangroves, Land Use Policy, Vol. 54. Pages 448–459
  15. IUCN dan Mangrove Action Project-Indonesia. 2007. Kebijakan untuk Mangrove, Mengkaji Kasus dan Merumuskan Kebijakan, IUCN. Yogyakarta
  16. Karlina, E., Kusmana, C., Marimin, M. and Bismark, M. 2016a. Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Lindung Mangrove Di Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, J Analisis Kebijakan, Vol. 13 No. 3. Hal. 201–219
  17. Karlina, E., Kusmana, C., Marimin and Bismark, M. 2016b. Management of Protected Mangrove Forest Based Benefit Value in Batu Ampar District , West Kalimantan , Indonesia, Int J Sci Basic Appl Res, Vol. 27 No. 3. Pages 76–87
  18. Khairullah, S., Indra and Fatimah, E. 2016. Persepsi Masyarakat Terhadap Fungsi Hutan Mangrove dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana (Studi Kasus Lokasi Penelitian di Gampong Lamteh Kabupaten Aceh Besar dan Gampong Pande Kota Banda Aceh), J Ilmu Kebencanaan, Vol. 3 No. 3. Hal. 110–119
  19. Kusdariyanto, I., Setianto, S. and Wiryawan, B. A. 2019. Evaluasi Kinerja Teknologi Replikasi Perdana Teknologi Ferosemen, teknologi PEGAR, Teknologi Perpipaan (Studi Kasus Desa Srumbung Kabupaten Magelang, Desa Sidomoyo Kabupaten Sleman dan Desa Timbulsloko Kabupaten Demak), J Sosek Pekerjaan Umum, Vol. 11 No. 2. Hal. 91–106
  20. Kustanti, A., Nugroho, B., Kusmana, C., Darusman, D., Nurrochmat, D., Schusser, C. and Krott, M. 2014. Actor, Interest and Conflict in Sustainable Mangrove Forest Management-A Case from Indonesia, Int J Mar Sience, Vol. 4 No. 16. Pages 150–159
  21. Laksono, P., Djohan, T. S., Sumijati, Suhardi, Irham, Supriyanto, A., Mulki, H. G. Z., Anantasari, E., P.I, C., Kusuma, P., Sonjaya, J. A., Rianty, A., Gustave, R., Rinto and Utama, A. N. 2014. Hutan Mangrove Batu Ampar, Keniscayaan Pengelolaan Kolaboratif
  22. Malik, A., Fensholt, R. and Mertz, O. 2015. Economic Valuation of Mangroves for Comparison with Commercial Aquaculture in South Sulawesi, Indonesia, Forest, Vol. 6. Pages 3028–3044
  23. Mangkay, S. D., Harahab, N., Polii, B. and Soemarno. 2013. Economic Valuation of Mangrove Forest Ecosystem in Tatapaan, South Minahasa, Indonesia, IOSR J Environ Sci Toxicol Food Technol, Vol. 5 No. 6. Pages 51–57
  24. Mondal, S. H. 2017. Swot Analysis and Strategies to Develop Sustainable Tourism, UTMS J Econ, Vol. 8 No. 2. Pages 159–167
  25. Mulia, F. 2009. Review Sistem Silvikultur Mangrove. Jakarta
  26. Murtini, S., Astina, I. K. and Utomo, D. H. 2019. SWOT Analysis for the Development Strategy of Mangrove Ecotourism in Wonorejo, Indonesia, Mediterr J Soc Sci, Vol. 9 No. 5. Pages 129–138
  27. Nagelkerken, I., Blaber, S. J. M., Bouillon, S., Green, P., Haywood, M., Kirton, L. G., Meynecke, J., Pawlik, J., Penrose, H. M., Sasekumar, A. and Somerfield, P. J. 2008. The Habitat Function of Mangroves for Terrestrial and Marine Fauna , A Review, Aquatic Botany, Vol. 89. Pages 155–185
  28. Osmaleli. 2014. Analisis Ekonomi Dan Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berkelanjutan di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu. Tesis. IPB. Bogor
  29. Pramudji. 2000. Hutan Mangrove di Indonesia, Peranan Permasalahan dan Pengelolaannya, Oseana, Vol. XXV No. 1. Hal. 13–20
  30. Prasetiamartati, B., Tai, H.-S., Santoso, N., Mustikasari, R. and Syah, C. 2008. Mangrove Forest and Charcoal Production , Case of Batu Ampar , West Kalimantan, in IASC 2008 Global Conference. Pages 1–19
  31. Pujiono, E., Kwak, D. A., Lee, W. K., Sulistyanto, Kim, S. R., Lee, J. Y., Lee, S. H., Park, T. and Kim, M. Il. 2013. RGB-NDVI color composites for monitoring the change in mangrove area at the Maubesi Nature Reserve, Indonesia, Forest Sci Technol, Vol. 9 No. 4. Pages 171–179
  32. Purwanto, A. D., Asriningrum, W., Winarso, G. and Parwati, E. 2014. Analisis Sebaran Dan Kerapatan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 8 di Segara Anakan, Cilacap, in Seminar Nasioanal Penginderaan Jauh. Hal. 232–241
  33. Ratnasari, Fahrizal and Dirhamsyah, M. 2017. Pemanfaatan vegetasi mangrove di Pulau Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya, J Tengkawang, Vol. 7 No. 2. Hal. 110–115
  34. Ritabulan, Basuni, S., Santoso, N. and Bismark, M. 2016. Hambatan Implementasi Kebijakan Hutan Tanaman Rakyat di Batu Ampar, Propinsi Kalimantan Barat, J Analisis Kebijakan, Vol. 13 No. 2. Hal. 73–84
  35. Ritabulan, Basuni, S., Santoso, N. and Bismark, M. 2019. Akses Ilegal dalam Pemanfaatan Mangrove untuk Arang Bakau oleh Masyarakat di Batu Ampar, Kalimantan Barat, J Hutan dan Masy, Vol. 11 No. 1. Hal. 20–32
  36. Ritohardoyo, S. 2017. The Role of Breakwaters on The Rehabilitation of Coastal and Mangrove Forests in West Kalimantan, Indonesia, Ocean Coast Management, Vol. 138. Pages 50–59
  37. Ritohardoyo, S., Akbar, A. A., Satohardi, J. and Djohan, T. S. 2017. Public Participation in the Utilization and Rehabilitation of Coastal Natural Resources (Case Study of Coastal Erosion in West Kalimantan), J Degrad Min Lands Manag, Vol. 4 No. 2. Pages 739–747
  38. Rizal, A., Sahidin, A. and Herawati, H. 2018. Economic Value Estimation of Mangrove Ecosystems in Indonesia, Biodivers Int J, Vol. 2 No. 1. Pages 1–4
  39. Sitorus, H., Lesmana, I. and Tarigan, R. 2017. Relationship of Mangrove Density with Fish Diversity in the Waters of Mangrove Area at Lubuk Kertang Village, Langkat District of North Sumatera, Int J Fish Aquat Stud, Vol. 5 No. 5. Pages 266–271
  40. Situmorang, R. O. 2018. Social Capital in Managing Mangrove Area As Ecotourism By Muara Baimbai Community, Indones J For Res, Vol. 5 No. 1. Pages 21–34
  41. Suharti, S., Darusman, D., Nugroho, B. and Sundawati, L. 2016. Economic Valuation As a Basis for Sustainable Mangrove Resource Management A Case in East Sinjai, South Sulawesi, JMHT, Vol. 22 No. 1. Pages 13–23
  42. Tambunan, R., Harahap, R. H. and Lubis, Z. 2005. Pengelolaan Hutan Mangrove di Kabupaten Asahan, J Studi Pembangunan, Vol. 1 No. 1. Hal. 81–96
  43. Tenório, G. S., Souza-Filho, P. W. M., Ramos, E. M. L. S. and Alves, P. J. O. 2015. Mangrove Shrimp Farm Mapping and Productivity on the Brazilian Amazon Coast, Environmental and Economic Reasons for Coastal Conservation, Ocean Coast Manag, Vol. 104. Pages 65–77
  44. Thompson, B. S. and Friess, D. A. 2019. Stakeholder Preferences for Payments for Ecosystem Services (PES) Versus Other Environmental Management Approaches for Mangrove Forests, J Environ Manage, Vol. 233. Pages 636–648
  45. Toulec, T., Lhota, S., Soumarová, H., Putera, A. K. S. and Kustiawan, W. 2020. Shrimp Farms, Fire or Palm Oil? Changing Causes of Proboscis Monkey Habitat Loss, Glob Ecol Conserv, Vol. 21. Pages 1–12
  46. Utami, N. D. N., Susiloningtyas, D. and Handayani, T. 2018. Community Perception and Participation of Mangrove Ecosystem in Ngurah Rai Forest Park Bali, Indonesia, IOP Conf Ser Earth Environ Sci, Vol. 145 No. 1. Pages 1–7
  47. Wearing, S. and Neil, J. 2009. Ecotourism, Impacts, Potentials and Possibilities?, 2nd ed., Elsevier
  48. Widiastuti, M. M. D., Ruata, N. and Arifin, T. 2018. Pemahaman dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Ekosstem Mangrove di Pesisir Laut Arafura Kabupaten Merauke, J Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Vol. 13 No. 1. Hal. 111–123
  49. Yokassye, A., Rifanjani, S. and Muflihati. 2019. Aktivitas Makan Bekantan (Nasalis larvatus) di Hutan Mangrove Desa Nipah Panjang Kecamatan Batu Ampar Kalimantan Barat, J Hutan Lestari, Vol. 7 No. 3. Hal. 1140–1146

Last update:

  1. Inventarisasi Jenis Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat

    Ikha Safitri, Arie Antasari Kushadiwijayanto, Syarif Irwan Nurdiansyah, Mega Sari Juane Sofiana, Andreani Andreani. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22 (1), 2023. doi: 10.14710/jil.22.1.109-124

Last update: 2024-04-13 10:27:51

No citation recorded.