skip to main content

Analisis Status Keberlanjutan Sumber Mata Air Senjoyo pada Dimensi Ekologi dengan Metode RAP-WARES (Rapid Appraissal for Water Resources)

Fakultas Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia, Indonesia

Received: 12 Aug 2021; Revised: 30 Aug 2021; Accepted: 8 Sep 2021; Published: 1 Nov 2021; Available online: 20 Sep 2021.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Fungsi sumber mata air Senjoyo sebagai kawasan lindung resapan air dan sekitar mata air perlu mendapat prioritas untuk menjamin keberlanjutan sumber mata air Senjoyo. Keberhasilan pengelolaan sumber mata air Senjoyo sebagai kawasan lindung resapan air dan sekitar mata air dapat ditunjukkan dengan status keberlanjutan pada dimensi ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan sumber mata air Senjoyo pada dimensi ekologi. Status keberlanjutan ditentukan berdasarkan indeks keberlanjutan yang dirumuskan melalui metode RAP-WARES (Rapid Appraissal for Water Resources). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian survei dengan data primer dan sekunder yang dikonversi menjadi data kualitatif dalam bentuk skala likert sesuai atribut yang telah disusun. Hasil skoring data ke skala likert kemudian dianalisis dengan teknik Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan Mata Air Senjoyo pada dimensi ekologi adalah sebesar 54.78 dan termasuk dalam kriteria cukup berkelanjutan. Model MDS yang dibangun menghasilkan nilai stress dan nilai R2 berturut-turut sebesar 14,12% dan 0,948. Nilai tersebut menunjukkan bahwa keseluruhan atribut yang digunakan dapat mengkaji dengan cukup baik status keberlanjutan kawasan mata air Senjoyo dalam dimensi ekologi. Selisih Indeks Monte Carlo dan Indeks MDS adalah sebesar 0.246 yang membuktikan bahwa kesalahan dalam proses pembuatan skor untuk setiap atribut cenderung kecil, variasi dalam pemberian skor untuk setiap atribut akibat perbedaan pendapat responden relatif kecil, proses analisis yang dilakukan berulang stabil dan kesalahan dalam pemasukan dan kehilangan data dapat dihindari. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, terdapat dua atribut yang paling sensitif yaitu atribut perlindungan terhadap sungai dan mata air (perubahan RMS 3,50%), dan atribut aktvitas pariwisata (perubahan RMS 3,20%). Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa, pengelolaan yang dilakukan masih perlu disesuaikan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, terutama pada aspek perlindungan terhadap sungai dan mata air dan aktivitas pariwisata. Direkomendasikan untuk lebih mengembangkan pariwisata berbentuk ekowisata daripada pariwisata massal untuk menjamin keberlanjutan Sumber Mata Air Senjoyo.

  

Abstract

The function of the Senjoyo springs as a water catchment protected area and around the springs needs to be prioritized to ensure the sustainability of the Senjoyo springs. The success of the of Senjoyo springs management as a water catchment protected area and around the springs can be shown by the sustainability status of the ecological dimension. This study aims to analyze the sustainability status of the Senjoyo spring on the ecological dimension. Sustainability status is determined based on the sustainability index that was formulated using the RAP-WARES (Rapid Appraissal for Water Resources) method. This research is a survey research with primary and secondary data which is converted into qualitative data in the form of a Likert scale according to the attributes compiled. The results of scoring the data to a likert scale were then analyzed using the Multi-Dimensional Scaling (MDS) technique. The results of the analysis shown that the sustainability index of Senjoyo Springs on the ecological dimension is 54.78 and is included in the criteria for being quite sustainable. Stress values and R2 values of the MDS model that was built successively are 14.12% and 0.948. This value indicates that all of the attributes that used can properly assess the sustainability status of the Senjoyo spring on the ecological dimension. The difference between the Monte Carlo Index and the MDS Index is 0.246, which proves that the error in the scoring process for each attribute, the variation in presenting scores for each attribute, and the results of the respondent's disagreement are relatively small. Also, the analysis process that is repeated is stable and errors in data entry and loss can be avoided. Based on the sensitivity analysis, there are two most sensitive attributes, namely the attribute of protection against rivers and springs (change in RMS 3.50%), and attributes of tourism activities (change in RMS 3.20%). So, the conclusion of this study is the management that carrying out still needs to be adjusted to the principles of sustainable development, especially in the aspect of protecting rivers and springs and tourism activities. It is recommended to develop tourism in the form of ecotourism instead of mass tourism to ensure the sustainability of Senjoyo Springs.

Fulltext View|Download
Keywords: spring; Senjoyo; sustainability; ecology; RAPFISH; Multi-Dimensional Scaling

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Article
Language : ID
Statistics:
  1. Arida, Nyoman Sukma., & Sunarta, Nyoman., (2017) Pariwisata Berkelanjutan. Bali : Cakra Press
  2. Ceballos, L. Héctor. (1996). World Conservation Union (1996). Tourism, ecotourism, and protected areas : the state of nature-based tourism around the world and guidelines for its development. "Ceballos-Lascuráin, Héctor. Switzerland: International Union for Conservation of Nature
  3. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat & Sekolah Ilmu Dan Teknologi Hayati ITB. 2012.Kriteria dan Indikator Pengelolaan Kawasan Lindung dalam Rangka Perwujudan Green Province Jawa Barat, Institut Teknologi Bandung Sekolah Ilmu Dan Teknologi Hayati. 110 hal
  4. Google earth, (2021). Kawasan Sumber Mata Air Senjoyo pada Google Earth. https://earth.google.com. Diakses pada Agusuts 2021
  5. Kavanagh, P. 2001. Rapid Appraisal of Fisheries (Rapfish)Project. Rapfish Software Description (for Microsoft Excel). University of British Columbia. Fisheries Centre. Vancouver; Canada. 36p
  6. Mandaville ,S.M. (2002) Benthic Macroinvertebrates in Freshwaters- Taxa Tolerance Values, Metrics, and Protocols. New York: Soil & Water Conservation Society of Metro Halifax
  7. Peraturan daerah kabupaten Semarang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Semarang tahun 2011-2031
  8. Pemerintah Kabupaten Semarang. 2011. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Semarang Tahun 2011-2031. Semarang. BARENLITBANGDA
  9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  10. Purwaningsih, 2015; Pengembangan Metode Penilaian Keberlanjutan(Sustainability Assessment) Klaster Industri Perikanan. Fakultas Teknik. Universitas Wahid Hasyim : Semarang
  11. Hamdan,( 2007); Analisis Kebijakan Pengelolaan Perikanan Tangkap Berkelanjutan Di Kabupaten Indramyu. Institut Pertanian Bogor. Bogor
  12. Nurmalina, R. (2007). Model Ketersediaan Beras yang Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL). Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor
  13. Iffa, Noorul, Mohd Nayan, Shamzani Affendy, and Mohd Din. (2015). “Significant Indicators in the Assessment of Environmental Tourism Carrying Capacity (ETCC): A Case Study at Royal Belum State Park, Perak Darulridzuan, Malaysia.” Tourism & Environment, Social and Management Sciences 15:153–60
  14. Rahmawati. 2007. “Pemanfaatan Kawasan Sumber Mata Air Senjoyo Dalam Pengembangan Wilayah Di KecamatanTengaran kabupaten Semarang ”. Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Program Pascasarjana. Universitas Diponegoro:Semarang
  15. Romadhan, A.A., Haryanti, W. Taqwa, I., Nurkhanifah, L. (2020). Political Ecology Protection spring water in Batu. Jurnal of Local Government Issue. 8(1): 75-85)
  16. Rustiasih, E., Arthana, I. W., & Sari, A. H. W. (2018). Keanekaragaman Dan Kelimpahan Makroinvertebrata Sebagai Biomonitoring Kualitas Perairan Tukad Badung, Bali. 8
  17. Sahu, Sonam, Sindhu J. Nair, and Pankaj Kumar
  18. Sharma.(2014). “Review on Solid Waste Management Practicein India : A State of Art.” International Journal of Innovative Research & Development 3(3):261–64
  19. Sihotang.I.V, Sudarmadji, Ig.L.Setyawan Purnama & M. baiquni (2016). Model Konservasi Sumber .Daya Air Dalam Upaya Mempertahankan Air Dalama Sub Das Aek Silang. Universitas UMG: Yogyakarta
  20. Santoso, Singgih. (2015). Menguasai Statistik Multivariat. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
  21. Sudarmadji, Suyono, dan Darmanto, D. (2012).Pengelolaan Sumberdaya Air BerbasisKearifan Lokal Masyarakat Pedesaan di Daerah Fisiografi Gunungapi dan Daerah Fisiografi Karst. Laporan Penelitian. Sekolah Pascasarjana UGM, Yogyakarta
  22. Sudarmadji , D. Darmanto, M. Widyastuti1 dan S. Lestari (2016). Pengelolaan Mata Air Untuk Penyediaan Air Rumahtangga Berkelanjutan Di Lereng Selatan Gunungapi Merapi. J. Manusia Dan Lingkungan. 23(1): 102-110
  23. Sunaris& Tallar . (2019). Kajian Nilai Estetika Dan Kualitas Air Dalam Konteks Ekowisata Perairan Berkelanjutan. Jurnal Teknik Sipil. 15(1): 87-148
  24. Susilo. 2003. Keberlanjutan Pembangunan Pulau-pulau Kecil: Studi Kasus Kelurahan Pulau Panggang dan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor: Bogor
  25. Thamrin, S. H. Sutjahjo, C. Herison, dan S. Biham, (2007). Analisis Keberlanjutan Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat – Malaysia Untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan : Studi kasus Kecamatan Bengkayang Dekat Perbatasan Kabupaten Bengkayang). Jurnal Agro Ekonomi. Vol. 25 (2): 103-124
  26. Trimanto. 2013. Diversitas pohon sekitar aliran mata air di Kawasan Pulau Moyo Nusa Tenggara Barat. Prosiding Seminar Nasional X Pendidikan Biologi FKIP UNS Surakarta
  27. Wibowo, A.B., S. Anggoro, & B. Yulianto (2015). “Status Keberlanjutan
  28. Dimensi Ekologi Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Berkelanjutan Berbasis Perikanan Budidaya Air Tawar Di Kabupaten Magelang ”. Jurnal Saintek Perikanan 10 (2 ): 107-113,
  29. The International Ecotourism Society. (2015). What is Ecotourism. https://ecotourism.org/what-is-ecotourism/. Diakses pada 1 Agustus 20121

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.