skip to main content

Perspektif Taman Edelweiss Sebagai Area Konservasi Ex-Situ Bunga Edelweiss Secara Ekologi dan Ekonomi di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.

Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan Universitas Barwijaya Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia

Received: 20 May 2022; Revised: 9 Jun 2022; Accepted: 30 Jul 2022; Available online: 30 Sep 2022; Published: 1 Oct 2022.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Salah satu flora endemik yang menjadi ikon pada kawasan TNBTS adalah Bunga Edelweiss. Adanya perkembangan wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadikan permintaan akan bunga Edelweiss sebagai souvenir semakin besar dan mempengaruhi nilai ekonomi komoditas tersebut. Tentu hal ini berpengaruh terhadap penurunan jumlah populasi dan mengancam ketersediaanya bagi masyarakat adat Tengger yang mempergunakan Bunga Edelweiss sebagai sesaji yang tidak dapat digantikan oleh komponen yang lain. Hingga pada tahun 2017, beberapa masyarakat Desa Wonokitri dibawah bimbingan TNBTS membentuk kelompok tani bernama Hulun Hyang sebagai upaya konservasi ex-situ Bunga Edelweiss. Perjalanan panjang kelompok tani Hulun Hyang hingga akhirmya mendapatkan izin tangkar dari KLHK terkait wanawiyata widyakarya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi modal yang dimiliki kelompok Tani Hulun Hyang sebagai pengelola taman edelweiss serta tahapan budidaya bunga Edelweiss mulai persiapan lahan hingga pasca panen. Kemudian pada aspek ekonomi dilakukan pengukuran willingness to pay dari wisatawan Taman Edelweiss terhadap bunga edelweiss hasil konservasi Ex-Situ Kelompok Tani Hulun Hyang dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi willingness to pay tersebut. Studi ini menggunakan data primer dengan jumlah responden sebanyak 100 responden yang dilakukan secara acak atau random sampling. Willingness to pay dapat diperkirakan dengan menggunakan pendekatan contingent valuation method (CVM). Alat analisis pada studi ini adalah menggunakan regresi linier berganda pada SPSS 22. Berdasarkan analisis, nilai rata-rata willingness to pay per orang untuk 1 rangkaian sederhana berisikan 100 tangkai Bunga Edelweiss adalah sebesar Rp. 36.307,00 dengan nilai  total willingness to pay adalah Rp 3.667.000,00. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi secara signifikan besarnya nilai willingness to pay untuk Bunga Edelweiss Hasil Konservasi Ex-situ Kelompok Tani ‘’Hulun Hyang’’ di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah pendidikan terakhir dan pendapatan per bulan.

Fulltext View|Download
Keywords: ABCD Metode, Konservasi Ex-Situ, Taman Edelweiss, Willingness to Pay.

Article Metrics:

  1. Awang, S. A. 2005. Prinsip Dasar Analisis Kelembagaan Dalam Usaha Perhutanan Rakyat, Dalam Seri Nunga Rampai Hutan Rakyat: Petani, Ekonomi Dan Konservasi. Aspek Penelitian Dan Gagasan. Yogyakarta.: Debut Press
  2. Diggenaro, S. W. 2010. “Evaluation of the Livelihood Impact of a Micro-Irrigation Project in Zambia.” The Ohio State University, Ohio
  3. Ellis, F. 2000. Rural Livelihoods and Diversity in Developing Countries. Oxford: Oxford University Press
  4. Fadilah, S. D. 2011. “Analisis Willingness to Pay (Wtp) Pengunjung Terhadap Paket Wisata Di Wana Wisata Curug Nangka (WWCN) Kabupaten Bogor.” Institut Pertanian Bogor, Bogor
  5. Fauzi, M. 2014. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesediaan Membayar Pelanggan Rumah Tangga UPT Kota Metro.” Universitas Indonesia., Jakarta
  6. Green, Gary Paul, and Anna Haines. 2012. Asset Building and Community Development. United States
  7. Handoko, T. H. 2001. Manajemen Personalia Dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE
  8. Hanley, N., and Spash C.N. 1993. Cost Benefit Analysis and Environmental. Edward Elger Publishing Limited. England
  9. Hariyatmi, R., and S. Ahmad. 2013. “Keanekaragaman Kupu-Kupu Diurnal (Sub Ordo: Rhopalocera) Di Komplek Gunung Bromo, in: KPH Surakarta Kabupaten Karanganyar Tahun 2013.” Semarang: Universitas Negeri Semarang
  10. Hasbullah, Jousairi. 2006. Social Capital: Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia. Jakarta: MRUnited Press
  11. Hefner, R. W. 1985. Hindu Javanese: Tengger Tradition and Islam. Princeton New Jersey: Princeton University Press
  12. Hidayat, Prihanto Arif, Hery Pratiknyo, and Drs Edi Basuki. 2016. “Keragaman Serangga Polinator Pada Tumbuhan Edelweiss Jawa (Anaphalis Javanica) Di Gunung Slamet Jawa Tengah.” 11
  13. Jele, Z. 2012. “The Contribution of Small-Scale Timber Farming in Enhanching Sustainable Livelihood at Sokhulu.” University of South Africa, South Africa
  14. Junissa, Dea Christina. 2021. “Konstruksi Makna Dan Realitas Pertanian Bagi Pelaku Usahatani Milenial Di Kabupaten Bandung Barat.” Komunikasi Pembangunan Pertanian Dan Pedesaan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor
  15. Kadir, A., S. A. Awang, R. H. Purwanto, and E. Poedjirahajoe. 2012. “Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Provinsi Sulawesi Selatan.” Jurnal Manusia dan Lingkungan 19(1):1–11
  16. Kadir, A., S. A. Awang, R. H. Purwanto, and E. Poedjirahajoe. 2013. “Analisis Stakeholder Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Provinsi Sulawesi Selatan.” Jurnal Manusia dan Lingkungan 20(1):11–21
  17. KEMEN-LHK. 2016. “Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia.”
  18. Ladiyance, S., and L. Yuliana. 2014. “Variabel- Variabel Yang Memengaruhi Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Masyarakat Bidaracina Jatinegara Jakarta Timur.” Jurnal Ilmiah Widya 1(1)
  19. Majid, Ratri Hanindha. 2008. “Analisis Willingness To Pay Pengunjung Terhadap Upaya Pelestarian Kawasan Situ Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.” Program Studi Ekonomi Pertanian Dan Sumberdaya Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor
  20. Muhtar. 2012. “Pengembangan Masyarakat dengan memanfaatkan aset lokal.” Sosiokonsepsia 17(01)
  21. Nurhadi, A., B. Setiawan, and Baiquni. 2012. “Kearifan Lingkungan dalam Perencanaan dan Pengelolaan Hutan Wonosari Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul.” Jurnal Manusia dan Lingkungan 19(3):226–37
  22. Olaniyan, D. A., and T. Okemaninde. 2008. “Human Capital Theory: Implication for Educational Development.” European Journal of Scientific Research 24(2):157–62
  23. Pratiwi, Tityas Indra, Tatag Muttaqin, and M. Chanan. 2019. “Pengembangan Desa Wisata Edelweiss Di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan (Resort PTN Gunung Penanjakan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).” Journal of Forest Science Avicennia 02(01):16–28
  24. Purnomo. 2015. Praktik-Praktik Konservasi Lingkungan Secara Tradisonal Di Jawa. Malang: UB Press
  25. Raharjo, S. A., S. A. Awang, A. Pramusinto, and R. H. Purwanto. 2013. “Sejarah Dominasi Negara Dalam Pengelolaan Cendana di Nusa Tenggara Timur.” Jurnal Manusia dan Lingkungan 20(1):1–10
  26. Salosa, S. T., S. A. Awang, P. Suryanto, and R. H. Purwanto. 2014. “Hutan dalam Kehidupan Masyarakat Hatam di Lingkungan Cagar Alam Pegunungan Arfak.” Jurnal Manusia dan Lingkungan 21(3):49–55
  27. Sari, Hardiyani Puspita, and Lilies Setiartiti. 2015. “Willingness To Pay Perbaikan Kualitas Pelayanan Kereta Api.” Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan 16(2):10
  28. Scoones, I. 1998. “Sustainable Rural Livelihoods: A Framework for Analysis.” IDS Working paper Brightons 7
  29. Van Leeuwen, W. M. D. 2012. Biologi of Plant and Animals Pccuring in the Higher Parts of Mount Pangrango Gede In West Java. Bogor: Pusat Penelitian Biologi LIPI
  30. Van Steenis, C. G. G. J. 1978. Flora Pegunungan Jawa (The Montain Flora of Java). Bogor: Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI)
  31. Widyaningtyas, R. 2010. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Serta Dampaknya Pada Kepuasan Konsumen Dalam Menggunakan Jasa Kereta Api Harina (Studi Pada PT. Kereta Api Indonesia DAOP IV Semarang).” Universitas Diponegoro., Semarang
  32. Yunis, M. 2013. “Analisis Tingkat Kesediaan Mem- Bayar Masyarakat Terhadap Kebersihan Di Kecamatan Tampan Pekanbaru.” Universitas Negeri Riau, Riau

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.