Department of Geography, Universitas Negeri Malang, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL66432, author = {Ferryati Masitoh and Khoirun Nisa' Ari Yuniarti}, title = {Status Pencemaran Logam Berat Pada Sungai Metro Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Talangagung, Kabupaten Malang}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {23}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {Tempat Pembuangan Akhir Sampah; Lindi TPA; Logam Berat; Pencemaran Logam Berat; Indeks Kontaminasi, Indeks Pencemaran}, abstract = { Peningkatan limbah perkotaan dapat memicu risiko penurunan kualitas air sungai akibat kontaminasi lindi dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPA Talangagung berada di Kabupaten Malang menggunakan sistem sanitary landfill yang berpotensi membentuk aliran lindi pada Sungai Metro. TPA Talangagung merupakan TPA yang sering menjadi percontohan (wisata edukasi) mengenai persampahan di Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar polusi dan menganalisis status pencemaran logam berat pada Sungai Metro yang mengalir di sekitar TPA Talangagung Pendekatan penelitian yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian cross-sectional . Keterbaruan penelitian yaitu digunakannya pendekatan multi-indeks yang komprehensif, serta berusaha menemukan adanya parameter logam berat yang bersifat dominan. Sampel air yang diambil secara simple purposive sampling dari titik sebelum, tepat di tepi, dan sesudah TPA sebanyak 6 sampel. Parameter yang diuji meliputi kromium (Cr), tembaga (Cu), seng (Zn), kadmium (Cd), dan timbal (Pb). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi seng (Zn) telah melebihi baku mutu Kelas II PP No. 22 Tahun 2021, sedangkan logam lainnya masih di bawah ambang batas. Berdasarkan analisis indeks, nilai Heavy Metal Pollution Index (HPI) berkisar antara 2,179 – 2,228 yang termasuk kategori cemar rendah. Namun, nilai Contamination Index (CD) menunjukkan angka 6,96 – 10,76 yang mengindikasikan status kontaminasi tinggi, sementara Indeks Pencemaran (IP) berada pada rentang 3,36 – 4,22 yang mengategorikan sungai dalam status cemar ringan. Secara spasial, titik setelah TPA menunjukkan nilai pencemaran tertinggi, yang menandakan adanya pengaruh masukan lindi yang menyebar ke arah hilir sungai. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi mengenai pemantauan dampak TPA terhadap aliran sungai yang bersifat spesifik. }, doi = {10.14710/jil.23.6.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66432} }
Refworks Citation Data :
Peningkatan limbah perkotaan dapat memicu risiko penurunan kualitas air sungai akibat kontaminasi lindi dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPA Talangagung berada di Kabupaten Malang menggunakan sistem sanitary landfill yang berpotensi membentuk aliran lindi pada Sungai Metro. TPA Talangagung merupakan TPA yang sering menjadi percontohan (wisata edukasi) mengenai persampahan di Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar polusi dan menganalisis status pencemaran logam berat pada Sungai Metro yang mengalir di sekitar TPA Talangagung Pendekatan penelitian yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian cross-sectional. Keterbaruan penelitian yaitu digunakannya pendekatan multi-indeks yang komprehensif, serta berusaha menemukan adanya parameter logam berat yang bersifat dominan. Sampel air yang diambil secara simple purposive sampling dari titik sebelum, tepat di tepi, dan sesudah TPA sebanyak 6 sampel. Parameter yang diuji meliputi kromium (Cr), tembaga (Cu), seng (Zn), kadmium (Cd), dan timbal (Pb). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi seng (Zn) telah melebihi baku mutu Kelas II PP No. 22 Tahun 2021, sedangkan logam lainnya masih di bawah ambang batas. Berdasarkan analisis indeks, nilai Heavy Metal Pollution Index (HPI) berkisar antara 2,179 – 2,228 yang termasuk kategori cemar rendah. Namun, nilai Contamination Index (CD) menunjukkan angka 6,96 – 10,76 yang mengindikasikan status kontaminasi tinggi, sementara Indeks Pencemaran (IP) berada pada rentang 3,36 – 4,22 yang mengategorikan sungai dalam status cemar ringan. Secara spasial, titik setelah TPA menunjukkan nilai pencemaran tertinggi, yang menandakan adanya pengaruh masukan lindi yang menyebar ke arah hilir sungai. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi mengenai pemantauan dampak TPA terhadap aliran sungai yang bersifat spesifik.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-03-13 16:01:35
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.