skip to main content

Efisiensi Penyisihan Kekeruhan pada Paket IPA dengan Sedimentasi Continuous Discharges Flow (CDF) pada Debit Desain dan Uprating

Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat, Indonesia

Received: 3 Mar 2025; Revised: 25 May 2026; Accepted: 4 Jun 2026; Available online: 24 May 2026; Published: 11 Jun 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan membutuhkan pembaruan teknologi uprating pada bangunan pengolahan air minum (BPAM) sebagai alternatif yang efisien untuk meningkatkan debit produksi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paket BPAM yang mengintegrasikan bak sedimentasi metode Continuous Discharge Flow (CDF) dengan bak filtrasi untuk mengukur kinerja penyisihan kekeruhan air baku pada debit desain 240 L/jam serta debit uprating 360 L/jam) dan 480 L/jam. Paket BPAM yang diteliti terdiri dari unit koagulasi sistem terjunan, unit flokulasi dengan sistem sekat, unit sedimentasi metode CDF, dan unit filtrasi media tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun debit operasional ditingkatkan secara signifikan, mutu air hasil olahan relatif tetap stabil dan konsisten memenuhi baku mutu. Efisiensi penyisihan kekeruhan pada bak sedimentasi berada pada rentang 93,53% hingga 95,71%, sedangkan pada bak filtrasi mencapai efisiensi yang lebih tinggi, yaitu 96,46% hingga 98,72%. Selain performa kualitas, sistem ini mampu beroperasi pada waktu detensi yang jauh lebih singkat, yaitu berkisar antara 33,8 hingga 44,8 menit, dibandingkan dengan kriteria desain perencanaan konvensional. Kebaruan pada penelitian ini terletak pada integrasi unit sedimentasi metode CDF dengan unit filtrasi yang terbukti mampu dalam mempertahankan baku mutu kualitas air minum pada kondisi uprating hingga kapasitas ganda. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif solusi teknis yang aplikatif dalam pengembangan infrastruktur air minum perkotaan yang lebih efisien.

Keywords: air sungai; penyisihan parameter kekeruhan; instalasi pengolahan air; debit desain; up-rating
Funding: Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Andalas

Article Metrics:

  1. A. G. Liew, Y. M. Ng, M.J.M.M. Noor. Turbid water clarification using extraction of cowpea seeds. KKU Eng J. 2004;31(2):73-82
  2. Ali Hadi Ghawi, The Effect of Hydraulic Jump Coagulation Mixer on the Performance of Drinking Water Treatment Plant. International Journal of Engineering Technology and Scientific Innovation. 2017;2(01): 535-550
  3. Ampai Soros, James E. Amburgey, Christine E. Stauber, Mark D. Sobsey, Lisa M Casanova, Turbidity Reduction in Drinking Water by Coagulation-Flocculation with Chitosan. Journal of Water & Health. 2019;17(2):204-218
  4. Badan Standar Nasional (BSN) Indonesia. Cara Uji Kekeruhan dengan Nefelometer, Air dan Air Limbah. Indonesia: 2005. Report no. SNI.06-6989.25
  5. Badan Standardisasi Nasional (BSN) Indonesia. Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Pengolahan Air. Indonesia: 2014. Report no. SNI.6774:2008
  6. Crittenden, J.C., Trussell, R.R., Hand, D.W, Howe, K.J., dan Tchobanoglous, G. Water treatment: principles and design. 3rd ed. New Jersey: John Wiley & Sons Inc; 2012
  7. Gurjar, A., Bhorkar, M., Bhole, A. G., and Baitule, P. Performance study of tube settlers module. Int J Eng Res Appl. 2017;7(3):52–55
  8. Hudson, H. E. Jr. Water Clarification Processes: Practical design and evaluation. New York: Van Nostrand Reinhold; 1981
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. 2023
  10. Mohammad Abd Nasier, Khalid Adel Abdulrazzaq, Performance Evaluation of the Turbidity Removal Efficiency of AL-Muthana Water Treatment Plant. Journal of Enggineering. 2022;3(28):1-13
  11. Mohamad Rangga Saruri & Hardika. Penyisihan Kekeruhan dan Natural Organic Matter (NOM) pada Unit Koagulasi-Flokulasi Instalasi Pengolahan Air Minum di Asia Tenggara, Studi Literatur, Juranl Reka Lingkungan, 2024;(12): 63-79
  12. Nisaul Makhmudah dan Suprihanto Notodarmojo. Penyisihan Besi-Mangan, Kekeruhan, dan Warna Menggunakan Saringan Pasir Lambat Dua Tingkat pada Air Sungai Cikapundung. Jurnal Teknik Lingkungan, 2010;16(2): 150-159
  13. Qasim SR, Motley EM, Zhu G. Water works engineering: planning, design, and operation. London: Prentice–Hall; 2000
  14. Reynolds T.D & Richards P.A. Unit operations and processes in environmental engineering. 2nd ed.. Boston: PWS Publishing Company; 1996
  15. Ridwan, Afrianita, R., and Kurniawan, Y. Modification of the sedimentation unit with continuous discharges flow ( CDF ) as a new method to increase turbidity removal in raw water. And Int J Appl Sci Eng Tech. 2021; 1(1): 1–9
  16. Ridwan and Afrianita, R. Application of continuous discharge flow (CDF) as new method in the sedimentation unit for removal of raw water turbidity. J Environ Treat Tech. 2020; 9(3): 698-703
  17. Ridwan, Afrianita, R., dan Gustina, Y. The effect of variation in cone position heigth on raw water turbidity removal in sedimentation unit continuous discharge flow (CDF) method as a new method. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2022;20(1):58-64
  18. Ridwan, Vera S. Bachtiar, Reri Afrianita and Rifka Indriani. A new method to improve raw water turbidity removal efficiency in sedimentation units with continuous discharges and flow recirculation. Engineering and Applied Science Research. 2023;50(3):213-219
  19. Sajad Mazloomi, Ahmad Zarei, Heshmatollah Nourmoradi, Sodabeh Ghodsei, Parya Amraei, Gholam Ali Haghighat. Optimization of Coagulation–Flocculation Process for Turbidity Removal Using Response Surface Methodology. Desalination and Water Treatment, 2019;(147): 234-242
  20. Sujarweni W. SPSS untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2014

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-11 12:59:52

No citation recorded.