skip to main content

Asesmen Spasial Kualitas Air Irigasi pada Wilayah dengan Tekanan Perubahan Tata Guna Lahan di Kabupaten Bandung

1Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha no.10 Bandung, Indonesia, 40123, Indonesia

2Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Received: 9 Apr 2025; Revised: 31 May 2026; Accepted: 4 Jun 2026; Available online: 16 Jul 2026; Published: 18 Jul 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Air irigasi berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian, namun kualitasnya semakin menurun akibat perubahan tata guna lahan dan peningkatan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air irigasi serta mengkaji variasi spasialnya terhadap tekanan penggunaan lahan di Kecamatan Soreang dan Katapang, Kabupaten Bandung. Sebanyak 46 titik sampling yang mewakili empat daerah irigasi (D.I), yaitu Cibeureum, Leuwikuray, Kiaraeunyeuh, dan Juntilhilir, dianalisis dalam penelitian ini. Parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan Kepmen LH No.115 Tahun 2003 dan dibandingkan dengan baku mutu PP No.22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar titik berada pada kategori tercemar sedang hingga berat, dengan nilai IP tertinggi sebesar 13,54 pada D.I. Juntihilir. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara RSC dengan Minyak dan Lemak (r= 0,84), parameter SAR dengan TSS (r= 0,77) serta hubungan positif yang kuat antara BOD dan COD (r = 0,69). Hasil ini menandakan bahwa peningkatan polutan organik dan risiko penurunan kualitas air irigasi saling berkaitan erat dan disebabkan oleh masuknya air limbah domestik akibat perubahan tata guna lahan. Selain itu, tingginya kehadiran bakteri indikator Escherichia coli di beberapa titik lokasi secara langsung menegaskan adanya kontribusi signifikan dari limbah domestik masyarakat terhadap pencemaran saluran irigasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis Indeks Pencemaran dengan pendekatan spasial berbasis penggunaan lahan pada sisitem irigasi lokal. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kualitas air irigasi melalui pengendalian sumber pencemar, peningkatan pengolahan limbah, dan perbaikan infrastruktur irigasi guna mendukung keberlanjutan pertanian.

Keywords: Kualitas air irigasi; Indeks pencemaran; Tata guna lahan; Aktivitas antropogenik; Analisis spasial

Article Metrics:

  1. Winpenny, J., Heinz, I., Koo-Oshima, S., Salgot, M., Collado, J., and Hernandex, F. (2010). The Wealth of Waste: The Economics of Wastewater Use in Agriculture. Food and Agriculture Organization of the United Nations. FAO Water Reports 35. Rome
  2. Murdiana, & Fadli. (2016). Peran irigasi dalam peningkatan produksi padi sawah di Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara. AGRIFO: Jurnal Agribisnis, 1(1), 1-10. https://ojs.unimal.ac.id/index.php/agrifo/article/view/760/480
  3. Yulistia, E. (2020). Dampak kegiatan masyarakat di sempadan sungai terhadap kualitas air Sungai Ogan di Kota Baturaja Kabupaten OKU. Unbara Environmental Engineering Journal, 1(1), 2. Retrieved from http://jurnalkesehatan.unisla.ac.id/index.php/jev/index-12
  4. Bassar, M., I., dan Agustina, I., H. (2019). Identifikasi Pembangunan Jalan Tol SOROJA terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Pintu Tol Soreang. Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota. Vol 5 No. 2. 389 – 397
  5. Pullanikkatil, D., Palamuleni. L.G dan Ruhiiga. T.M.(2015) Impact Of Land Use On Water Quality in The Likangala Catchment, Southern Malawi. African Journal Of Aquatic Science
  6. Hanurani, D. W. (2009).Klasifikasi Kualitas Air Irigasi Pertanian Didasarkan Nilai Nisbah Jerapan Natrium (SAR), Daya Hantar Listrik (DHL) dan Natrium Karbonat Tersisa (RSC) (Studi di Jaringan Irigasi Magetan). Universitas Brawijaya
  7. Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. (2020). Rancangan Akhir RENJA 2021
  8. Wahyu, Z., Maulina, S. M., & Widodo, M. L. (2020). Analisis Kualitas Air Daerah Irigasi Lubuk Antuk Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Teknik Sipil, 20(1). https://doi.org/10.26418/jtsft.v20i1.41603
  9. APHA. (2017). Standard methods: For the examination of water and waste water (23rd ed.). American Public Health Association
  10. Yusuf, I. A. (2014). Kajian kriteria mutu air irigasi. Jurnal Irigasi, 9 (1), 1–15. https://doi.org/10.31028/ji.v9.i1.1-15
  11. Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius
  12. Samudra, S. R, Sanjayasari, D., dan Hidayati, N. V. (2024). Analisis Kualitas Air Daerah Irigasi Pendil dan Watupala Desa Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah Menggunakan Metode STORET dan NSF-WQI. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(5), 1194-1201, doi: 10.14710/jil.22.5.1194-1201
  13. Susila, A. D. dan R. Poerwanto. (2013). Irigasi dan Fertigasi. Modul IX – Bahan Ajar Mata Kuliah Dasar Dasar Hortikultura. Bogor : Institut Pertanian Bogor
  14. Sawyer, C.N., Mc Carty, P., dan Parkin, G.F. (2003). Chemistry for Environmental Engineering and Science. Mc. Graw Hill: Boston
  15. Siswoyo, E., dan Hermana, J. (2017). Pengaruh Air Limbah Industri Tahu Terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus Tricolor). Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. Volume 9, Nomor 2, Hal. 105-113
  16. Zaman, M., Shahid, S. A., & Heng, L. (2018). Guideline for Salinity Assessment, Mitigation, and Adaptation Using Nuclear and Related Techniques. Springer Online
  17. Pramaningsih, V., Suprayogi, S., Purnama, S. (2017). Kajian Persebaran Spasial Kualitas Air Sungai Karang Mumus, Samarinda, kalimantan Timur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. vol 7 No. 3. 211-218
  18. Winandar, H., Buchori, I., Sasongko, S.B. (2014). Indeks Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran Pada Sungai Siwaluh Kabupaten Karanganyar. Semarang : Universitas Diponegoro
  19. Karsinah, Lucky, H.M., Suharto, Mardiastuti, H.W. (2011). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran : Batang Negatif Gram Escherichia. Tangerang : Binarupa Aksara Publisher. pp. 195-8
  20. World Health Organization (WHO). (2006). WHO guidelines for drinking-water quality. In: 3rd ed
  21. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2003). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air
  22. Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-07-18 02:34:39

No citation recorded.