1Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha no.10 Bandung, Indonesia, 40123, Indonesia
2Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL72309, author = {Mayrina Firdayati and Fauzan Al-Farisi and Jeane Wang}, title = {Asesmen Spasial Kualitas Air Irigasi pada Wilayah dengan Tekanan Perubahan Tata Guna Lahan di Kabupaten Bandung}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Kualitas air irigasi; Indeks pencemaran; Tata guna lahan; Aktivitas antropogenik; Analisis spasial}, abstract = { Air irigasi berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian, namun kualitasnya semakin menurun akibat perubahan tata guna lahan dan peningkatan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air irigasi serta mengkaji variasi spasialnya terhadap tekanan penggunaan lahan di Kecamatan Soreang dan Katapang, Kabupaten Bandung. Sebanyak 46 titik sampling yang mewakili empat daerah irigasi (D.I), yaitu Cibeureum, Leuwikuray, Kiaraeunyeuh, dan Juntilhilir, dianalisis dalam penelitian ini. Parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan Kepmen LH No.115 Tahun 2003 dan dibandingkan dengan baku mutu PP No.22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar titik berada pada kategori tercemar sedang hingga berat, dengan nilai IP tertinggi sebesar 13,54 pada D.I. Juntihilir. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara RSC dengan Minyak dan Lemak (r= 0,84), parameter SAR dengan TSS (r= 0,77) serta hubungan positif yang kuat antara BOD dan COD (r = 0,69). Hasil ini menandakan bahwa peningkatan polutan organik dan risiko penurunan kualitas air irigasi saling berkaitan erat dan disebabkan oleh masuknya air limbah domestik akibat perubahan tata guna lahan. Selain itu, tingginya kehadiran bakteri indikator Escherichia coli di beberapa titik lokasi secara langsung menegaskan adanya kontribusi signifikan dari limbah domestik masyarakat terhadap pencemaran saluran irigasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis Indeks Pencemaran dengan pendekatan spasial berbasis penggunaan lahan pada sisitem irigasi lokal. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kualitas air irigasi melalui pengendalian sumber pencemar, peningkatan pengolahan limbah, dan perbaikan infrastruktur irigasi guna mendukung keberlanjutan pertanian. }, pages = {293--303} doi = {10.14710/jil.24.2.293-303}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72309} }
Refworks Citation Data :
Air irigasi berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian, namun kualitasnya semakin menurun akibat perubahan tata guna lahan dan peningkatan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air irigasi serta mengkaji variasi spasialnya terhadap tekanan penggunaan lahan di Kecamatan Soreang dan Katapang, Kabupaten Bandung. Sebanyak 46 titik sampling yang mewakili empat daerah irigasi (D.I), yaitu Cibeureum, Leuwikuray, Kiaraeunyeuh, dan Juntilhilir, dianalisis dalam penelitian ini. Parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan Kepmen LH No.115 Tahun 2003 dan dibandingkan dengan baku mutu PP No.22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar titik berada pada kategori tercemar sedang hingga berat, dengan nilai IP tertinggi sebesar 13,54 pada D.I. Juntihilir. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara RSC dengan Minyak dan Lemak (r= 0,84), parameter SAR dengan TSS (r= 0,77) serta hubungan positif yang kuat antara BOD dan COD (r = 0,69). Hasil ini menandakan bahwa peningkatan polutan organik dan risiko penurunan kualitas air irigasi saling berkaitan erat dan disebabkan oleh masuknya air limbah domestik akibat perubahan tata guna lahan. Selain itu, tingginya kehadiran bakteri indikator Escherichia coli di beberapa titik lokasi secara langsung menegaskan adanya kontribusi signifikan dari limbah domestik masyarakat terhadap pencemaran saluran irigasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis Indeks Pencemaran dengan pendekatan spasial berbasis penggunaan lahan pada sisitem irigasi lokal. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kualitas air irigasi melalui pengendalian sumber pencemar, peningkatan pengolahan limbah, dan perbaikan infrastruktur irigasi guna mendukung keberlanjutan pertanian.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-07-18 02:34:39
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.